Tampilkan postingan dengan label Universitas Brawijaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Universitas Brawijaya. Tampilkan semua postingan

Data Dosen ILKOM FMIPA UB

Sabtu, 12 Februari 2011


Bismillah, Agan-agan..

Ni yang membutuhkan Nama, NIP serta no.telepon Dosen Ilkom.

Boleh di manfaatkan, tapi jangan di spam :D

Semoga bermanfaat Gan..:D


Read More

Penerapan Program Kantin Kejujuran Sebagai Implementasi Pembelajaran Pemberantasan Korupsi di Universitas Brawijaya

Senin, 29 November 2010

KATA PENGANTAR

Di zaman sekarang ini nilai kejujuran sudah semakin luntur, kebudayaan berlaku tidak jujur telah mewabah dan menjamur dalam budaya negeri ini, ketidak jujuran dalam berkata, bersikap, dan lain sebagainya cenderung sudah di anggap lumrah oleh sebagian orang, bahkan parahnya orang-orang sekarang sudah menganggap ketidak jujuran merupakan bagian dari perilaku hidup kreatif. Ironis sekali di saat adanya peringatan hari anti korupsi sedunia para Lembaga Sosial Masyarakat dengan berbondong-bondong menyemarakkan kegiatan tersebut dan para pemimpin negara yang ikut-ikutan berpidato mengutuk para koruptor namun pada kesehariannya telah membiasakan dirinya berlaku tidak jujur walaupun dalam hal-hal kecil atau hal yang sepele, jelas hal ini tidak akan bermanfaat dan berpengaruh apa-apa dikala dirinya sendiri saja masih belum dapat melaksanakan larangan yang ia sampaikan sendiri, maka dari pada itu diperlukan yang namanya penjagaan diri yang kokoh, dimana tatkala terjadi kesempatan melakukan tindakan tidak jujur kita masih dapat membentengi diri dari ancaman hal tersebut, hal pokok itu adalah semangat spiritualitas, karena dengan semangat spiritualitas itulah segala tindak tanduk kita akan terasa di awasi oleh yang satu-satunya yang maha mengawasi, yaitu Allah SWT.
 
Kantin Kejujuran
Kantin kejujuran merupakan sebuah program yang telah dirintis sebelumnya oleh pemerintah. Pemerintah mencoba mendirikan warung kejujuran di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sebagai upaya edukatif anti korupsi
Kantin itu dikelola oleh murid dan mahasiswa sendiri dengan modal patungan. Untuk membeli makanan di kantin itu murid tinggal memasukkan sendiri uangnya ke dalam kotak yang disediakan, termasuk mengambil kembaliannya sendiri manakala uang yang dibayarkan lebih. Tapi, lebih praktisnya pembeli diminta membayar dengan uang pas.
Di situlah kejujuran para murid dan mahasiswa dilatih. Sebab, kantin itu tanpa ada yang menunggu. Mereka yang tidak jujur, bisa jadi ambil kue dua tapi cuma bayar satu. Tapi kebiasaan yang terjadi, secara psikologis siswa akan malu dengan sendirinya manakala tidak jujur dalam membeli makanan di kantin apalagi bila hal itu diketahui teman-temannya. Terlebih lagi bila di kantin itu diberi ''kata-kata mutiara'' sebagai pengingat yang bisa memacu motivasi siswa untuk bersikap jujur. Misalnya tulisan yang ditempel di dinding kantin berbunyi ''jujur membawa sehat, tidak jujur membawa sesat'', dan lain sebagainya.
 
BAB I

Pendahuluan


Latar Belakang

Harapan dan cita- cita akan adanya kejujuran dalam setiap individu masyarakat negeri ini nampaknya kembali dipertanyakan. Sekolah, yang merupakan wadah aktivitas pendidikan paling utama, tidak hanya mengajarkan pengetahuan umum dan agama saja, lebih dari itu, kantin kejujuran merupakan salah satu “mata pelajaran” yang ampuh untuk menjauhkan korupsi.
Korupsi dalam dunia pendidikan, menurut laporan Indonesian Corruption Watch, dilakukan secara bersama- sama dalam berbagai jenjang, dari tingkat sekolah, perguruan tinggi, dinas, sampai departemen. Guru, kepala sekolah, dosen, dekan, rektor kepala dinas, dan seterusnya masuk dalam jaringan korupsi. Perguruan tinggi yang diharapkan menjunjung nilai- nilai kejujuran justru mempertontonkan kepada mahasiswanya praktik- praktik korupsi. Lalu, bagaimana dengan para mahasiswa?
Di saat asa dan cita kita membumbung tinggi untuk membentuk insan yang bermental jujur serta amanah lewat “testing” kantin kejujuran ini, namun justru hal yang diharapkan dari kantin kejujuran ini gagal, kita pantas untuk mengerutkan dahi.
Bagaimana tidak, para mahasiswa adalah tunas bangsa yang menjadi harapan kita bersama, di tangan merekalah tongkat estafet kemajuan bangsa ini berada. Namun, kenapa korupsi itu terjadi “secara dini” di kalangan mahasiswa kita?
Bologna dan Lindquist dalam Fraud Auditing and Forensic Accounting (New York: John Wiley & Sons, 1995) menyatakan “Tindak kecurangan korupsi bisa terjadi pada siapa saja, tidak dapat dibedakan secara demografi maupun karakteristik psikologis. Siswa yang nampaknya “berwajah” jujur tak segan mengambil uang kantin, atau mengambil uang kembalian jajan lebih besar. Hal ini memang merupakan tantangan kita bersama, bahwa salah satu media pembentukan mental yang jujur adalah dengan memberikan mereka ” kebebasan” dalam bertindak. Apakah mereka mampu berdialog dengan hati nurani atau tidak? Tentu, para mahasiswa sudah cukup matang dan mampu berfikir secara logis akan bahaya dan akibat dari korupsi.
Dalam kasus ini, pihak universitas sebagai pihak terlibat secara langsung haruslah pandai- pandai membuat kebijakan dan penyuluhan lebih lanjut terhadap para mahasiswa agar bisa mengarahkan mereka untuk berbuat fair, begitu pula peran orangtua dalam menciptakan lingkungan yang terbuka dan jujur.
Di sisi lain, bagaimana pun juga kita harus mengapresiasi pihak universitas dan masyarakat yang turut serta mendukung kantin kejujuran ini, dengan harapan akan terciptanya sebuah budaya kejujuran, keterbukaan serta mmenghapus budaya korupsi yang sudah terlanjur mengakar di hampir setiap sektor kehidupan kita.
 
BAB II
PEMBAHASAN

Sebuah cara baru untuk memupuk jiwa kejujuran kini mulai diterapkan di Universitas Brawijaya. Cara ini bisa dibilang adalah langkah awal untuk memberangus semakin akutnya budaya korupsi di negeri ini.
Seperti telah banyak diketahui bahwa korupsi merupakan pangkal permasalahan ekonomi di bumi pertiwi. Kesejahteraan rakyat akan menjadi hal yang mustahil diwujudkan jika sifat korupsi masih hinggap di hati-hati para pemimpin negeri ini.
Kantin kejujuran adalah sebuah langkah nyata demi memberantas korupsi sedari dini yang dilakukan di lebih dari seribu sekolah SD, SMP, SMA dan Madrasah yang terdapat di seluruh Indonesia. Dan itu kini diterapkan di Universitas Brawijaya.
Tujuan didirikannya kantin kejujuran ini memang tidak main-main. Dilihat dari namanya saja, kantin kejujuran, kita sudah bisa melihat tujuan utama dari kantin kejujuran yakni melatih kejujuran para mahasiswa serta mencegah tindakan korupsi mulai dari lingkungan kampus, dan diharapkan bahwa perilaku terpuji ini bisa terbawa dan tertular hingga di lingkungan luar kampus, dan di masa-masa berikutnya selepas keluar dari kampus dan hidup bermasyarakat pada umumnya.
Kantin kejujuran adalah sebuah kantin yang prinsipnya sama seperti kantin biasa pada umumnya. Perbedaan mendasar hanya terletak pada tidak ada penjaga kantin yang bertugas melayani dan mengawasi keluar masuk barang dan uang.
Karena tidak ada penjaga kantin, maka setiap mahasiswa yang ingin membeli barang dan makanan yang disediakan di kantin kejujuran ini hanya bisa melihat bandrol harga dan label barang yang tersedia di kantin kejujuran tersebut. Biaya yang dikeluarkan mahasiswa sesuai dengan banyak transaksi barang dan jumlah harga keseluruhan barang yang mereka beli tersebut.
Jadi, bila seorang mahasiswa A membeli barang seharga Rp 2000 maka ia wajib membayarnya Rp 2000 pula. Pun juga dengan uang kembalian, mahasiswa tersebut bisa mengambil sesuai dengan besar kembalian yang memang menjadi haknya. Disinilah akan dilatih rasa kejujuran dari mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa yang curang mungkin hanya akan membayar kurang dari harga barang yang dibelinya, taruhlah membeli barang seharga Rp 2000 kemudian ia hanya membayarnya dengan Rp 1000.
Ini akan melatih rasa kejujuran para mahasiswa serta mencegah tindakan korupsi sedari dini. Jadi, hakikatnya para mahasiswa sendiri yang menjadi penjaga sekaligus pelayan kantin. Sehingga benar-benar sangat dituntut kejujuran dari dirinya.
Dengan adanya kantin kejujuran semoga perbuatan yang sederhana dimulai dari hal yang kecil seperti ini bisa berlanjut ke tingkat yang lebih besar, sehingga slogan 'Anda berbuat, Tuhan melihat, Malaikat mencatat' akan terus terbawa sampai akhir usia setiap warga Indonesia dan semoga Indonesia di masa depan bebas dari korupsi
Perguruan Tinggi merupakan suatu wadah raksasa yang menampung orang-orang atau masyarakat yang tujuannya melahirkan para calon pemimpin dan cendikiawan-cendikiawan muda yang produktif dan mampu membangun negeri ini menjadi lebih baik, untuk itu ironis apabila calon seorang pemimpin negeri melakukan tindakan yang bertolak belakang dengan maksud dari keberadaan dirinya, apa hal yang bertolak belakang tersebut?, mulai dari hal yang kecil yaitu berlaku jujur. Seperti banyak kasus sekarang ini yang terjadi di Universitas Brawijaya adalah kehilangan barang seperti helm dan sepeda motor, hal ini sangat disayangkan karena kemungkinan terbesar pelakunya adalah mahasiswa sendiri, dimana keberadaanya seharusnya bisa lebih bermanfaat demi kesejahteraan warga universitas namun malah membuat kerugian, untuk itulah sebagai sebuah inovasi perlu di berdayakannya usaha kantin kejujuran dalam wujud yang lebih besar dan lebih diperhatikan agar bertujuan mampu mengikis sifat ketidak jujuran dan menumbuhkan rasa malu untuk berbuat hal yang demikian.
Penyediaan kantin kejujuran di kampus merupakan langkah untuk melatih mahasiswa bersikap jujur, karena pada kantin tersebut mahasiswa dilatih berbelanja makanan tanpa ada penjagaan dari pemilik kantin. Dengan terlatih untuk berprilaku jujur maka proses tersebut sudah mulai mengarah pada pengembangan emosional dan kereligiusan. seseorang yang belajar jujur maka akan memiliki kepribadian dan sikap yang baik. Penanaman sikap jujur melalui media kantin diharapkan akan meningkatkan kesadaran untuk berbuat selalu berprilaku jujur tanpa harus ada orang yang melihat perbuatan tersebut. Kejujuran yang tertanam pada diri seorang mahasiswa yang selanjutnya menjadi acuan hidupnya tersebut akan terbawa hingga masa tua mereka, sehingga akan menciptakan calon pemimpin-pemimpin bangsa yang jujur dan tidak korupsi.
 
BAB III
TUJUAN

Salah satu strategi pencegahan yang dapat dilakukan untuk memberantas korupsi di Indonesia yaitu melalui pendidikan antikorupsi. Ide terus digali untuk mencari strategi terbaik dalam memberantas korupsi melalui pendidikan antikorupsi tersebut, termasuk cara mengasah kejujuran dan menumbuhkan mental antikorupsi di kalangan pelajar dan mahasiswa khususnya. Salah satu diantaranya yaitu melalui kantin kejujuran yang berada di lingkungan Perguruan Tinggi Universitas Brawijaya.
Penelitian ini bertujuan untuk:
1) mendeskripsikan pola pengembangan kantin kejujuran dalam rangka pendidikan antikorupsi di Universitas Brawijaya Malang.
2) Mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pengembangan kantin kejujuran dalam rangka pendidikan antikorupsi di Universitas Brawijaya Malang.
3) Mendeskripsikan manfaat pengembangan kantin kejujuran dalam rangka pendidikan antikorupsi di Universitas Brawijaya Malang.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan sumber data penelitian dibagi menjadi tiga yaitu informan, catatan lapangan dan dokumen. Penentuan informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga teknik yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan meliputi tiga unsur yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber yakni dilakukan dengan cara membandingkan dan mengecek data yang diperoleh melalui wawancara, observasi didukung dengan catatan lapangan.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa:
1) Kantin kejujuran merupakan salah satu strategi yang tepat agar mahasiswa belajar dan berlatih mengimplementasikan nilai-nilai antikorupsi seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab, kedisiplinan, ketertiban serta kemandirian. Kantin kejujuran dapat digunakan sebagai wadah bagi pendidikan kader calon pemimpin bangsa yang berwatak antikorupsi. Pola pengembangan kantin kejujuran di Universitas Brawijaya oleh pihak sekolah dilakukan secara efektif dan efisien mulai dari tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga evaluasi diarahkan pada kemajuan dan hasil yang optimal.
2) Faktor pendukung pengembangan kantin kejujuran terdiri dari adanya bantuan modal; Perilaku warga civitas Universitas Brawijaya untuk berperilaku jujur; mahasiswa menyukai makanan dan dapat menjangkau harga yang ditawarkan; Kesadaran mahasiswa untuk mematuhi norma yang berlaku; Pemahaman mahasiswa terhadap mekanisme pembelian dan pembayaran; Sedangkan faktor penghambat pengembangan kantin kejujuran yaitu semua mahasiswa belum tentu bisa untuk berbuat jujur, disiplin, mandiri, tertib dan bertanggung jawab.
3) Manfaat yang diperoleh diketahui sebagai berikut; akan terbentuknya perilaku dan lingkungan yang jujur serta sebagai sarana mengaplikasikan nilai-nilai kejujuran yang telah diajarkan di dalam kelas; Bagi mahasiswa dapat melatih sikap jujur, bertanggung jawab, mandiri, taat terhadap norma, tata tertib dan ketentuan yang berlaku, dan bagi masyarakat dapat mendidik generasi muda berperilaku jujur dan berakhlak mulia.

 
BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Sejatinya masalah korupsi berpangkal dari kejujuran. Meski kesempatan ada dan uang yang dikorupsi sudah di depan mata, tapi kalau seseorang bisa menjalankan amanah dengan jujur pasti tak akan terjadi praktik korupsi.
Tapi kalau sifat tidak jujur itu muncul akibat pengaruh setan, meski kesempatan dan uang yang dikorupsi tidak ada secara langsung, pasti dia akan mencari-cari. Yang perlu dikedepankan untuk mengurangi praktik korupsi adalah bagaimana pemerintah bisa menciptakan aparatur yang jujur. Termasuk juga membudayakan nilai-nilai kejujuran berkembang di tengah-tengah masyarakat kita seperti sekolah-sekolah dan perguruan tinggi khususnya universitas Brawijaya.
Salah satu upaya untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran para mahasiswa di universitas Brawijaya adalah dengan menghadirkan Kantin Kejujuran. Hal itu di angkat sebagai upaya edukatif anti korupsi di lingkungan kampus Brawijaya
Kantin tersebut dikelola oleh mahasiswa sendiri dengan modal patungan. Untuk membeli makanan di kantin itu mahasiswa tinggal memasukkan sendiri uangnya ke dalam kotak yang disediakan, termasuk mengambil kembaliannya sendiri manakala uang yang dibayarkan lebih. Tapi, lebih praktisnya pembeli diminta membayar dengan uang pas. Di situlah kejujuran para mahasiswa dilatih. Sebab, kantin itu tanpa ada yang menunggu. Mereka yang tidak jujur, bisa jadi ambil kue dua tapi cuma bayar satu. Tapi kebiasaan yang terjadi, secara psikologis mahasiswa akan malu dengan sendirinya manakala tidak jujur dalam membeli makanan di kantin apalagi bila hal itu diketahui teman-temannya. Terlebih lagi bila di kantin itu diberi ''kata-kata mutiara'' sebagai pengingat yang bisa memacu motivasi mereka untuk bersikap jujur. Misalnya tulisan yang ditempel di dinding kantin berbunyi ''jujur membawa sehat, tidak jujur membawa sesat'', dan lain sebagainya.
Saran
1) Hendaknya ada mahasiswa yang melakukan pengawasan dan pendataan terhadap kantin kejujuran dengan cara membuat jadwal piket secara rahasia tanpa diketahui oleh object pembeli.
2) Dinas Pendidikan Kota Malang hendaknya memberikan dukungan dan ikut menfasilitasi perguruan tinggi ataupun sekolah-sekolah lainnya yang berkeinginan untuk mendirikan dan melaksanakan praktik kantin kejujuran.
3) Peneliti atau mahasiswa yang akan datang hendaknya dapat meneliti metode pembelajaran antikorupsi yang diterapkan di dalam kelas.

Read More

Lomba Ansos Riset dan Teknologi Eksekutif Mahasiswa.

Jumat, 29 Oktober 2010

Sabtu 8 Mei 2010, RISTEK EM UB mengadakan perlombaan karya tulis ilmiah guna mengembangkan bakat dari para staf RISTEK, perlombaan Ansos ini sudah lama digelar yakni sebulan sebelum presentasi dimulai yang di adakan di gedung FE UB, kelompok Ansos sendiri dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok yang tiap kelompoknya terdiri dari 3 orang disertai seorang pembina. Anggota kelompok yang terbentuk tidak berdasarkan pada divisi masing-masing, namun semua divisi yang ada di RISTEK di gabung atau di campur antar tiap anggotanya, hal ini juga di maksudkan untuk mengakrabkan tiap-tiap staf dari satu divisi dengan divisi yang lainnya.
Setelah 1 bulan melakukan persiapan dalam kelompok masing-masing, maka sabtu 8 Mei 2010 kemarinlah saat tiap-tiap kelompok Ansos harus mempertanggung jawabkan hasil karya mereka dengan mepresentasikan karya tulis mereka dihadapan dewan juri yang terdiri dari tiga orang, dan dewan juri sendiri merupakan alumni RISTEK yang sudah memiliki banyak pengalaman dalam hal karya tulis ilmiah dan sebagainya.
Kelompok yang melakukan persentasi sabtu lalu tidak sejumlah dengan kelompok yang sebenarnya, ini dikarenakan banyak kelompok yang belum menyelesaikan karya tulis mereka, berbagai macam alasan yang dilontarkan karena keterlambatan pengerjaan dari masing-masing kelompok, ada yang beralasan karena sibuk kuliah, tugas banyak, amanah banyak dan lain sebagainya, sehingga jumlah total kelompok yang melakukan persentasi adalah 7 kelompok, padahal sebenarnya jumlah total seluruh kelompok adalah 23 kelompok. Meskipun hanya 7 kelompok yang dapat melakukan persentasi namun hal itu tidak mengurangi tingginya antusias dan semangat dari peserta yang ada, barangkali dikarenakan adanya iming-iming hadiah bagi kelompok yang memiliki karya tulis terbaik. Penilaian dari dewan juri sendiri dilihat dari 2 faktor yakni dari karya tulisnya sendiri dan cara penyampaian dari peserta saat melakukan persentasi.
Tiap kelompok yang melakukan persentasi akan langsung diberi penilaian oleh dewan juri, dewan juri sendiri memberikan banyak masukkan dan kritikan kepada karya tulis mereka, itu dilakukan bukan untuk menjatuhkan mental mereka namun itu adalah upaya dari dewan juri untuk memberikan pengarahan yang lebih baik guna membangun dan meningkatkan pemahaman peserta dalam hal pembuatan karya tulis berikutnya. Meskipun dari ketujuh kelompok Ansos yang melakukan persentasi tersebut masing-masing mendapatkan banyak kritikan, namun hal itu justru memberikan dampak yang baik karena semakin membuka wawasan mereka untuk membuat suatu karya tulis yang lebih sempurna lagi.
Pada akhirnya ada 3 kelompok Ansos yang mendapatkan juara, dan itu sudah melewati penilaian dari dewan juri, sehingga ketiga kelompok yang berhasil meraih juara tersebut insyaAllah dipastikan adalah yang terbaik dari semua kelompok Ansos yang ada.
Barangkali ada sedikit kekecewaan dari pengurus harian RISTEK sendiri karena tidak mendapatkan harapan sesuai yang di inginkan yakni seluruh kelompok Ansos memberikan pertanggung jawaban atas karya tulisnya dan mepresentasikan karya tulisnya itu, padahal mereka sudah mempersiapkan banyak hal mulai dari lokasi perlombaan, pembina Ansos, hadiah, snack, serta mengundang dewan juri yang berbobot akan tetapi tidak dihadiri oleh seluruh kelompok atau peserta, namun mereka berpikir positif bahwa ini merupakan awal pembelajaran untuk para staf-stafnya agar menjadi penerus atau generasi RISTEK yang dapat berkomitment terhadap RISTEK kedepan.

Read More

LSO RISTEK Universitas Brawijaya

Rabu, 29 September 2010

Lembaga Riset dan Teknologi (RISTEK) Universitas Brawijaya, itulah sebutan atas salah satu lembaga otonomi yang berdiri di Universitas Brawijaya melalui naungan organisasi raksasa yaitu Eksekutif Mahasiswa (EM). EM UB sendiri merupakan organisasi pusat yang menaungi seluruh organisasi-organisasi yang ada di Universitas Brawijaya. Pada tiap-tiap fakultas yang ada di Universitas Brawijaya juga memiliki organisasi serupa yang disebut dengan BEM Fakultas alias Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas, ini memiliki struktur kinerja yang sama dengan EM namun dalam wadah naungan yang lebih kecil. Sedikit flashback dari saya mengenai lembaga Eksekutif Mahasiswa, dari semenjak SMA saya sendiri sudah bercita-cita untuk menjadi bagian dalam golongan lembaga Eksekutif Mahasiswa, karena dahulunya saya melihat begitu keren dan luar biasanya menjadi seorang aktivis mahasiswa yang memiliki nilai plus dalam berinteraksi sosial dan berkerjasama dengan orang banyak, karena kebetulan saat di SMA dulu ada beberapa Eksekutif Mahasiswa yang melakukan kegiatan kunjungan, di saat itulah saya pertama kali mengenal yang namanya lembaga Eksekutif Mahasiswa dan sejak saat itu pula saya menorehkan harapan untuk menjadi seorang aktivis organisasi sekualitas Eksekutif Mahasiswa. Setelah memendam harapan tersebut, kini tibalah peluang saya untuk menjadi bagian dalam lembaga EM tersebut dan alhamdulillah kini tercapai namun dengan sedikit latar belakang yang berbeda dari pandangan di SMA, saat di SMA tujuannya masih miring yakni agar terlihat gagah dan keren, namun kini dengan akar dasar utama dakwah dan mencari pengalaman. Saya pribadi tahu bahwa banyak resiko menjadi seorang aktivis lembaga atau organisasi, namun saya justru lebih tahu manfaat dan faedah yang akan saya dapatkan dari mengikuti lembaga organisasi semacam Eksekutif Mahasiswa ini, saya tidak ingin terlalu panjang memikirkan kerugian-kerugian dan lelahnya menjadi seorang aktivis karena hal itu akan menciutkan nyali untuk mau istiqamah menjalankan sebuah organisasi, yang saya selalu coba usahakan adalah bagaimana berpikiran positif dalam menilai adanya amanah dan tugas yang diberikan kepada kita sebagai seorang aktivis organisasi untuk terus berjuang demi khalayak ramai dan hal itu merupakan sebuah amal ibadah. Saudara saya bahkan pernah melarang saya untuk mengikuti kegiatan lembaga-lembaga semacam EM karena dalam pandangannya bahwa organisasi dan lembaga-lembaga kemahasiswaan hanyalah akan menghambat aktivitas perkuliahan saja, dan hal itu di anggapnya sebagai membuang-buang waktu, pikiran semacam itu bagi saya merupakan hal yang sangat sempit dan egois, dimana mahasiswa hanya dibebankan pada hal-hal yang berkutat dengan mata kuliah dan pelajaran saja tanpa ada suatu kegiatan afektif yang dapat menambah wawasan-pengalaman secara langsung, hal tersebut sangat berbeda dengan parameter pikiran saya dimana kesempatan menjadi mahasiswa seharusnya diseimbangkan atau bahkan lebih di tekankan dalam hal aspek promotor atau aktif berkegiatan, karena 85% yang dibutuhkan dunia kerja adalah orang yang mampu bersosialisasi dan berkomunikasi dengan baik, akan lebih bagus lagi bila di tambah dengan banyaknya pengalaman dan wawasan dalam berinteraksi sosial dengan orang banyak, tidak hanya memfokuskan diri dengan pelajaran semata tetapi juga bagaimana dapat bermanfaat bagi orang lain. Betapa ruginya menjadi mahasiswa yang kerjaannya hanyalah kuliah-kos-warung tanpa adanya kegiatan berorganisasi, dan hal itu tidaklah ada bedanya dengan sekedar kursus, oleh karena itulah mindset dalam otak saya memicu untuk mengikuti organisasi karena hal itu merupakan suatu hal yang baik dan bernilai ibadah disebabkan bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.
Tujuan utama saya bergabung dengan lembaga EM ini hanyalah untuk dapat menyebar dan memperluas dakwah dalam rumpun organisasi raksasa EM Universitas Brawijaya dan mencari pengalaman dan wawasan mengelola sebuah organisasi sekualitas EM. Mengapa saya katakan sebagai sarana menyebar dan memperluas dakwah?, seperti kata-kata orang bijak, “apabila ingin mensterilkan suatu masyarakat, maka sterilkanlah dulu pemerintahannya”, selain itu apabila di sesuaikan dengan sabda Rasulullah SAW yang maksudnya “bila hati seorang manusia bersih maka bersihlah seluruh organ dan panca indra yang ada pada dirinya”, dari dua kalimat di atas kita anggap saja EM adalah pemerintah dan hati yang disebutkan dalam kata bijak dan sabda Rasulullah SAW, untuk itu EM perlu di isi oleh orang-orang yang sudah berniat untuk memperbaiki keadaan moral dan akhlak serta menjaga kemurnian aktifitas seluruh civitas akademika Universitas Brawijaya agar lebih bermanfaat dan mendukung kegiatan-kegiatan dakwah dalam segala bentuk perwujudan yang intinya berupa penegakan syari’at agama islam. Ada pula tujuan kedua saya yakni ingin mendapatkan pengalaman dan wawasan berorganisasi adalah semata-mata untuk meningkatkan kualitas pribadi saya yang saat ini masih jauh dari manusia ideal dalam arti seseorang yang pandai dalam bekerjasama, bersosialisasi dan berinteraksi kepada orang banyak, saya anggap saja EM ini sarana latihan saya untuk bisa menjadi seorang entrepreneurship yang akan mengembangkan kualitas pribadi dalam hal berinteraksi sosial. Selain itu sebagai bukti atas banyaknya motto hidup saya yang sering saya tulis di tiap kali mengisi formulir sebuah lembaga apapun yang saya ikuti, yakni ‘menjadi orang yang bermanfaat bagi orang banyak’. Dengan adanya organisasi, hal itu bisa setidaknya membuktikan bahwa motto seperti tertulis di atas tidak hanya pemanis bibir saja namun sungguh-sungguh sebuah motto hidup yang terlaksanakan dan terimplementasikan dalam dunia nyata.
Alasan utama saya memilih departemen RISTEK di EM ini adalah karena saya suka hal-hal yang sifatnya mengkaji (riset) dan informatika (teknologi), kedua hal tersebut sangat menarik minat saya untuk turut berkecimpung melaksanakan berbagai macam kegiatannya. Walaupun pertama kali kenal dengan yang namanya RISTEK saya tidak akan begitu saja bengong berpangku tangan tanpa berbuat dan hanya memperhatikan saja, tetapi saya akan mencoba fokus dan berusaha amanah dalam pelaksanaan kegiatannya, saya akan berusaha lebih mendekatkan diri dan bersahabat lebih jauh dengan departemen RISTEK ini agar nantinya segala hal dan pemahaman mengenai depertemen ini betul-betul saya kenali. Ketidaktahuan akan departemen inilah yang juga membuat saya memilih departemen ini agar tahu, dari modal tidak tahu menjadi tahu berarti kita telah untung dari modal awal, dan akan lebih bahagia lagi apabila keuntungan itu dapat di bagi-bagi pada orang yang membutuhkan dalam artian memberi manfaat atas usaha kita dalam organisasi ini pada orang lain.
Dalam hal ini saya tidak akan berjanji namun saya akan berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan amanah sebagai staf departemen RISTEK EM Universitas Brawijaya dengan baik sesuai prosedur dan ketentuan-ketentuan dalam pasal Eksekutif Mahasiswa, dan berusaha membantu melakukan inovasi dalam hal penanganan riset dan teknologi yang sudah ada saat ini menjadi lebih baik dan berkembang. Untuk itu mohon kerjasamanya dari pihak senior untuk bisa menerangkan, menjelaskan dan memberitakan lebih jauh mengenai RISTEK UB saat ini, agar harapanya segala tujuan dari RISTEK UB ini terlaksana dengan baik.

Read More

Pelatihan Riset dan Karya Tulis RISTEK EM

Sabtu 10 April 2010, Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya divisi Riset mengadakan pelatihan kepenulisan kepada para staf baru atau staf magang departemen RISTEK EM, mereka mengadakan pelatihan di gedung FE sejak pukul 07.30 hingga sekitar pukul 13.30. kegiatan tersebut dihadiri oleh hampir seluruh staf RISTEK baru, hal ini barangkali dikarenakan semangat mereka yang masih berkobar dan karena tema pelatihan yang cukup menarik. Kegiatan ini di isi dengan sharing pengalaman para staf baru dalam hal kepenulisan, persentasi para senior atau alumni RISTEK yang telah berpengalaman dalam hal kepenulisan, penyajian cara melakukan kepenulisan yang asyik, menarik dan tidak membosankan, dan salah satu hal yang paling di nantikan para peserta pelatihan adalah pembagian doorprize kepada staf yang 2 pekan sebelumnya telah mengumpulkan essay tentang RISTEK dan saat itulah akan di umumkan essay terbaik yang akan mendapatkan hadiah doorprize.
Pelatihan pagi itu di awali dengan sorakan semangat dari seluruh staf RISTEK yang di motori oleh mas Sugeng ketua divisi HRD, di awali dengan teriakan semangat agar para staf tidak mengantuk saat penjelasan yang nantinya akan disampaikan. Selain itu panitia juga menyuguhkan snack untuk menceriakan peserta untuk antusisas mengikuti pelatihan tersebut.
Adapun saat kegiatan itu, para peserta diminta untuk saling mengenal satu sama lain antar sesama staf baru, agar lebih mengakrabkan diantara mereka dan untuk menciptakan kedekatan dan keselarasan berlangsungnya RISTEK, setelah itu kegiatan yang juga dinanti-nantikan oleh seluruh staf RISTEK baru adalah pemberian doorprize pada essay terbaik, doorprize di bagi menjadi 2, yakni untuk doorprize terbaik putra dan doorprize terbaik putri, dan alhamdulillah untuk essay terbaik putra diraih oleh saya sendiri,, hehe.
Inti pelatihan Riset ini adalah memberikan motivasi dan penjelasan kepada para staf untuk mau menulis, entah dalam hal apapun yang penting membudayakan kegiatan menulis, karena menulis itu sendiri banyak manfaatnya, tapi sebelumnya perlu diberi penekanan bahwa menulis yang dimaksud disini adalah upaya pengembangan pribadi dan kreatifitas dalam memberikan sebuah inovasi baru untuk masyarakat atau suatu karya dimana karya tersebut dapat bermanfaat dan berguna bagi orang lain. Oleh karena itu pelatihan ini menghadirkan para alumni RISTEK yang sebelumnya telah banyak berpengalaman dan pernah berhasil menorehkan prestasi dalam bidang kepenulisan untuk memberi motivasi kepada para staf baru agar berani mencoba untuk menulis hal-hal baru.
Banyak manfaat yang didapatkan atas pelatihan ini, dan point paling pentingnya adalah memicu semangat para peserta staf baru untuk lebih giat lagi berusaha, karena banyak dari peserta yang juga sebelumnya sering mengikuti perlombaan kepenulisan dan bahkan ada pula yang pernah meraih prestasi nasional, dan hal itulah yang menyebabkan banyak dari mereka sangat berantusias mendengar dan menyimak pelajaran dari pelatihan ini agar mendapatkan manfaat dan mampu membuat tulisan-tulisan mereka lebih berkualitas lagi.
“Biasanya setiap orang punya suatu titik putus harapan, maksudnya adalah dimana suatu saat semangat mereka berapi-api namun di tengah-tengah perjalanan api semangat itu padam dikarenakan berbagai hal. Sama seperti itu pula dalam hal kepenulisan, biasanya para penulis amatir atau pemula semangatnya diawal-awal saja, ide untuk menulis sudah seolah di depan mata saja, namun seringkali mereka putus asa dan kemalasan menyelimuti di saat tengah-tengah perjalanan tulisan mereka, sehingga pada akhirnya mereka menghentikan tulisan mereka dan membiarkannya terlantar. Adapun kasus lain apabila ada sekelompok orang yang hendak membuat sebuah karya tulis, tapi saat ditengah-tengah perjalanan ada satu atau beberapa anggota kelompoknya yang mundur atau menyerah, maka hal itu ikut mempengaruhi anggota lainnya dan pada akhirnya karya mereka kandas ditengah jalan pula.” Kasus-kasus seperti di atas sudah hal biasa menurut para alumni RISTEK yang telah banyak berpengalaman saat memberikan penjelasan, dan hal itu juga pernah mereka alami saat-saat awal memulai menulis, memang nantinya para penulis pemula pasti akan menjumpai saat-saat malas seperti itu, namun mereka berpesan agar tetap semangat dan yakin akan kesuksesan yang akan diraih nantinya atas jerih payah yang dilakukan, karena berkarir sebagai seorang penulis itu tidak bisa serta merta tulisannya langsung bagus dan menarik, perlu adanya tahap-tahap dalam kualitas tulisan kita, berawal dari jelek-tidak terlalu jelek-agak sedikit jelek-sedikit lumayan-lumayan-pas-cukup menarik-menarik-bagus-hebat-luar biasa!!.
Tahap-tahap dalam mendapatkan kualitas seperti itu haruslah diterima, sangat sulit atau sangat jarang ada orang yang secara tiba-tiba tulisannya langsung berkualitas atau menang dalam sebuah perlombaan tanpa ada pelatihan terlebih dahulu, kalaupun ada itupun bisa kita katakan keberuntungan.
Membuat tulisan harus benar-benar sabar, jangan mudah putus asa, dan terus-menerus untuk dilatih, karena keterampilan menulis itu akan muncul dikala kita sudah terbiasa menulis, entah apapun hal itu semacam cerpen, cerita-cerita konyol, tulisan abstrak, curhat, kritikan dan lain sebagainya. Karena talenta menulis itu pada intinya adalah seberapa sering seseorang itu menulis, bukan seberapa bagus dan menariknya tulisan itu ataupun seberapa sering tulisan itu meraih juara dalam perlombaan, nah kira-kira seperti itulah penjelasan dan motivasi yang diberikan para alumni RISTEK tersebut kepada para staf baru untuk membangkitkan kemauan mereka menulis dan berani berkarya.

Read More

Pelatihan IESQ RISTEK EM

Minggu, 29 Agustus 2010

Pelatihan IESQ ini merupakan sebuah kegiatan baru yang dibuat berdasar kebijakan dari menteri Riset dan Teknologi Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya, kegiatan ini dibagi dalam beberapa kelompok dan dibedakan antara yang putra dengan yang putri, satu kelompok pelatihan ini terdiri dari 7 orang yang tergabung dalam seluruh staf RISTEK, masing-masing kelompok dibina oleh seorang pembina yang merupakan pengurus harian dari departemen RISTEK itu sendiri.
Kegiatan IESQ dilaksanakan sekali dalam seminggu, dan kegiatan ini tidak terpaku pada waktu tertentu, tergantung dari kesepakatan staf dan pengurus sendiri kapan dan dimana tempat berlangsungnya kegiatan ini. Secara teknis kegiatan ini hampir sama seperti halaqoh-halaqoh yang biasa dilaksanakan SKI fakultas, namun dalam hal ini pelatihannya lebih ditingkatkan ke arah pengembangan diri dan cara menyikapi persoalan di masa perkuliahan, selain itu juga pada pelatihan ini tempat staf dan pengurus harian RISTEK bisa sharing lebih dalam mengenai segala hal tentang RISTEK, jadinya kegiatan ini sangat penting karena memberikan keterbukaan apabila ada hal dan pendapat yang ingin disampaikan, beda dengan rapat, apabila rapat sulit sekali rasanya memberikan masukkan akan topik yang dibahas karena terkesan formal, namun dalam pelatihan IESQ ini staf dan pengurus seolah-olah berbincang bebas dan dapat saling mengemukakan pendapat tanpa rasa halangan.
Adanya pelatihan ini memberikan banyak segi positif, diantaranya adalah keakraban antar staf dan pengurus, ini merupakan strategi yang bagus untuk menjalin kedekatan karena banyak kita lihat sekarang suatu organisasi yang memiliki banyak anggota namun antar anggota sendiri banyak yang belum saling mengenal, bahkan pengurus hariannya pun tidak dikenalnya, ini akibat dari kurangnya komunikasi antar staf dan pengurus. Oleh karena itu dengan pelatihan ini para staf dan pengurus sekaligus bisa bercanda dan bergurau sehingga bisa saling mengenal lebih dekat dan lebih akrab satu sama lain, dan itu merupakan kunci sinerginya suatu organisasi dimana seluruh anggotanya berperan, saling mengenal dan mampu memberikan kontribusi terhadap organisasinya tersebut, dan itu merupakan harapan RISTEK juga agar dimana seluruh staf barunya ini dapat berkontribusi untuk kemajuan dan berkembangnya RISTEK secara menyeluruh.
Memang dalam perjalanannya pelatihan IESQ ini memang lebih mengarah kepada pengembangan diri dan cara menyikapi persoalan perkuliahan dengan organisasi, namun sebenarnya tujuan dari adanya pelatihan ini adalah agar dapat meluruskan cara pengembangan diri yang dilakukan para staf menjadi terarah dan sesuai dengan aturan agama islam, karena kebetulan juga pelatihan IESQ ini hanya di khusukan bagi staf yang muslim saja. Lebih lanjut kegiatan ini lebih dapat diterima staf daripada langsung mengajaknya halaqoh, karena apabila di ajak halaqoh pikirannya pasti hanya untuk mengaji dan ceramah-ceramah saja, jadi RISTEK dengan luar biasa dan cermat membungkus sebuah kegiatan islami sejenis halaqoh ini dengan istilah kegiatan yang umum yaitu IESQ, dan hal itu lebih dapat diterima oleh staf yang memang enggan ikut-ikut halaqoh dengan menggantinya mengikuti pelatihan IESQ.
Harapan dari RISTEK sendiri nantinya bisa membuat LSO RISTEK sendiri berdiri dan berkegiatan berdasar aturan-aturan yang islami, ini adalah sebuah upaya untuk membangun generasi RISTEK yang baru, dimana tiap stafnya memegang teguh nilai keislaman dalam setiap perilaku dan perbuatan kesehariannya, tidak hanya di kampus namun dimana saja ia berada. Dan lebih jauh lagi adalah membangun calon-calon peradaban mahasiswa apresiatif dan religius untuk menciptakan universitas Brawijaya yang madani.

Read More

Acara Penerimaan Staf Baru RISTEK EM

Acara pertama yang dilakukan Lembaga Semi Otonom Riset dan Teknologi Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya adalah dengan memberikan sambutan awal kepada seluruh staf magang baru yang telah terpilih. Seluruh staf baru diminta hadir jam 07.30 di lobi UKM beserta seluruh pengurus harian, ketua divisi, dan menterinya, acara ini merupakan acara pengesahan staf baru RISTEK 2010 yang akan menjadi bagian dari RISTEK EM UB seterusnya. Kegiatan ini di isi oleh pengesahan staf magang RISTEK 2010 oleh menteri RISTEK EM UB sendiri yakni Agus Ariffin lalu dilanjutkan dengan perkenalan Ketua divisi dan para pengurus harian dari RISTEK EM serta penjelasan umum mengenai ke-RISTEKan yaitu apa itu RISTEK dan apa-apa saja tujuannya kedepan.
Masing-masing ketua divisi memberi sedikit penjelasan umum juga kepada staf untu memberikan gambaran umum bahwa di RISTEK terdapat beberapa divisi yang semua divisinya itu boleh dipilih bebas oleh para staf baru sesuai dengan hal-hal yang diminatinya, ada 4 divisi di RISTEK antara lain adalah divisi teknologi, riset, piar dan HRD. Gambaran umum untuk teknologi adalah membahas dan menangani segala macam mengenai teknologi secara umum dan luas, dengan tujuan memperkenalkan pada masyarakat Brawijaya ini lho teknologi yang perlu anda ketahui. Yang kedua adalah Riset, divisi ini menangani permasalahan riset yang mencangkup karya-karya kepenulisan, jadi divisi ini banyak mengutamakan dirinya pada pembinaan dan pelatihan karya kepenulisan entah itu dalam hal cerpen, puisi, karya tulis ilmiah, essay dan lain sebagainya. Yang ketiga adalah divisi piar, divisi ini lebih mengarah pada pemberian informasi atau publisitas, dimana staf yang suka akan jurnal dan paparan berita bisa mengupgrade dirinya dalam divisi ini, dan yang terakhir adalah divisi yang paling berpengaruh, yakni divisi HRD, divisi ini berperan dalam hal membina semangat teman-teman keseluruhan yang ada di RISTEK, dan memberikan masukan atau motivasi kepada teman-teman RISTEK agar tetap menjaga eksistensinya, istilah mudahnya adalah seperti divisi yang berperan dalam bidang konseling dan mengatur strategi untuk pengembangan RISET kedepannya.
Setelah acara perkenalan dan penjelasan mengenai gambaran umum RISTEK, menteri RISTEK sendiri lalu mengajak seluruh anggota RISTEK yang ada untuk berdiri dan melakukan permainan stimulasi agar lebih menghangatkan suasana dan menambah keakraban diantara staf baru, hal itu wajar karena saat itu para staf masih belum ada yang mengenal satu sama lain karena mereka berasal dari fakultas yang berbeda-beda.
Acara terakhir adalah para staf di ajak keluar menuju parkiran fakultas teknik pertanian untuk menyiapkan agenda aksi bersama seluruh staf departemen eksekutif mahasiswa yang sudah menunggu disana, dimana kebetulan pada hari itu adalah hari pendidikan nasional, oleh karena itu sekaligus Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya melakukan penggalangan aksi mengenai perhatian mahasiswa terhadap pendidikan yang ada di indonesia.

Read More

Senam Sehat, Konsultasi Kesehatan Gratis, dan Lomba Membuat EsKrim

Kamis, 29 Juli 2010

Minggu, 23 Mei 2010, Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya bersama-sama dengan mahasiswa Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya melakukan banyak kegiatan sosial di lapangan Rektorat Universitas Brawijaya, kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya adalah senam bersama, pembagian susu segar gratis bagi yang ikut senam, konsultasi kesehatan gratis, donor darah gratis.. hehe ya iyalah masa’ donor darah aja harus bayar, kalo seperti itu siapa yang mau mendonorkan darahnya``, serta lomba buat eskrim khusus dari staf EM sendiri. Untuk kegiatan senam bersama di kordinatori secara langsung oleh EM sendiri, kegiatan tersebut dilakukan di tengah-tengah lapangan rektorat dengan menggunakan beberapa speaker sebagai musik senam, karena pada saat itu juga hari minggu, kebetulan banyak mahasiswa maupun orang-orang luar yang berolahraga disekitaran lapangan rektorat, jadi tidak hanya dari mahasiswa dan anggota EM sendiri yang senam tetapi juga orang-orang luar itu ikut berpartisipasi dalam kegiatan senam pagi itu dengan motivasi mendapatkan susu segar gratis. Senam yang dilakukan pagi itu berlangsung selama sekitar 30 menit, dan ternyata cukup banyak juga peserta luar yang berpartisipasi, malahan lebih banyak orang-orang luar sendiri sehingga panitia yang membagikan tiket susu gratis pun sampai kewalahan membagikan tiket kepada peserta senam, tapi untung saja susu yang tersedia lebih banyak dari peserta yang ada, apa jadinya kalau pesertanya yang lebih banyak dari susu yang tersedia, betapa malunya barangkali panitia ya,, hehe.
Setelah kegiatan senam berlangsung, peserta senam langsung dibagikan susu yang stannya berada di depan perpustakaan pusat UB, sekaligus pula disana tempat stan untuk konsultasi kesehatan gratis dan donor darah yang di motori oleh para mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Brawijaya, terlihat bahwa banyak sekali peserta yang antusias mengikuti program konsultasi kesehatan gratis karena disana mereka dapat bertanya seputar kesehatan mereka dan informasi-informasi mengenai tips gaya hidup sehat ala remaja dan dewasa, bagi yang bersedia memberikan darahnya atau mendonorkan darahnya, mahasiswa fakultas kedokteran yang sudah bekerja sama dengan rumah sakit terdekat juga memberikan stan khusus yakni di bagian barat gedung perpustakaan pusat, tepatnya di dalam ruangan yang dimana disana telah disediakan tempat pembaringan bagi yang mau mendonorkan darahnya, untuk mendonorkan darah peserta harus di periksa kesehatannya terlebih dahulu untuk mengetahui apakah ada penyakit atau virus yang terbawa pada darahnya, agar darah yang akan di donorkan tetap steril. Dan bagi peserta yang telah bersedia maka akan di berikan makan gratis dan susu hangat gratis untuk memulihkan kondisi badannya yang lemas akibat darah yang telah ia sumbangkan.
Pada waktu yang bersamaan dengan kegiatan konsultasi kesehatan dan donor darah yang di motori mahasiswa fakultas kedokteran di perpustakaan pusat, para staf dan pengurus eksekutif mahasiswa juga melakukan kegiatan di barat gedung Cafetaria UB, disana mereka menyediakan beberapa meja untuk melakukan perlombaan membuat eskrim, untuk kegiatan yang satu ini khusus pesertanya adalah dari kalangan eksekutif mahasiswa sendiri, dan kelompok dalam perlombaan kali ini di bagi menurut departemen yang di ikutinya di EM sendiri. Kegiatan lomba membuat eskrim diwarnai dengan kecerian dari para staf dan pengurus yang ikut membuat eskrim, masing-masing departemen tidak mau kalah dalam hal berkreasi dan membuat keunikan dari eskrim yang dibuatnya, dengan citarasa mereka sendiri akhirnya selesailah acara ramai tersebut, dan alhamdulillah departemen saya sendiri yakni RISTEK mendapat juara kedua, karena memang eskrim yang kami buat benar-benar lezat dan cantik, namun sayang saya tidak dapat merasakannya sedikitpun di karenakan saat itu para staf dan pengurus EM lagi lapar-lapar, jadinya tidak kebagian.

Read More

Pelatihan Teknologi RISTEK EM

Sabtu, 16 April 2010 RISTEK EM Universitas Brawijaya melakukan pelatihan teknologi umum yang bertempat di gedung Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, kegiatan tersebut di motori oleh divisi teknologi RISTEK, teknologi yang diperkenalkan saat pelatihan tersebut adalah memperkenalkan roket air dan mobil gokart buatan mahasiswa fakultas teknik mesin Universitas Brawijaya, teknologi-teknologi yang diperkenalkan tersebut tidaklah sembarang alat biasa, namun alat-alat yang mereka ciptakan itu adalah alat-alat atau teknologi yang telah meraih banyak gelar juara dalam perlombaan-perlombaan. Hal pertama yang diperkenalkan yaitu roket air, dimana sesuai dengan namanya roket tersebut berkaitan dengan air, dalam kata lain fungsinya sangat berhubungan dengan air.
Roket air yang sejak tahun 2002 lalu diperkenalkan oleh para alumnus mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya itu sudah jauh berkembang ketimbang saat pembentukan awalnya, ini dikarenakan kreatifitas mahasiswa sendiri yang mengembangkan lebih jauh akan kesempurnaan alat tersebut hingga Universitas-universitas lain di seluruh indonesia namun khususnya lingkungan sekitar jawa. Hingga saat ini roket air menjadi sebuah teknologi yang terkenal sehingga sering dijadikan ajang perlombaan para mahasiswa-mahasiswa kreatif yang gemar dengan roket air ini.
Cara kerja roket air ini adalah dengan memanfaatkan tekanan udara yang ada dalam air yang dimasukkan melalui selang-selang di dalam roket yang telah di kondisikan, lalu air yang ada di dalam tabung ledakan roket diberi udara hingga air yang ada di dalam tabung mengalami gejala fisika hidrostatik yang membuat udara dan air bertekanan tinggi, sehingga tinggal menunggu beberapa detik sebelum katup selang dibuka maka barulah terjadi ledakan didalam tabung roket yang menyebabkan roket terhempas ke atas sejauh tekanan yang dihasilkan.
Kini roket air tidak hanya sebatas permainan roket yang diperlombakan saja, namun sudah jauh berkembang untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat khususnya petani yang ingin melakukan penyemaian pupuk secara otomatis tanpa secara manual, karena kini telah banyak dikembangkan oleh mahasiswa sendiri roket yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian dan lain sebagainya.
Teknologi lainnya yang diperkenalkan adalah mesin balap Gokart buatan mahasiswa fakultas teknik mesin, mereka membuat mobil balap tersebut dengan kreatifitas mereka sendiri, dilandaskan dengan ilmu yang mereka miliki atas perkuliahan yang sudah mereka jalani maka pada akhirnya mereka berhasil membuat sebuah mobil balap gokart dari awal kerangka hingga berbentuk sempurna, itulah hasil yang paling dibanggakan anak-anak teknik adalah karena dapat membuat sebuah mobil gokart dengan peralatan sederhana dan biaya murah-meriah dengan bahan bakar ramah lingkungan. Dari mesin yang digunakan sendiri adalah sebuah aki, dimana dalam pengisian bahan bakarnya hanya dengan memberikannya tegangan listrik selama beberapa jam, dan mobil balap gokart siap untuk dipakai berkeliling selama 4 hingga 5 jam nonstop, selain itu mobil ini tidak memiliki alat buangan alias knalpot sehingga tidak menimbulkan efek polusi udara karena mesin penggeraknya sendiri bergerak selayaknya mobil-mobil Tamiya kecil yang menggunakan dinamo dan bergerak berdasar tenaga baterai, dalam kata lain mobil gokart ini adalah mobil Tamiya namun dengan ukuran dan kapasitas tenaga yang jauh lebih besar.
Meskipun banyak kelebihan dari mobil gokart itu sendiri, namun tetap saja ada sisi lemahnya atau kekurangannya, diantara kelemahan mobil gokart tersebut adalah kecepatan maksimum yang dihasilkan adalah 40 km/jam, karena mobil gokart tersebut hanya bisa dibebani dengan tenaga satu buah aki kendaraan bermotor sehingga putaran dari kincir untuk menggerakkan roda jadi lebih sedikit sulit, tetapi seandainya dapat bisa dibuat agar mobil tersebut menahan beban 2 aki kendaraan bermotor kemungkinan kecepatan mobil tersebut akan semakin besar.
Mobil gokart tersebut juga pernah diperlombakan di ajang pameran teknologi kendaraan ramah lingkungan di jogjakarta dan berhasil meraih juara 2 dikarenakan bahan dan biaya produksi dari kendaraan tersebut yang tergolong murah ketimbang gokart-gokart dari universitas lain.
Ketua kordinator pembuat mobil gokart dari fakultas teknik mesin ini pernah melakukan usulan kepada pihak rektorat untuk mensukseskan kendaraan ramah lingkungan di Universitas Brawijaya, usulan mereka adalah agar kendaraan-kendaraan lain di ganti dengan mobil gokart secara khusus di lingkungan kampus, namun sayangnya pihak rektorat masih belum bisa menerima alasan mereka untuk mensukseskan kendaraan tersebut mengingat biaya dan efektifitasannya dalam keseharian.
Kegiatan pelatihan teknologi RISTEK tidak diwarnai dengan hanya kedua teknologi di atas, namun berbagai teknologi secara umum dijelaskan oleh para pemateri yang telah mengetahui secara jelas tentang alat-alat teknologi tersebut, dan kegiatan ini adalah merupakan sebuah sharing pengetahuan akan teknologi-teknologi yang tengah berkembang di lingkungan kita sekarang ini agar kita tidak menjadi mahasiswa-mahasiswa yang gaptek, namun perlu dan harus tahu akan teknologi yang sudah berkembang ini, dan khususnya teknologi-teknologi karya teman-teman kita di Universitas Brawijaya.
Penutup kegiatan pelatihan teknologi RISTEK ini diceriakan dengan diberikannya para peserta pelatihan yang datang untuk dapat mencoba kendaraan gokart buatan mahasiswa fakultas teknik mesin tersebut, peserta dipersilahkan mencoba menggunakannya berkeliling di depan fakultas MIPA hingga merasa bosan, dan tidak sedikit para peserta yang penasaran untuk mencobanya,, anehnya bukan peserta laki-laki yang begitu penasaran melainkan para peserta wanita yang sudah tidak tahan untuk mencoba kendaraan tersebut, sehingga kebanyakan yang mencobanya hanya peserta wanita.

Read More
 
Bloggerized by Blogger Template