Pikir matang sebelum bertindak..
Minggu, 25 September 2011
>>> MENUJU INSAN BERIMAN DAN BERKUALITAS
Minggu, 25 September 2011
Diposting oleh
Requaza
Label: Tips n Trik
Rabu, 05 Januari 2011
Diposting oleh
Requaza
Menunggu merupakan suatu hal yang dibenci kebanyakan orang, menunggu adalah momen dimana kegiatan seseorang berhenti disebabkan suatu kegiatan lain yang belum terlaksana ataupun sedang tertunda. Orang kebanyakan membenci menunggu karena membuat waktunya berkurang untuk hal yang kosong. Ada jeda dalam waktu menunggu dimana orang tersebut tidak beraktifitas, contoh; menunggu teman berangkat ke kampus, menunggu panggilan giliran, menunggu orang lain disaat rapat atau pertemuan dsb… sehingga sering membuat seseorang yang menunggu merasa kerugian, baik itu waktu maupun kesempatan. Namun ada kebiasaan yang sebaiknya dilakukan agar waktu menunggu itu tidak terbuang percuma,, apa itu?, c’mon cekidot
Selalu membawa buku dan membiasakan diri membaca. Mungkin ini terdengar biasa-biasa saja kalau waktu menunggu di isi dengan hanya membaca, tapi berbeda halnya bagi orang yang memang pelit terhadap waktu, mereka akan merasa sangat rugi kalau waktunya terbuang percuma hanya untuk menunggu, oleh karena itu pastinya mereka akan berupaya mengisi waktu menunggunya dengan hal-hal yang mendatangkan manfaat, dan biasanya hal itu adalah dengan membaca…
Coba kalian piker saja kalau jeda menunggu hanya bengong saja, ya jelas rugi banget, so sediakan buku kemanapun kamu bepergian, karena hal itu bisa bermanfaat dikala kamu dalam moment “menunggu”.
Ada beberapa manfaat yang kamu dapat tatkala menunggu bersama buku:
1. Yang jelas kamu bakalan dapet ilmu dari buku itu
2. Waktu menunggumu tidak terbuang sia-sia dengan hanya bengong
3. Tidak merasa jengkel kepada orang yang ditunggu, bahkan mungkin kamu akan merasa berterima kasih karena kamu akhirnya dapat ilmu baru dari buku yang kamu baca
4. Buku yang sebelumnya g pernah dibaca akhirnya akan dibaca juga, yak arena di saat-saat kamu punya waktu luang, kamu g pernah sempetin waktu untuk membaca buku itu,, nah saat menunggu itulah akhirnya buku itu sempat terbaca
Barangkali sedikit itu aja tips menghilangkan jenuh di kala menunggu, harapannya jangan sampe’ waktumu terbuang percuma gara-gara hal kecil. Ingat manfaatkan waktu itu sebaik mungkin karena hakikatnya waktu itu tidak akan terulang, waktu itu mahal jadi jangan sia-siakan untuk hal-hal yang kosong dan tidak bermanfaat. Oke.. jadilah orang yang pelit terhadap waktu.
(ini j saya buat di kala saya sedang menunggu seseorang,, yah daripada nganggur ngarang2 j deh..xixixi)
Label: Tips n Trik
Minggu, 12 Desember 2010
Diposting oleh
Requaza
Mahasiswa hedonis adalah juga manusia yang memiliki akal dan perasaan. Artinya perubahan pada komunitas mereka adalah sesuatu yang mungkin, ketika kita mampu menyentuh akal dan perasaan mereka. Dakwah ideologis pun sangat mungkin untuk menjadi mainstream di kalangan seperti ini. Aktivitas dakwah harus dilihat dari makna komunitas bukan personal per personal. Komunitas adalah sekumpulan orang dengan interaksinya. Artinya di tengah komunitas yang sepertinya seragam (misalnya hedonis) sebenarnya terdiri dari personal yang beragam. Beragam dalam latar belakang keluarga, pergaulan, budaya, termasuk juga beragam dalam tingkat hedonisitasnya. Oleh karena itu, saya yakin ditengah kondisi komunitas yang sepertinya seragam hedonis pastilah ada kelompok mahasiswa yang kritis dan peduli pada kondisi yang ada. Terkait dengan hal yang sedang kita perbincangkan setidaknya ada 3 kelompok mahasiswa :
1. Kelompok kalkulatif : mahasiswa yang kritis, mau berpikir dan peduli pada situasi masyarakat yang ada
2. Kelompok moral : mahasiswa yang potensial tetapi kurang kritis dan akan ikut arus yang terkuat di kampus.
3. Kelompok alienatif : massa yang pragmatis tidak peduli dengan kondisi yang ada dan tidak begitu hirau dengan ideologi dan politik.
Dalam kampus hedonis tentunya kelompok yang paling banyak adalah alienatif. Sedangkan kelompok kalkulatif menempati jumlah yang sedikit. Tahap awal dakwah di kampus hedonis harus memfokuskan pada kelompok kalkulatif. Apabila langkah awal malah langsung ke sasaran kelompok alienatif hedonis, saya khawatir kita akan kehabisan energi dan tidak menghasilkan apa-apa sampai batas studi kita di kampus tersebut habis. Langkah awal ini ditargetkan agar massa kritis (kalkulatif) mengikuti paradigma berpikir Islam sampai menjadi kader dakwah kampus. Dakwahnya dapat dilakukan dengan 4 langkah :
1. Petakan siapa saja mahasiswa yang tergolong kalkulatif.
Caranya sederhana,
• inventarislah data no hp mahasiswa kemudian kita sms kan kasus problematika umat dan minta tanggapannya.
• Atau dapat juga disebarkan semacam kuesioner terbuka tentang kasus tertentu, jangan lupa berikan kolom nama, fakultas, jurusan, semester, alamat dan no hp/telp.
• Cara yang lain dapat juga dengan penyebaran media propaganda dengan tema-tema problematika umat dan minta tanggapan melalui sms atau telepon ke no hp dan telepon yang tercantum.
Respon yang masuk baik lewat sms, telepon maupun kuesioner diseleksi. Respon yang kritis dan cerdas menunjukkan dia mahasiswa yang kalkulatif.
2. Kontak personal yang intensif pada kelompok kalkulatif.
Proses ini harus dilakukan dengan serius karena inilah aktivitas inti yang akan menentukan proses berikutnya. Bila proses ini tidak mampu dilakukan dengan baik maka proses berikutnya akan gagal.
3. Adakan event training keislaman yang ideologis dan atau diskusi publik dengan tema problematika umat yang sedang hangat.
Target peserta difokuskan pada mahasiswa kalkulatif yang kita kontak intensif sebelumnya. Pastikan semua hasil kontak person benar-benar dapat dihadirkan. Tentunya peserta umum dapat juga dihadirkan sebagai target tambahan. Jadikan event ini spektakuler, dahsyat, profesional dan berkesan. Jangan pernah membuat event yang asal-asalan. Tujuan event ini tidak sebatas opini tetapi harus dipastikan untuk rekruitmen kader. Oleh karena itu setiap event training ataupun diskusi publik harus ada sesi pengelompokan dan penawaran tindak lanjut dalam bentuk kajian intensif mingguan (misal namanya KMII : Kajian Mahasiswa Islam Intensif).
4. Pengelolaan kajian intensif mingguan yang profesional.
Tahap ini adalah tindak lanjut dari training atau diskusi publik. Siapkan pengisi/instruktur/mentor yang kapabilitasnya mumpuni dalam mengelola kajian intensif ini. Selain kajian rutin, siapkan pula pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mereka sebagai kader dakwah kampus yang tangguh. Oleh karena itu harus ada pelatihan tingkat dasar, menengah dan lanjutan. Buatlah target yang tinggi untuk merekrut kelompok kalkulatif agar kita serius untuk mencapainya. Pastikan sebagian besar mahasiswa kalkulatif di kampus hedonis kita dekati dan kita jadikan barisan aktivis dakwah kampus. Langkah awal ini adalah penentu keberhasilan pada langkah-langkah berikutnya.
Setelah kelompok kalkulatif berhasil kita pengaruhi maka langkah selanjutnya kita dapat lakukan gebrakan yang lebih dahsyat. Pada tahap ini pastikan kita mampu membuat aktivitas yang kreatif sesuai dengan kondisi kampus hedonis tetapi tetap kental warna ideologisnya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
1. Lakukan pencelupan diri kita secara serius ke dalam kelompok mahasiswa hedonis.
Langkah ini harus dilakukan dengan kontak langsung kepada mereka. Tidak ada cara lain selain ini, karena mereka akan tersentuh dengan pendekatan yang personal. Usahakan sampai kita mampu masuk ke ranah personal mereka. Sangat luar biasa bila kita mampu menjadi teman mereka. Perbanyaklah untuk mendengar mereka terlebih dahulu. Jadilah pendengar yang baik, tangkaplah kebutuhan dan keinginan mereka.
2. Buatlah aktivitas yang kreatif sesuai kebutuhan mereka tetapi tetap ideologis berdasarkan analisis hasil pencelupan diri sebelumnya.
Untuk hal ini saya pernah punya pengalaman mengemas acara dakwah dalam bentuk pentas teater dan saat itu sedang rame-ramenya kasus pembantaian kaum muslimin di Ambon. Alhamdulillah kita mampu menyedot perhatian anak-anak hedonis untuk peduli pada kasus Ambon. Kalo mereka sukanya musik mengapa tidak terpikirkan untuk membuat panggung rakyat yang berisi acara musik yang memuat kritik sosial sekaligus di dalamnya ada orasi tentang kondisi politik terhangat dengan durasi yang tidak menjemukan. Dapat juga dikemas acara training yang spektakuler selayaknya training ESQ Ary Ginanjar dengan pengelolaan yang profesional pada pemasaran acara dan operasional acara, bila memang kondisi lapangan membutuhkan hal ini. Saya yakin insya Allah kasus century pun mampu mendapatkan perhatian mereka ketika kita dapat mengemas acara yang sesuai dengan kondisi mereka.
3. Kontak lanjutan pasca acara sampai mereka mengubah pemikiran mereka sesuai dengan Islam dan menjadi bagian pengemban dakwah.
Pastikan pada tahap ini kita menunjukkan perhatian yang serius dan kecintaan yang tinggi pada mereka. Oleh karena itu pendekatan personal sangat diperlukan, tidak sebatas formalitas. SMS center adalah langkah yang cerdas untuk memelihara hubungan. SMS kan masalah-masalah umat dengan Islam sebagai solusinya. Disamping itu kuatkan pula dengan nasihat-nasihat ruhiyah agar semakin mendekatkan Islam pada mereka. Siapkan wahana untuk menutupi kelemahan-kelemahan spiritual mereka, misalnya belajar ngaji iqro’, belajar sholat, mabit, dll. Tetapi jangan lupa setiap event apapun harus disisipi untaian nasihat ideologis agar mereka mampu berpikir keluar kotak ego mereka dan mau memikirkan kondisi umat yang terpuruk.
Semua langkah di atas adalah sesuatu yang mungkin selama kita mau untuk
KOMITMEN, ISTIQAMAH, ANTUSIAS, KERJA KERAS, SUNGGUH-SUNGGUH dan
MENCELUPKAN DIRI DI MEDAN DAKWAH DENGAN INTEGRITAS YANG TINGGI
Selamat Bergerak
Hidup Perjuangan…. Hidup Ideologi Islam….
© 2010 Dakwahkampus.com
Label: Tips n Trik
Sabtu, 11 Desember 2010
Diposting oleh
Requaza
Teman-teman blogger yang budiman, saya mau ksi saran nih buat kamu yang ingin agar blognya g lola saat di akses, kebanyakan blog yg diperhatikan lbh dominan thp tampilannya yg menarik, pdhal dianya sendiri ingin agar blognya it mudah dn cepat saat di akses oleh pengunjung.. oleh krn itu saran sy pribadi gantilah background dan template yg terlalu penuh dengan warna-warna, karena tiap pixel dr warna itulah yg membuat pengaksesan ke blog jadi lambat... apalagi klo warnanya campur2.. wes lambat dah itu, sebaiknya hindari warna berlebih, idealnya sih dominan putih karena warna putih tidak memiliki nilai pixel untuk menarik bandwidth akses internet dengan begitu akan langsung dengan mudah terbuka,, y emang g semenarik yg memiliki warna macem2 tp kan yg penting isinya... hehe itu hanya pendapatku saja, diterima monggo, g diterima jg g papa.. share only
Read MoreLabel: Tips n Trik
Diposting oleh
Requaza
Label: Tips n Trik
Kamis, 09 Desember 2010
Diposting oleh
Requaza
Para ilmuwan dari University of California, Berkeley, AS, pernah meneliti otak tikus. Mereka menemukan, otak tikus tumbuh sebesar 4 persen saat mereka dipaksa menjalankan tugas mental setiap hari, misalnya mencari jalan keluar dari lorong yang berliku, memanjat tangga, dan bersosialisasi dengan tikus lain.
1. Latih kemampuan mengamati.
Perhatikan lingkungan sekitar. Rekam dalam pikiran apa yang Anda lihat, mulai dari yang paling sederhana dan diteruskan dengan observasi yang lebih rumit.
2. Asah indra.
Bisa dilatih dengan membedakan rasa makanan yang disukai dan yang tidak. Menyadari bau dan aroma di sekitar atau bunyi-bunyian yang ada di jalan atau mungkin rasa panas atau dingin udara di sekitar Anda.
3. Hafalkan nama teman-teman dan pasangkan nomor teleponnya.
Ada berapa yang bisa diingat? Latih supaya bisa mengingat lebih banyak.
4. Pelajari sesuatu yang baru.
Banyak membaca dan berkenalan dengan hal-hal lain yang mungkin bukan bidang Anda, bisa bahasa asing, pengetahuan tentang komputer, dan lain-lain.
5. Gunakan tangan supaya mengikuti petunjuk otak.
Misalnya bermain gitar, mengetik tanpa melihat tuts, mengerjakan prakarya dari kayu, atau berlatih menulis halus.
6. Tekuni hobi.
Gunakan kesempatan untuk mengembangkan hobi Anda.
7. Pelajari dan hafalkan tanggal-tanggal penting, menyangkut anggota keluarga, teman, atau perayaan tertentu.
8. Hafalkan sesuatu yang Anda sukai.
Bisa jadi itu puisi, lagu, kalimat dari sebuah buku atau kata-kata seseorang. Sebisa mungkin juga usahakan agar kalimat yang digunakan adalah bahasa asing.
9. Latihan menghafal urutan angka berderet panjang, misalnya 32145687390282930498.
Ini adalah bentuk latihan memperbaiki daya ingat jangka pendek. Lakukan dengan mengelompokkan atau memecah bilangan itu menjadi beberapa bagian, misalnya 3214568 kemudian 7390282 dan terakhir 930498.
10. Ingat perjalanan pribadi.
Apa yang sedang Anda kerjakan satu jam lalu, minggu lalu pada hari Rabu pukul 10.00, misalnya. Dengan siapa, di mana, dan seterusnya.
11. Ingat dan teliti ulang pengeluaran harian.
Apa yang Anda beli kemarin? Berapa uang yang ada dalam dompet Anda sekarang? Kapan Anda terakhir mengambil uang tunai, dan seterusnya.
Latihan-latihan ini akan memungkinkan sel otak tetap aktif dan jaringan penghubung antarsel otak semakin rapat. Kegiatan mental yang menantang meningkatkan jumlah sirkuit aktif atau sinapsis dalam otak. Semakin banyak sirkuit, semakin banyak asosiasi, makin besar pula kemampuan mengingat.
Label: Tips n Trik
Diposting oleh
Requaza
ada tips dikit nih buat temen2 yg pengen blognya biar rame di kunjungin orang2.. yah simpel bgt, coba dengan kirimi pesan kepada teman-temanmu yg ada di facebook,, cantumkan alamat blogmu d dalamnya... abis itu liatin deh rating blogmu bakalan naik..
hehe cara ini emg ampuh,, terbukti pertama kali saya coba dan berhasil meningkatkan rating pengunjung dari temen2 yg da d FB..
Label: Tips n Trik
Diposting oleh
Requaza
berikut akan saya sebutkan beberapa kesalahan dalam penggunaan flashdisk menurut versi saya dan hasil pengamatan saya pribadi,, yang kemungkinan sudah banyak orang yang mengetahui hal ini, namun tidak ada salahnya saya uraikan kembali untuk memperjelasnya saja.
beberapa kesalahan tersebut antara lain:
1). me-run file langsung dari flashdisk.
2). meng-cut file langsung dari flashdisk
3). men-delete file langsung dari flashdik
4). mencabut flash tanpa menutup dahulu program yang sedang berjalan dari flash
5). mencabut flashdik tanpa me-reject dari "safely remove hardware"
6). membiarkan flashdisk berlama-lama di kompie hingga terasa panas
nah ke enam hal di atas sebaiknya lebih di waspadai saja apabila flashmu g mau cepet rusak, karena flashdisk jaman sekarang makin rentan error..
adapun beberapa tips untuk menjaga flashdisk berumur panjang adalah:
1). copy file yg akan digunakan dari flashdisk ke hardisk komputer sblm di run
2). jgn run, cut, or delete file dari flashdisk secara langsung
3). tiap mencabut flashdisk, jgn lupa reject melalui "safely remove hardware"
4). jgn membiarkan flashdisk berlama2 di kompie tanpa urusan yg jelas
5). format flashdisk secara berkala apabila isi flash udah penuh
6). apabila masih ada isinya d copy dulu ke hardisk kompie baru d format
jadi seperti itu teman2.. semoga artikel ini bermanfaat bagi yg awam masalah flasdisk,... ingat fungsi flashdisk sebenarnya adalah untuk mengkopi-paste file saja, meskipun bisa digunakan untuk hal2 yang lain,, tapi ingat bahwasanya umur flashdisk ditentukan baik tidaknya cara kita menggunakannya..
Label: Tips n Trik
Diposting oleh
Requaza
temen2 yang baru belajar ngeblog, baru bikin blog, ataupun yang sudah lama dan mahir dalam blog, saya disini mau share aja sedikit tips mengenai visual blog yang sebaiknya temen2 buat,,. maap sebelumnya disini saya bukan menggurui ataupun menyarankan, saya cuma mau kasih info terkait blog yang barangkali temen2 punya.. dari kebanyakan blog yang pernah saya kunjungi, (ini hanya hasil survei pribadi sy j) ada beberapa blog yang memiliki widget rame banget,, taukan apa itu widget?, sejenis gadget yg ada di blog. memang sih widget2 it membuat tampilan blog semakin menarik dan enak diliat, tapi hal tsb memiliki kelemahan yakni lola saat d akses (lola = loading lambat, dan jarang sekali sy melihat blog2 yg d kunjungi banyak orang memiliki widget2 yg rame,, rata2 blog mereka sederhana, yg penting isinya berkualitas dan cepat dalam pengaksesannya,. ya dari saya pribadi seperti it bahwasanya blog yg bagus it bukan dari widget2 ato tampilannya yang "waahhh" melainkan dari isinya yang "waahhh" dan cepat dalam pengaksesannya.
perlu di ingat kebanyakan pengunjung mencari isi daripada memperhatikan visual.. so silahkan dipikirkan sebaiknya blogmu sperti apa.. ^_^
Label: Tips n Trik
Diposting oleh
Requaza
Bagi para penghafal Al Quran yang pemula, menambah hafalan mempunyai kesulitan tersendiri. Tetapi seiring dengan waktu kesulitan ini akan terlampaui. Ketika itu kesulitan lain timbul yaitu mengulang hafalan (murajaah). Pada saat hafalan makin bertambah banyak, murajaah juga semakin berat.
Untuk surat-surat yang agak panjang (50 ayat) dan yang panjang (diatas 100 ayat), biasanya kita sangat hafal separuh awal dari surat tersebut. Untuk separuh terakhir sulit bagi kita untuk mengingatnya. Ini akan ditandai dengan “macet” ketika saat memurajaah. Mengapa hal ini terjadi? Hal ini disebabkan kita selalu menghafal/murajaah dari awal surat (ayat 1). Ketika selesai menghafalkan sebuah surat, ayat-ayat awal itulah yang lebih sering dilafadzkan dibandingkan dengan ayat-ayat yang akhir. Sehingga otak kita lebih hafal ayat-ayat awal. Itulah sebabnya kita sangat hafal ayat-ayat awal surat dan sering lupa pada ayat-ayat akhir surat.
Kesulitan kedua adalah ketika kita „macet“ sulit bagi kita untuk mengetahui ayat selanjutnya. Ayat-ayat setelah „ayat macet“ menjadi gelap. Ini dikarenakan kita menghafal secara sekuensial/berurutan, sehingga satu ayat selalu diingat setelah ayat sebelumnya. Sehingga kalau ayat “sebelumnya” macet maka ayat selanjutnya menjadi hilang juga. Dalm hal ini tidak ada cara lain untuk mengingatnya selain membuka mushaf Al Qur’an.
Lalu bagaimana cara efektif untuk menanggulangi masalah tersebut?
Kuncinya adalah ketika proses menghafal sebuah surat dilakukan. Hafalkan surat dengan cara memotongnya menjadi 10 ayat 10 ayat. Di dalam tiap sepuluh ayat potong-potong lagi menjadi 5 ayat-5 ayat.
Misalnya kita menghafal surat An Naba yang didalamnya ada 40 ayat. Caranya adalah sebagai berikut :
1. Hafalkan ayat 1 sampai lancar. Lakukan sampai ayat 5.
2. Kemudian hafalkan secara berurut ayat 1 sampai dengan ayat 5. Ikatlah ayat 1 sampai ayat 5 dengan mengulang-ulangnya bersama-sama sampai lancar. Gerak-gerakkan jari-jari tangan anda sesuai dengan ayat yang sedang di hafal. Bila menghafal ayat 1 gerakkan ibu jari, ayat 2 gerakkan jari telunjuk, ayat 3 gerakkan jari tengah, ayat 4 gerakkan jari manis dan ayat 5 gerakkan jari kelingking.
3. Kemudian hafalkan ayat 6 sampai 10 sambil menggerak-gerakkan jari-jari tangan kiri sama seperti yang dilakukan oleh tangan kanan. Ulang-ulang ayat 6 sampai 10 sampai lancar. Kegiatan ini mengikat ayat 6 sampai dengan ayat 10
4. Sekarang mengulang menghafal ayat 1 sampai 10 dengan sambil menggerak-gerakkan jari sesuai dengan nomor ayat yang dilafazkan. Lakukan sampai lancar. Hal ini mengikat ayat 1 sampai 10.
5. Lakukan langkah diatas untuk ayat 11-20, ayat 21-30 dan ayat 31-40.
6. Terakhir gabungkan semua ayat (ayat 1 sampai 40) dalam surat tsb. Ulang-ulang sampai lancar
Kemudian bagaimana anda murajaah sebuah surat bila kita telah menghafal secara konvensional? Bila surat tersebut ayat-ayatnya pendek maka kelompokkan menjadi 10 ayat-10 ayat. Hafalkan per 10 ayat. Bila suratnya berayat yang panjang-panjang seperti Al Baqarah, Ali Imran, An Nisaa dll, maka pecah 10 ayat menjadi 5 ayat-ayat.
Manfaat dari menghafal dengan sistem potongan ini adalah:
1. Ketika murajaah kita tidak selalu harus memulai dari awal surat – ayat1- sehingga untuk surat yang panjang murajaah dapat dilakukan sepotong-sepotong di dalam shalat kita. Misalnya: untuk setiap rakaat shalat kita membaca 10 ayat. Maka ketika shubuh kita sudah dapat murajaah sampai 40 ayat (sunnat shubuh 2 rakaat dan shubuh 2 rakaat). Ini cukup bagus untuk surat An Naba yang 40 ayat. Atau untuk surat yang panjang seperti Al Baqarah, bila dilakukan 10 ayat untuk setiap rakaat shalat, maka selesai shalat isya kita sudah murajaah 100 ayat! Bila ditambah dengan shalat2 sunnah rawatib maka kita bisa murajaah 200 ayat dalam sehari. Dan bila ditambahkan dengan shalat dhuha dan tahajjud kita bisa mnyelesaikan 286 ayat Al Baqarah dalam shalat yang dilakukan sehari semalam!
2. Kita tidak merasa susah murajaah karena seakan-akan kita sedang menghafal surat-surat yang pendek saja. Secara psikologis kita merasa lebih ringan. Dan di dalam memurajaah surat yang panjang kita mempunyai
3. Menguatkan secara merata ayat-ayat di seluruh surat. Bukan hanya ayat-ayat awal surat saja. Ketika memurajaah surat-surat yang panjang dan kemudian terputus oleh kondisi eksternal – tamu datang, telfon berdering, anak menangis, masakan gosong dll- kita masih tetap bisa melanjutkan ayat selanjutnya setelah kondisi eksternal tertangani. Tanpa harus mengulangi dari awal surat. Dengan metoda menghafal konvensional maka kita kita harus selalu mengulangi mulai dari awal surat lagi. Kondisi-kondisi seperti ini akan menguatkan hafalan ayat-ayat awal dan menurunkan kualitas hafalan ayat-ayat akhir.
4. Hafal nomot ayat tanpa kita sadari. Ini adalah bonus yang sangat bermanfaat untuk kita
5. Mengatasi kasus „ayat macet“. Bila macet di satu ayat biasanya akan berhenti memurajaah surat tersebut karena ayat-ayat yang selanjutnya sangat bergantung pada ayat yang macet/lupa. Tetapi dengan sistem ‚potong surat’ ini kita masih tetap bisa terus memurajaah ayat-ayat setelah ayat macet ini. Mengapa ? Karena dalam menghafal sistem ini setiap ayat independen diletakkan dalam memori otak kita. Sebuah ayat tidak hanya dikaitkan dengan ayat yang sebelumnya –seperti dalam sistem menghafal konvensional- tapi juga dikaitkan dengan nomornya (yang diingat secara tidak sadar dengan menggerak-gerakkan jari tangan ketika menghafal). Ketika memori yang terkait dengan ayat sebelum terlupakan maka ada „ pengait“ yang lain yaitu nomor surat. Percaya atau tidak? Anda tinggal mencoba sistem ini dan merasakan hasilnya!
Melakukan metoda ini tak sesulit membaca baris-baris di atas. Bila anda melakukannya ini adalah hal yang sangat simpel. Metoda ini menjadikan kita santai dan tidak stres dalam memurajaah. Karena kita mempunyai „petunjuk/milestones“ dalam surat-surat hafalan kita yaitu ayat 1, 11, 21, 31, 41 dst. Kita akan memurajaah „ayat-ayat pendek“, yaitu 10 ayat saja. Cobalah anda praktekkan dan anda akan terkejut dengan hasilnya.
Selamat bermurajaah!
Posted by: Gatot Pramono on: Desember 13, 2007
Label: Tips n Trik
Selasa, 30 November 2010
Diposting oleh
Requaza
Label: Tips n Trik
Sabtu, 16 Oktober 2010
Diposting oleh
Requaza
Ada sebait do'a yang pernah diajarkan Rasulullah SAW dan disunnahkan untuk dipanjatkan kepada Allah Azza wa Jalla sebelum seseorang hendak belajar. do'a tersebut berbunyi : Allaahummanfa'nii bimaa allamtanii wa'allimnii maa yanfa'uni wa zidnii ilman maa yanfa'unii. Dengan do'a ini seorang hamba berharap dikaruniai oleh-Nya ilmu yang bermamfaat.
Apakah hakikat ilmu yang bermamfaat itu? Secara syariat, suatu ilmu disebut bermamfaat apabila mengandung mashlahat - memiliki nilai-nilai kebaikan bagi sesama manusia ataupun alam. Akan tetapi, mamfaat tersebut menjadi kecil artinya bila ternyata tidak membuat pemiliknya semakin merasakan kedekatan kepada Dzat Maha Pemberi Ilmu, Allah Azza wa Jalla. Dengan ilmunya ia mungkin meningkat derajat kemuliaannya di mata manusia, tetapi belum tentu meningkat pula di hadapan-Nya.
Oleh karena itu, dalam kacamata ma'rifat, gambaran ilmu yang bermamfaat itu sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh seorang ahli hikmah. "Ilmu yang berguna," ungkapnya, "ialah yang meluas di dalam dada sinar cahayanya dan membuka penutup hati." seakan memperjelas ungkapan ahli hikmah tersebut, Imam Malik bin Anas r.a. berkata, "Yang bernama ilmu itu bukanlah kepandaian atau banyak meriwayatkan (sesuatu), melainkan hanyalah nuur yang diturunkan Allah ke dalam hati manusia. Adapun bergunanya ilmu itu adalah untuk mendekatkan manusia kepada Allah dan menjauhkannya dari kesombongan diri."
Ilmu itu hakikatnya adalah kalimat-kalimat Allah Azza wa Jalla. Terhadap ilmunya sungguh tidak akan pernah ada satu pun makhluk di jagat raya ini yang bisa mengukur Kemahaluasan-Nya. sesuai dengan firman-Nya, "Katakanlah : Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menuliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (dituliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)." (QS. Al Kahfi [18] : 109).
Adapun ilmu yang dititipkan kepada manusia mungkin tidak lebih dari setitik air di tengah samudera luas. Kendatipun demikian, barangsiapa yang dikaruniai ilmu oleh Allah, yang dengan ilmu tersebut semakin bertambah dekat dan kian takutlah ia kepada-Nya, niscaya "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al Mujadilah [58] : 11). Sungguh janji Allah itu tidak akan pernah meleset sedikit pun!
Akan tetapi, walaupun hanya "setetes" ilmu Allah yang dititipkan kepada mnusia, namun sangat banyak ragamnya. ilmu itu baik kita kaji sepanjang membuat kita semakin takut kepada Allah. Inilah ilmu yang paling berkah yang harus kita cari. sepanjang kita menuntut ilmu itu jelas (benar) niat maupun caranya, niscaya kita akan mendapatkan mamfaat darinya.
Hal lain yang hendaknya kita kaji dengan seksama adalah bagaimana caranya agar kita dapat memperoleh ilmu yang sinar cahayanya dapat meluas di dalam dada serta dapat membuka penutup hati? Imam Syafii ketika masih menuntut ilmu, pernah mengeluh kepada gurunya. "Wahai, Guru. Mengapa ilmu yang sedang kukaji ini susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa?" Sang guru menjawab, "Ilmu itu ibarat cahaya. Ia hanya dapat menerangi gelas yang bening dan bersih." Artinya, ilmu itu tidak akan menerangi hati yang keruh dan banyak maksiatnya.
Karenanya, jangan heran kalau kita dapati ada orang yang rajin mendatangi majelis-majelis ta'lim dan pengajian, tetapi akhlak dan perilakunya tetap buruk. Mengapa demikian? itu dikarenakan hatinya tidak dapat terterangi oleh ilmu. Laksana air kopi yang kental dalam gelas yang kotor. Kendati diterangi dengan cahaya sekuat apapun, sinarnya tidak akan bisa menembus dan menerangi isi gelas. Begitulah kalau kita sudah tamak dan rakus kepada dunia serta gemar maksiat, maka sang ilmu tidak akan pernah menerangi hati.
Padahal kalau hati kita bersih, ia ibarat gelas yang bersih diisi dengan air yang bening. Setitik cahaya pun akan mampu menerangi seisi gelas. Walhasil, bila kita menginginkan ilmu yang bisa menjadi ladang amal shalih, maka usahakanlah ketika menimbanya, hati kita selalu dalam keadaan bersih. hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari ketamakan terhadap urusan dunia dan tidak pernah digunakan untuk menzhalimi sesama. Semakin hati bersih, kita akan semakin dipekakan oleh Allah untuk bisa mendapatkan ilmu yang bermamfaat. darimana pun ilmu itu datangnya. Disamping itu, kita pun akan diberi kesanggupan untuk menolak segala sesuatu yang akan membawa mudharat.
Sebaik-baik ilmu adalah yang bisa membuat hati kita bercahaya. Karenanya, kita wajib menuntut ilmu sekuat-kuatnya yang membuat hati kita menjadi bersih, sehingga ilmu-ilmu yang lain (yang telah ada dalam diri kita) menjadi bermamfaat.
Bila mendapat air yang kita timba dari sumur tampak keruh, kita akan mencari tawas (kaporit) untuk menjernihkannya. Demikian pun dalam mencari ilmu. Kita harus mencari ilmu yang bisa menjadi "tawas"-nya supaya kalau hati sudah bening, ilmu-ilmu lain yang kita kaji bisa diserap seraya membawa mamfaat.
Mengapa demikian? Sebab dalam mengkaji ilmu apapun kalau kita sebagai penampungnya dalam keadaan kotor dan keruh, maka tidak bisa tidak ilmu yang didapatkan hanya akan menjadi alat pemuas nafsu belaka. Sibuk mengkaji ilmu fikih, hanya akan membuat kita ingin menang sendiri, gemar menyalahkan pendapat orang lain, sekaligus aniaya dan suka menyakiti hati sesama. Demikian juga bila mendalami ilmu ma'rifat. Sekiranya dalam keadan hati busuk, jangan heran kalau hanya membuat diri kita takabur, merasa diri paling shalih, dan menganggap orang lain sesat.
Oleh karena itu, tampaknya menjadi fardhu ain hukumnya untuk mengkaji ilmu kesucian hati dalam rangka ma'rifat, mengenal Allah. Datangilah majelis pengajian yang di dalamnya kita dibimbing untuk riyadhah, berlatih mengenal dan berdekat-dekat dengan Allah Azza wa Jalla. Kita selalu dibimbing untuk banyak berdzikir, mengingat Allah dan mengenal kebesaran-Nya, sehingga sadar betapa teramat kecilnya kita ini di hadapan-Nya.
Kita lahir ke dunia tidak membawa apa-apa dan bila datang saat ajal pun pastilah tidak membawa apa-apa. Mengapa harus ujub, riya, takabur, dan sum'ah. Merasa diri besar, sedangkan yang lain kecil. Merasa diri lebih pintar sedangkan yang lain bodoh. Itu semua hanya karena sepersekian dari setetes ilmu yang kita miliki? Padahal, bukankah ilmu yang kita miliki pada hakikatnya adalah titipan Allah jua, yang sama sekali tidak sulit bagi-Nya untuk mengambilnya kembali dari kita?
Subhanallaah! Mudah-mudahan kita dimudahkan oleh-Nya untuk mendapatkan ilmu yang bisa menjadi penerang dalam kegelapan dan menjadi jalan untuk dapat lebih bertaqarub kepada-Nya.***
di kutip dari tausiyah KH Abdullah Gymnastiar
Label: Nasihat Islam, Tips n Trik
Minggu, 26 September 2010
Diposting oleh
Requaza
Agar rohani tetap sehat
Introspeksi diri
Perbaikan diri (taubat)
Melatih diri dengan amal shaleh
Mendalami isi al-Qurän
Memperbanyak do'a
Memperbanyak dzikir
Mencintai orang lemah dan anak yatim
Orang yang diberi rahmat dan kemuliaan oleh Allah
Tawadhu (rendah hati)
Berkata baik/santun dengan siapapun
Melaksanakan shalat malam (Tahajjud)
Yakin akan penghisaban di akhirat
Hidup secara pertengahan (moderat)
Menghindarkan diri dari dosa besar
Memiliki jiwa taubat (sensitif terhadap dosa)
Berpaling dari hal-hal yang tidak bermanfaat
Hatinya hidup
Adab bergaul (umum)
Lebih mengutamakan orang lain dari pada diri sendiri
Mengendalikan emosi
Lapang dada (memiliki jiwa pemaaf)
Membalas keburukan orang lain dengan kebaikan
Selalu menunjukkan sikap yang ramah
Adab bergaul dengan lawan jenis
Mengendalikan pandangan
Menghindari berdua-duaan yang disertai syahwat
Tidak bersentuhan langsung, kecuali darurat
Mampu memposisikan diri secara proporsional
Label: Tips n Trik
Kamis, 26 Agustus 2010
Diposting oleh
Requaza
Sebelum Nabi Muhammad saw dikukuhkan menjadi seorang Rasul beliau sudah sangat populer di tengah masyarakat kota Mekkah dengan gelar al-Amin yaitu orang yang sangat terpercaya (amanah/kredibel). Gelar ini baik sebelum maupun sesudahnya tidak pernah ada lagi.
Sungguh dahsyat pengaruh suatu kepercayaan dan luar biasa pentingnya untuk kesuksesan karir kehidupan di dunia maupun di akhirat, jah melampaui modal harta benda, kedudukan, jabatan, atau ilmu sekalipun. Ketika kepercayaan sudah sirna di hati orang lain, sulit sekali ntuk tumbuh, walaupun dengan berjuta janji atau membayar dengan harta sebanyak apapun, jikalau kepercayaan di hati orang sudah hilang maka perasaan yang muncul selalu mencurigai dan rasa tidak percaya diri akan selalu membayang dan membekas.
Berikut ini sekelumit uraian yang isya Allah akan menumbuhkan dan memperkuat kepercayaan seseorang.
A. Kejujuran yang terbuktu dan teruji
Kejujuran adalah perilaku kunci yang sangat efektif untuk membangun kepercayaan (kredibilitas), begitu pula bila sebaliknya dapat menghancurkan kehidupan seseorang.
Biasakanlah selalu jujur dimulai dari hal yang paling sederhana dan kecil sekalipun, walaupun terhadap anak kecil, karena sesunggunya Allah menilai perilaku kita, yakinlah tak akan pernah untung sama sekali dengan ketidakjujuran selain kerugian yang mendera dan menghancurkan, sudah terlalu banyak bukti di sekitar kita untuk dijadikan pelajaran.
Jangan sekali-kali berbohong atau terpancing untuk menambah omongan sehinga menjadi dusta walau dalam gurauan sekalipun.
Jangan pernah mudah membuat janji, pastikan setiap janji yang diucapkan sudah diperhitungkan matang-matang, dan berusaha keraslah untuk memenuhi janji.
Tepat waktulah dalam segala hal, jangan terlambat atau gemar menunda-nunda atau mengakhirkan.
Biasakanlah memiliki data dan fakta yang jelas, dan bersikaplah terbuka.
Milikilah kemampuan dan kesungguhan mengevaluasi diri, dan segera perbaiki diri begitu ditemukan kesalahan serta bertanggungjawablah dengan sungguh-sungguh dan tulus.
Jangan pernah patah semangat bila didapati masa lalu kita pernah atau banyak keidakjujuran.
B. Cakap
Komponen kedua yang tak kalah pentingnya adalah kehandalan dan kecakapan kita dalam melaksanakan tugas. Walaupun sangat dikenal dan teruji kejujurannya tapi kalau dalam melaksanakan tugas sering berbuat lalai dan kesalahan maka hal ini pun akan merontokkan kredibilitas.
Kunci utamanya adalah secara sadar kita harus selalu belajar, melatih diri, mengembangkan kemampuan, wawasan serta keterampilan kita secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga selalu memiliki kesiapan yang memadai untuk melaksanakan tugas.
Awalilah selalu dengan membuat perencanaan yang baikdan persiapan yang matang, gagal dalam merencanakan sama dengan merenacnakan kegagalan.
Jangan lupa selalu check and recheck, tak boleh kita melakukan sesuatu tanpa cek ulang, sangat banyak peluang kesalahan atau kegagalan yang terselamatkan dengan sikap yang selalu mengadakan pengecekan ulang.
Laksanakan segala sesuatu dengan kesungguhan, sikap yang hati-hati dan cermat, jangan anggap remeh kelalaian dan kecerobohan karena semua itu biang kesalahan dan kegagalan.
Selalu sempatkan untuk evaluasi dari setiap tahapan apapun yang kita lakukan, percayalah merenung sejenak untuk mengevaluasi membuat karya kita akan semakin bermutu.
Nikmatilah dengan menyempurnakan apa yang bisa dilakukan, jangan pernah puas dengan setengah-setengah, jangan pula puas dengan 90%, kalau kita bisa menyempurnakannya, mengapa tidak?
C. Inovatif
Segala sesuatu yang ada selalu berubah, di dunia ini tidak ada sesuatu apapun yang tidak berubah, satu-satunya yang tetap adalah perubahan itu sendiri, oleh karena itu siapa pun yang tidak menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan maka dia akan tergilas kalah oleh perubahan tersebut.
Maka jelaslah sudah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah bahwa orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi karena berarti tak ada kemajuan dan tetinggal oleh perubahan, orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dianggap orang yang celaka, karena berarti akan tertinggal jauh dab sulit mengejar, satu-satunya pilihan bagi orang yang beruntung adalah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, berarti harus ada penambahan sesuatu yang bermanfaat, inilah sikap perubahan yang diharapkan selalu terjadi pada seorang muslim, sehingga tidak akan pernah tertinggal, dia selalu antisipatif terhadap perubahan, dan selalu siap menyikapi perubahan.
Berikut ini beberapa anjuran agar kita dapat selalu mengembangkan kemanpuan kreatif kita:
Banyak membaca dan menulis.
Banyak berdiskusi dan bertanya.
Banyak melihat (mengadakan studi banding).
banyak merenung (tafakur).
Banyak berbuat dan mencoba.
Banyak beribadah dan berdo'a.
Mudah-mudahan kegighan diri kita, menjaga agar karir hidup ini menjadi orang bersih, terbuka, ujur terpercaya yang dilakukan dengan tulus karena Allah semata. Selamat berjuang saudaraku sekalian, cukuplah Allah sebagai satu-satunya tujuan, pelindung, tumpuan harapan dan satu-satunya penolong kita semua.
Wallahu a'lam bishshawab.
dikutip dari tausiyah KH. Abdullah Gymnastiar
Label: Tips n Trik
Minggu, 08 Agustus 2010
Diposting oleh
Requaza
eramuslim - Alloh Ajja wa Jalla adalah Dzat yang Maha Sempurna segala-gala-Nya, Maha luas tak terbatas pengetahuan-Nya. Sangat pasti hanya Alloh-lah Dzat yang Maha Memiliki segala keagungan, Kemuliaan dan Keunggulan. Sungguh beruntung bagi siapapun yang dikaruniai oleh-Nya potensi dan bakat untuk unggul. Lebih beruntung lagi bagi siapapun yang di karuniai kemampuan untuk mengoptimalkan potensi dan bakatnya sehingga menjadi manusia unggul dan prestatif. Namun, betapa banyak pula orang yang cukup potensial tetapi tidak menjadi unggul. Betapa banyak orang yang memiliki bakat terpendam dan tetap "terpendam", tidak tergali karena tidak tahu ilmu untuk mengoptimalkannya.Padahal tiap orang pada dasarnya memiliki potensi untuk unggul, termasuk kita. Berikut ini beberapa kiat menjadi pribadi unggul dan prestatif.
1. PERCAYA DIRI
Bagi orang yang ingin memacu percepatan dirinya, maka tidak bisa tidak waktu adalah kuncinya. Sebab sesungguhnya waktu adalah hidup kita. Orang bodoh adalah orang yang diberi modal hidup berupa waktu kemudian ia sia-siakan. Ada tiga kelompok orang yang menggunakan waktu, yaitu : Orang sukses, yaitu orang yang menggunakan waktu dengan optimal, salah satu cirinya adalah ia melakukan sesuatu hal yang tidak di minati oleh orang gagal.Orang malang, yaitu orang yang hari-harinya diisi dengan kekecewaan dan selalu memulai sesuatu pada keesokan harinya.Orang hebat, yaitu orang yang bersedia melakukan sesuatu sekarang juga. Bagi orang hebat tidak ada hari esok, dia berkata bahwa membuang waktu bukan saja kejahatan, tetapi suatu pembunuhan yang kejam.Karena mengetahui dan menyadari akan pentingnya waktu berarti memahami pula nilai hidup dan kehidupan ini. Oleh karena itu, yang pertama dan utama yang harus dilakukan untuk menjadi pribadi unggul adalah pantang menyia-nyiakan waktu. Kita tidak boleh melakukan sesuatu dengan sia-sia, sebab semua yang dilakukan sangat pasti memakan waktu, sedangkan waktu itu sangat berharga. Tidak mungkin kita melakukan yang sia-sia (mubadzir), bukankah perbuatan mubadzir itu adalah perbuatan syetan, Alloh SWT berfirman : "sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan, dan syetan itu sangat ingkar pada Tuhan-Nya". (QS. Al Israa (17:27)
Lihatlah hidup keseharian kita, seringkali secara sadar atau tidak telah melalaikan waktu. Anehnya tidak jarang setengah mati kita menjaga harta kita supaya tidak hilang dicuri orang, tapi jarang menjaga waktu agar tidak dicuri dengan hal-hal yang sia-sia. Berapa banyak kita ngobrol sia-sia yang berarti dia telah mencuri waktu kita. Berapa banya waktu kita untuk nonton TV yang tidak semua acaranya mendidik kita agar lebih berhasil guna dan berdaya guna, dan TV telah mencuri waktu kita. Maka mulai sekarang pantanglah kita menyia-nyiakan waktu tanpa faedah. Alloh berfirman: "Sesungguhnya berintunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusu dalam sholatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna". Artinya sholat yang terpelihara mutunya, khusu namanya, yang dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar menjaga kualitas mutu sholatnya, itulah yang beruntung.Jadi pastikan waktu yang digunakan hanya diisi untuk memacu dan menempa kemampuan diri. Artinya setiap jam, setiap hari, setiap minggu yang kita lalui harus selalu benar-benar full manfaat dan lebih yang orang lain lakukan.
2.SISTEM YANG KONDUSIF
Sistem yang kita masuki itu akan sangat mempengaruhi percepatan diri kita, salah dalam memilih sistem, memilih lingkungan maka akibatnyapun akan segera kita rasakan. Maka barang siapa ingin memiliki percepatan diri yang baik untuk menjadi unggul, maka harus bisa mencari sistem dan lingkungan atau teman-teman yang berkualitas. Sistem yang memiliki keunggulan dari standar biasa, lingkungan yang memuliakan perilaku yang terjaga, teman yang memiliki kehalusan budi pekerti yang tinggi. Apa bila kita memasuki dalam sistem seperti ini, maka imbasnya pada diri kita jua. Percepatan kita akan terkontrol untuk menjadi unggul dan bermutu. Lembaga atau organisasi yang memiliki sistem yang unggul, banyak yang telah membuktikan dirinya tampil dalam kehidupan bermasyarakat lebih maju dan lebih bermutu.
Maka kalau ingin memiliki pribadi yang unggul, tangguh dan prestatif, pastikan untuk tidak salah dalam memilih pergaulan. Sebab salah dalam memilih pergaulan lingkungan, salah dalam memilih sistem, berarti telah salah dalam memilih kesuksesan. Ingatlah pepatah "Bergaul dengan tukang minyak wangi akan kebawa wangi, bergaul dengan pandai besi akan kebawa bau bakaran".
3. BERDAYA SAING POSITIF
Dalam setiap kesempatan dan lingkungan, kita harus memiliki naluri berdaya saing positif. Kalau tidak, pasti kita akan berat menghadapi hidup ini. Majalah "Panji" pernah memberitakan bahwa beberapa tahun lagi Universitas-Universitas luar negri, seperti Oxford, Harvard, UCLA, Stanford dan Universitas beken lainya, akan masuk ke Indonesia. Kenyataan ini akan membuat miris beberapa perguruan tinggi. Sikap ini nampaknya dipicu oleh kenyataan adanya kesenjangan kualitas Perguruan Tinggi dalam negri dan Perguruan Tinggi luar negri.
Bagi Perguruan Tinggi yang tidak memiliki mental berdaya saing positif, akan membuat mereka panik, kalang kabut karena takut kesaingan. Melihat kenyataan yang sama atau lebih darinya, maka akan dianggap sebuah ancaman yang seolah-olah akan menghancurkanya.Namun bagi yang memiliki mental bersaing yang positif, hal itu justru akan di tanggapi dengan senang hati, seolah-olah dia mendapatkan sparing partner yang akan memacunya lebih berkualitas lagi. Sebab mereka yang tidak diberi pesaing, kadang-kadang tidak membuat mereka maju.
Pepatah mengatakan bahwa "lebih baik menjadi juara dua di antara juara umum, dari pada jadi juara satu dari yang lemah, atau juara utama dari yang bodoh". Karena yang terpenting bukan jadi juaranya, tapi bagai mana caranya kita memompa kemampuan optimal dalam menjalani kehidupan. Lebih baik juara dua di antara juara dari pada juara umum di antara yang kalah. Sahabat-sahabat sekalian, kita janganlah sebel jika melihat orang lain lebih baik dari kita, karena orang-orang yang suka iri hati, sebel dongkol kepada prestasi orang lain, biasanya tidak akan unggul. Berani bersaing secara sehat dan positif adalah kunci menuju gerbang kesuksesan.
4. MAMPU BERSINERGI (BERJAMAAH).
Steven R. Covey, mencantumkan sinergi sebagai salah satu dari tujuh kebiasaan yang efektif. Dalam bersinergi atau berjamaah akan tercermin perbedaan nilai tiap individu, yang kalau kita mampu mengelolanya akan melahirkan team work yang solid, dimana nilai hasilnya akan jauh lebih besar, lebih dahsyat atau lebih unggul dibandingkan kalau dilakukan sendiri-sendiri. Makin besar kekuatan sinerginya dalam setiap kali berinteraksi dengan yang lain, maka akan semakin besar pula kemampuan yang di hasilkan , itulah diantara kunci menjadi unggul. Jadi kalau ingin menjadi unggul, nikmati hidup berjamaah, karena seorang yang pintar jika bertemu orang yang pintar akan bertambah pintar. Untuk itu berjamaahlah, tapi berjamaah yang positif, karena berjamaah itu ada kalanya saling melemahkan dan saling melumpuhkan. Maka, lakukanlah branchmarking (studi banding) ke institusi lain sebagai perbandingan, dan ini sangat penting. Hal ini agar pemikiran kita terus berkembang tidak mandek atau di situ-situ terus.. Oleh karena itu jangan pernah meremehkan orang lain, setiap bertemu orang harus jadi sarana perubahan dan penambahan wawasan kita. Jangan merasa pintar sendiri, merasa yang terbaik, yang terbagus, maka sebenarnya kita telah menjadi yang terbloon.
5. MANAJEMEN KALBU
Tidak bisa tidak, bagi pribadi yang ingin unggul dan prestatif maka dia harus mampu mengendalikan suasana hatinya, karena orang itu tergantung suasana hatinya. Kalau hatinya merasa gembira, maka dia gembira. Kalau hatinya sedang sedih maka sedih pula dirinya, kalau hatinya lagi dongkol, ngambek , maka seperti itulah dirinya. Semua tergantung pada suasana hatinya, maka bagi orang yang tidak mampu mengendalikan/mengelola hatinya akan merasa repot dalam menghadapi hidup ini. Rosululloh SAW bersabda "ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya, tetapi bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama hati",(HR. Bukhari – Muslim).
Oleh : K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR
Label: Tips n Trik
RSS Feed
Twitter