Ikhtiar Menggapai Bening Hati

Kamis, 23 September 2010

Keberuntungan memiliki hati yang bersih, sepatutnya membuat diri kita berpikir keras setiap hari menjadikan kebeningan hati ini menjadi aset utama untuk menggapai kesuksesan dunia dan akhirat kita. Subhanallaah, betapa kemudahan dan keindahan hidup akan senantiasa meliputi diri orang yang berhati bening ini. Karena itu mulai detik ini bulatkanlah tekad untuk bisa menggapainya, susun pula program nyata untuk mencapainya. Diantara program yang bisa kita lakukan untuk menggapai hidup indah dan prestatif dengan bening hati adalah :
1. Ilmu

Carilah terus ilmu tentang hati, keutamaan kebeningan hati, kerugian kebusukan hati, bagaimana perilaku dan tabiat hati, serta bagaimana untuk mensucikannya. Diantara ikhtiar yang bisa kita lakukan adalah dengan cara mendatangi majelis taklim, membeli buku-buku yang mengkaji tentang kebeningan hati, mendengarkan ceramah-ceramah berkaitan dengan ilmu hati, baik dari kaset maupun langsung dari nara sumbernya. Dan juga dengan cara berguru langsung kepada orang yang sudah memahami ilmu hati ini dengan benar dan ia mempraktekannya dalam kehidupan sehari-harinya. Harap dimaklumi, ilmu hati yang disampaikan oleh orang yang sudah menjalaninya akan memiliki kekuatan ruhiah besar dalam mempengaruhi orang yang menuntut ilmu kepadanya. Oleh karenanya, carilah ulama yang dengan gigih mengamalkan ilmu hati ini.


2. Riyadhah atau Melatih Diri


Seperti kata pepatah, “alah bisa karena biasa”. Seseorang mampu melakukan sesuatu dengan optimal salah satunya karena terlatih atau terbiasa melakukannya. Begitu pula upaya dalam membersihkan hati ini, ternyata akan mampu dilakukan dengan optimal jikalau kita terus-menerus melakukan riyadhah (latihan). Adapun bentuk latihan diri yang dapat kita lakukan untuk menggapai bening hati ini adalah



Menilai kekurangan atau keburukan diri.


Patut diketahui bahwa bagaimana mungkin kita akan mengubah diri kalau kita tidak tahu apa-apa yang harus kita ubah, bagaimana mungkin kita memperbaiki diri kalau kita tidak tahu apa yang harus diperbaiki. Maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah dengan bersungguh-sungguh untuk belajar jujur mengenal diri sendiri, dengan cara



Memiliki waktu khusus untuk tafakur.


Setiap ba’da shalat kita harus mulai berpikir; saya ini sombong atau tidak? Apakah saya ini riya atau tidak? Apakah saya ini orangnya takabur atau tidak? Apakah saya ini pendengki atau bukan? Belajarlah sekuat tenaga untuk mengetahui diri ini sebenarnya. Kalau perlu buat catatan khusus tentang kekurangan-kekurangan diri kita, (tentu saja tidak perlu kita beberkan pada orang lain). Ketahuilah bahwa kejujuran pada diri ini merupakan modal yang teramat penting sebagai langkah awal kita untuk memperbaiki diri kita ini



Memiliki partner.


Kawan sejati yang memiliki komitmen untuk saling mengkoreksi semata-mata untuk kebaikan bersama yang memiliki komitmen untuk saling mewangikan, mengharumkan, memajukan, dan diantaranya menjadi cermin bagi satu yang lainnya. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Tentu saja dengan niat dan cara yang benar, jangan sampai malah saling membeberkan aib yang akhirnya terjerumus pada fitnah. Partner ini bisa istri, suami, adik, kakak, atau kawan-kawan lain yang memiliki tekad yang sama untuk mensucikan diri. Buatlah prosedur yang baik, jadwal berkala, sehingga selain mendapatkan masukan yang berharga tentang diri ini dari partner kita, kita juga bisa menikmati proses ini secara wajar.



Mamfaatkan orang yang tidak menyukai kita.


Mengapa? Tiada lain karena orang yang membenci kita ternyata memiliki kesungguhan yang lebih dibanding orang yang lain dalam menilai, memperhatikan, mengamati, khususnya dalam hal kekurangan diri. Hadapi mereka dengan kepala dingin, tenang, tanpa sikap yang berlebihan. Anggaplah mereka sebagai aset karunia Allah yang perlu kita optimalkan keberadannya. Karenanya, jadikan apapun yang mereka katakan, apapun yang mereka lakukan, menjadi bahan perenungan, bahan untuk ditafakuri, bahan untuk dimaafkan, dan bahan untuk berlapang hati dengan membalasnya justru oleh aneka kebaikan. Sungguh tidak pernah rugi orang lain berbuat jelek kepada diri kita. Kerugian adalah ketika kita berbuat kejelekkan kepada orang lan.



Tafakuri kejadian yang ada di sekitar kita.

Kejadian di negara, tingkah polah para pengelola negara, akhlak pipmpinan negara, atau tokoh apapun dan siapa pun di negeri ini. Begitu banyak yang dapat kita pelajari dan tafakuri dari mereka, baik dalam hal kebaikan ataupun kejelekkan/kesalahan (tentu untuk kita hindari kejelekkan/kesalahan serupa). Selain itu, dari orang-orang yang ada di sekitar kita, seperti teman, tetangga, atau tamu, yang mereka itu merupakan bahan untuk ditafakuri. Mana yang menyentuh hati, kita menaruh rasa hormat, kagum, kepada mereka. Mana yang akan melukai hati, mendera perasaan, mencabik qalbu, karena itu juga bisa jadi bahan contoh, bahan perhatian, lalu tanyalah pada diri kita, mirip yang mana? Tidak usah kita mencemooh orang lain, tapi tafakuri perilaku orang lain tersebut dan cocokkan dengan keadaan kita. Ubahlah sesuatu yang dianggap melukai, seperti yang kita rasakan, kepada sesuatu yang menyenangkan. Sesuatu yang dianggap mengagumkan, kepada perilaku kita spereti yang kita kagumi tersebut. Mudah-mudahan dengan riyadhah tahap awal ini kita mulai mengenal, siapa sebenarnya diri kita? ***

di kutip dari tausiyah KH. Abdullah Gymnastiar
(Sumber : Koran Kecil MQ EDISI 06/TH.1/2001)

Read More

Pelatihan IESQ RISTEK EM

Minggu, 29 Agustus 2010

Pelatihan IESQ ini merupakan sebuah kegiatan baru yang dibuat berdasar kebijakan dari menteri Riset dan Teknologi Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya, kegiatan ini dibagi dalam beberapa kelompok dan dibedakan antara yang putra dengan yang putri, satu kelompok pelatihan ini terdiri dari 7 orang yang tergabung dalam seluruh staf RISTEK, masing-masing kelompok dibina oleh seorang pembina yang merupakan pengurus harian dari departemen RISTEK itu sendiri.
Kegiatan IESQ dilaksanakan sekali dalam seminggu, dan kegiatan ini tidak terpaku pada waktu tertentu, tergantung dari kesepakatan staf dan pengurus sendiri kapan dan dimana tempat berlangsungnya kegiatan ini. Secara teknis kegiatan ini hampir sama seperti halaqoh-halaqoh yang biasa dilaksanakan SKI fakultas, namun dalam hal ini pelatihannya lebih ditingkatkan ke arah pengembangan diri dan cara menyikapi persoalan di masa perkuliahan, selain itu juga pada pelatihan ini tempat staf dan pengurus harian RISTEK bisa sharing lebih dalam mengenai segala hal tentang RISTEK, jadinya kegiatan ini sangat penting karena memberikan keterbukaan apabila ada hal dan pendapat yang ingin disampaikan, beda dengan rapat, apabila rapat sulit sekali rasanya memberikan masukkan akan topik yang dibahas karena terkesan formal, namun dalam pelatihan IESQ ini staf dan pengurus seolah-olah berbincang bebas dan dapat saling mengemukakan pendapat tanpa rasa halangan.
Adanya pelatihan ini memberikan banyak segi positif, diantaranya adalah keakraban antar staf dan pengurus, ini merupakan strategi yang bagus untuk menjalin kedekatan karena banyak kita lihat sekarang suatu organisasi yang memiliki banyak anggota namun antar anggota sendiri banyak yang belum saling mengenal, bahkan pengurus hariannya pun tidak dikenalnya, ini akibat dari kurangnya komunikasi antar staf dan pengurus. Oleh karena itu dengan pelatihan ini para staf dan pengurus sekaligus bisa bercanda dan bergurau sehingga bisa saling mengenal lebih dekat dan lebih akrab satu sama lain, dan itu merupakan kunci sinerginya suatu organisasi dimana seluruh anggotanya berperan, saling mengenal dan mampu memberikan kontribusi terhadap organisasinya tersebut, dan itu merupakan harapan RISTEK juga agar dimana seluruh staf barunya ini dapat berkontribusi untuk kemajuan dan berkembangnya RISTEK secara menyeluruh.
Memang dalam perjalanannya pelatihan IESQ ini memang lebih mengarah kepada pengembangan diri dan cara menyikapi persoalan perkuliahan dengan organisasi, namun sebenarnya tujuan dari adanya pelatihan ini adalah agar dapat meluruskan cara pengembangan diri yang dilakukan para staf menjadi terarah dan sesuai dengan aturan agama islam, karena kebetulan juga pelatihan IESQ ini hanya di khusukan bagi staf yang muslim saja. Lebih lanjut kegiatan ini lebih dapat diterima staf daripada langsung mengajaknya halaqoh, karena apabila di ajak halaqoh pikirannya pasti hanya untuk mengaji dan ceramah-ceramah saja, jadi RISTEK dengan luar biasa dan cermat membungkus sebuah kegiatan islami sejenis halaqoh ini dengan istilah kegiatan yang umum yaitu IESQ, dan hal itu lebih dapat diterima oleh staf yang memang enggan ikut-ikut halaqoh dengan menggantinya mengikuti pelatihan IESQ.
Harapan dari RISTEK sendiri nantinya bisa membuat LSO RISTEK sendiri berdiri dan berkegiatan berdasar aturan-aturan yang islami, ini adalah sebuah upaya untuk membangun generasi RISTEK yang baru, dimana tiap stafnya memegang teguh nilai keislaman dalam setiap perilaku dan perbuatan kesehariannya, tidak hanya di kampus namun dimana saja ia berada. Dan lebih jauh lagi adalah membangun calon-calon peradaban mahasiswa apresiatif dan religius untuk menciptakan universitas Brawijaya yang madani.

Read More

Acara Penerimaan Staf Baru RISTEK EM

Acara pertama yang dilakukan Lembaga Semi Otonom Riset dan Teknologi Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya adalah dengan memberikan sambutan awal kepada seluruh staf magang baru yang telah terpilih. Seluruh staf baru diminta hadir jam 07.30 di lobi UKM beserta seluruh pengurus harian, ketua divisi, dan menterinya, acara ini merupakan acara pengesahan staf baru RISTEK 2010 yang akan menjadi bagian dari RISTEK EM UB seterusnya. Kegiatan ini di isi oleh pengesahan staf magang RISTEK 2010 oleh menteri RISTEK EM UB sendiri yakni Agus Ariffin lalu dilanjutkan dengan perkenalan Ketua divisi dan para pengurus harian dari RISTEK EM serta penjelasan umum mengenai ke-RISTEKan yaitu apa itu RISTEK dan apa-apa saja tujuannya kedepan.
Masing-masing ketua divisi memberi sedikit penjelasan umum juga kepada staf untu memberikan gambaran umum bahwa di RISTEK terdapat beberapa divisi yang semua divisinya itu boleh dipilih bebas oleh para staf baru sesuai dengan hal-hal yang diminatinya, ada 4 divisi di RISTEK antara lain adalah divisi teknologi, riset, piar dan HRD. Gambaran umum untuk teknologi adalah membahas dan menangani segala macam mengenai teknologi secara umum dan luas, dengan tujuan memperkenalkan pada masyarakat Brawijaya ini lho teknologi yang perlu anda ketahui. Yang kedua adalah Riset, divisi ini menangani permasalahan riset yang mencangkup karya-karya kepenulisan, jadi divisi ini banyak mengutamakan dirinya pada pembinaan dan pelatihan karya kepenulisan entah itu dalam hal cerpen, puisi, karya tulis ilmiah, essay dan lain sebagainya. Yang ketiga adalah divisi piar, divisi ini lebih mengarah pada pemberian informasi atau publisitas, dimana staf yang suka akan jurnal dan paparan berita bisa mengupgrade dirinya dalam divisi ini, dan yang terakhir adalah divisi yang paling berpengaruh, yakni divisi HRD, divisi ini berperan dalam hal membina semangat teman-teman keseluruhan yang ada di RISTEK, dan memberikan masukan atau motivasi kepada teman-teman RISTEK agar tetap menjaga eksistensinya, istilah mudahnya adalah seperti divisi yang berperan dalam bidang konseling dan mengatur strategi untuk pengembangan RISET kedepannya.
Setelah acara perkenalan dan penjelasan mengenai gambaran umum RISTEK, menteri RISTEK sendiri lalu mengajak seluruh anggota RISTEK yang ada untuk berdiri dan melakukan permainan stimulasi agar lebih menghangatkan suasana dan menambah keakraban diantara staf baru, hal itu wajar karena saat itu para staf masih belum ada yang mengenal satu sama lain karena mereka berasal dari fakultas yang berbeda-beda.
Acara terakhir adalah para staf di ajak keluar menuju parkiran fakultas teknik pertanian untuk menyiapkan agenda aksi bersama seluruh staf departemen eksekutif mahasiswa yang sudah menunggu disana, dimana kebetulan pada hari itu adalah hari pendidikan nasional, oleh karena itu sekaligus Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya melakukan penggalangan aksi mengenai perhatian mahasiswa terhadap pendidikan yang ada di indonesia.

Read More

Kiat-Kiat Membangun Kepercayaan

Kamis, 26 Agustus 2010

Sebelum Nabi Muhammad saw dikukuhkan menjadi seorang Rasul beliau sudah sangat populer di tengah masyarakat kota Mekkah dengan gelar al-Amin yaitu orang yang sangat terpercaya (amanah/kredibel). Gelar ini baik sebelum maupun sesudahnya tidak pernah ada lagi.

Sungguh dahsyat pengaruh suatu kepercayaan dan luar biasa pentingnya untuk kesuksesan karir kehidupan di dunia maupun di akhirat, jah melampaui modal harta benda, kedudukan, jabatan, atau ilmu sekalipun. Ketika kepercayaan sudah sirna di hati orang lain, sulit sekali ntuk tumbuh, walaupun dengan berjuta janji atau membayar dengan harta sebanyak apapun, jikalau kepercayaan di hati orang sudah hilang maka perasaan yang muncul selalu mencurigai dan rasa tidak percaya diri akan selalu membayang dan membekas.

Berikut ini sekelumit uraian yang isya Allah akan menumbuhkan dan memperkuat kepercayaan seseorang.

A. Kejujuran yang terbuktu dan teruji

Kejujuran adalah perilaku kunci yang sangat efektif untuk membangun kepercayaan (kredibilitas), begitu pula bila sebaliknya dapat menghancurkan kehidupan seseorang.

Biasakanlah selalu jujur dimulai dari hal yang paling sederhana dan kecil sekalipun, walaupun terhadap anak kecil, karena sesunggunya Allah menilai perilaku kita, yakinlah tak akan pernah untung sama sekali dengan ketidakjujuran selain kerugian yang mendera dan menghancurkan, sudah terlalu banyak bukti di sekitar kita untuk dijadikan pelajaran.

Jangan sekali-kali berbohong atau terpancing untuk menambah omongan sehinga menjadi dusta walau dalam gurauan sekalipun.

Jangan pernah mudah membuat janji, pastikan setiap janji yang diucapkan sudah diperhitungkan matang-matang, dan berusaha keraslah untuk memenuhi janji.

Tepat waktulah dalam segala hal, jangan terlambat atau gemar menunda-nunda atau mengakhirkan.

Biasakanlah memiliki data dan fakta yang jelas, dan bersikaplah terbuka.

Milikilah kemampuan dan kesungguhan mengevaluasi diri, dan segera perbaiki diri begitu ditemukan kesalahan serta bertanggungjawablah dengan sungguh-sungguh dan tulus.

Jangan pernah patah semangat bila didapati masa lalu kita pernah atau banyak keidakjujuran.

B. Cakap

Komponen kedua yang tak kalah pentingnya adalah kehandalan dan kecakapan kita dalam melaksanakan tugas. Walaupun sangat dikenal dan teruji kejujurannya tapi kalau dalam melaksanakan tugas sering berbuat lalai dan kesalahan maka hal ini pun akan merontokkan kredibilitas.

Kunci utamanya adalah secara sadar kita harus selalu belajar, melatih diri, mengembangkan kemampuan, wawasan serta keterampilan kita secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga selalu memiliki kesiapan yang memadai untuk melaksanakan tugas.

Awalilah selalu dengan membuat perencanaan yang baikdan persiapan yang matang, gagal dalam merencanakan sama dengan merenacnakan kegagalan.

Jangan lupa selalu check and recheck, tak boleh kita melakukan sesuatu tanpa cek ulang, sangat banyak peluang kesalahan atau kegagalan yang terselamatkan dengan sikap yang selalu mengadakan pengecekan ulang.

Laksanakan segala sesuatu dengan kesungguhan, sikap yang hati-hati dan cermat, jangan anggap remeh kelalaian dan kecerobohan karena semua itu biang kesalahan dan kegagalan.

Selalu sempatkan untuk evaluasi dari setiap tahapan apapun yang kita lakukan, percayalah merenung sejenak untuk mengevaluasi membuat karya kita akan semakin bermutu.

Nikmatilah dengan menyempurnakan apa yang bisa dilakukan, jangan pernah puas dengan setengah-setengah, jangan pula puas dengan 90%, kalau kita bisa menyempurnakannya, mengapa tidak?

C. Inovatif

Segala sesuatu yang ada selalu berubah, di dunia ini tidak ada sesuatu apapun yang tidak berubah, satu-satunya yang tetap adalah perubahan itu sendiri, oleh karena itu siapa pun yang tidak menyiapkan diri untuk menghadapi perubahan maka dia akan tergilas kalah oleh perubahan tersebut.

Maka jelaslah sudah yang dimaksud dengan sabda Rasulullah bahwa orang yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi karena berarti tak ada kemajuan dan tetinggal oleh perubahan, orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dianggap orang yang celaka, karena berarti akan tertinggal jauh dab sulit mengejar, satu-satunya pilihan bagi orang yang beruntung adalah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, berarti harus ada penambahan sesuatu yang bermanfaat, inilah sikap perubahan yang diharapkan selalu terjadi pada seorang muslim, sehingga tidak akan pernah tertinggal, dia selalu antisipatif terhadap perubahan, dan selalu siap menyikapi perubahan.

Berikut ini beberapa anjuran agar kita dapat selalu mengembangkan kemanpuan kreatif kita:

Banyak membaca dan menulis.

Banyak berdiskusi dan bertanya.

Banyak melihat (mengadakan studi banding).

banyak merenung (tafakur).

Banyak berbuat dan mencoba.

Banyak beribadah dan berdo'a.

Mudah-mudahan kegighan diri kita, menjaga agar karir hidup ini menjadi orang bersih, terbuka, ujur terpercaya yang dilakukan dengan tulus karena Allah semata. Selamat berjuang saudaraku sekalian, cukuplah Allah sebagai satu-satunya tujuan, pelindung, tumpuan harapan dan satu-satunya penolong kita semua.

Wallahu a'lam bishshawab.
dikutip dari tausiyah KH. Abdullah Gymnastiar

Read More

Hunter Competition (Pemburu Kompetisi)

Senin, 23 Agustus 2010

Sesuai dengan judulnya "pemburu kompetisi",, yups itu merupakan sebuah julukan bagi orang-orang yang suka mengikuti kompetisi-kompetisi. Memang ada sebagian orang yang sangat suka dengan kegiatan kegiatan kompetisi, apabila ada saja tercium bau suatu perlombaan maka iapun akan segera mencari sumber bau tersebut,, contohnya saya,, hehe (postingan GJ)... emang sebuah kompetisi itu menarik, karena di dalamnya ada banyak motivasi yang membuat si kompetitor untuk mau mengikutinya, g usah susah-susah mikir, contohnya saja pengalaman mengikuti lomba, hadiah perlombaan, dll.. (tp dll itu apa lagi yah???..hhheee), saya sendiri gemar mengikuti lomba-lomba di karenakan untuk lebih mempertajam pengalaman di bidang yang saya lombakan itu.. terkhusus lagi yang saya biasa suka ikuti itu semisal lomba pembuatan karya essay atau lomba pembuatan poster dengan tema tertentu..
alhamdulillah kebiasaan mengikuti lomba ini sudah ada sejak saya masih SMA, dan terus berlanjut hingga sekarang..

Read More

Kiat Menjadi Unggul

Minggu, 08 Agustus 2010

eramuslim - Alloh Ajja wa Jalla adalah Dzat yang Maha Sempurna segala-gala-Nya, Maha luas tak terbatas pengetahuan-Nya. Sangat pasti hanya Alloh-lah Dzat yang Maha Memiliki segala keagungan, Kemuliaan dan Keunggulan. Sungguh beruntung bagi siapapun yang dikaruniai oleh-Nya potensi dan bakat untuk unggul. Lebih beruntung lagi bagi siapapun yang di karuniai kemampuan untuk mengoptimalkan potensi dan bakatnya sehingga menjadi manusia unggul dan prestatif. Namun, betapa banyak pula orang yang cukup potensial tetapi tidak menjadi unggul. Betapa banyak orang yang memiliki bakat terpendam dan tetap "terpendam", tidak tergali karena tidak tahu ilmu untuk mengoptimalkannya.Padahal tiap orang pada dasarnya memiliki potensi untuk unggul, termasuk kita. Berikut ini beberapa kiat menjadi pribadi unggul dan prestatif.

1. PERCAYA DIRI
Bagi orang yang ingin memacu percepatan dirinya, maka tidak bisa tidak waktu adalah kuncinya. Sebab sesungguhnya waktu adalah hidup kita. Orang bodoh adalah orang yang diberi modal hidup berupa waktu kemudian ia sia-siakan. Ada tiga kelompok orang yang menggunakan waktu, yaitu : Orang sukses, yaitu orang yang menggunakan waktu dengan optimal, salah satu cirinya adalah ia melakukan sesuatu hal yang tidak di minati oleh orang gagal.Orang malang, yaitu orang yang hari-harinya diisi dengan kekecewaan dan selalu memulai sesuatu pada keesokan harinya.Orang hebat, yaitu orang yang bersedia melakukan sesuatu sekarang juga. Bagi orang hebat tidak ada hari esok, dia berkata bahwa membuang waktu bukan saja kejahatan, tetapi suatu pembunuhan yang kejam.Karena mengetahui dan menyadari akan pentingnya waktu berarti memahami pula nilai hidup dan kehidupan ini. Oleh karena itu, yang pertama dan utama yang harus dilakukan untuk menjadi pribadi unggul adalah pantang menyia-nyiakan waktu. Kita tidak boleh melakukan sesuatu dengan sia-sia, sebab semua yang dilakukan sangat pasti memakan waktu, sedangkan waktu itu sangat berharga. Tidak mungkin kita melakukan yang sia-sia (mubadzir), bukankah perbuatan mubadzir itu adalah perbuatan syetan, Alloh SWT berfirman : "sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan, dan syetan itu sangat ingkar pada Tuhan-Nya". (QS. Al Israa (17:27)

Lihatlah hidup keseharian kita, seringkali secara sadar atau tidak telah melalaikan waktu. Anehnya tidak jarang setengah mati kita menjaga harta kita supaya tidak hilang dicuri orang, tapi jarang menjaga waktu agar tidak dicuri dengan hal-hal yang sia-sia. Berapa banyak kita ngobrol sia-sia yang berarti dia telah mencuri waktu kita. Berapa banya waktu kita untuk nonton TV yang tidak semua acaranya mendidik kita agar lebih berhasil guna dan berdaya guna, dan TV telah mencuri waktu kita. Maka mulai sekarang pantanglah kita menyia-nyiakan waktu tanpa faedah. Alloh berfirman: "Sesungguhnya berintunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang yang khusu dalam sholatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna". Artinya sholat yang terpelihara mutunya, khusu namanya, yang dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar menjaga kualitas mutu sholatnya, itulah yang beruntung.Jadi pastikan waktu yang digunakan hanya diisi untuk memacu dan menempa kemampuan diri. Artinya setiap jam, setiap hari, setiap minggu yang kita lalui harus selalu benar-benar full manfaat dan lebih yang orang lain lakukan.

2.SISTEM YANG KONDUSIF
Sistem yang kita masuki itu akan sangat mempengaruhi percepatan diri kita, salah dalam memilih sistem, memilih lingkungan maka akibatnyapun akan segera kita rasakan. Maka barang siapa ingin memiliki percepatan diri yang baik untuk menjadi unggul, maka harus bisa mencari sistem dan lingkungan atau teman-teman yang berkualitas. Sistem yang memiliki keunggulan dari standar biasa, lingkungan yang memuliakan perilaku yang terjaga, teman yang memiliki kehalusan budi pekerti yang tinggi. Apa bila kita memasuki dalam sistem seperti ini, maka imbasnya pada diri kita jua. Percepatan kita akan terkontrol untuk menjadi unggul dan bermutu. Lembaga atau organisasi yang memiliki sistem yang unggul, banyak yang telah membuktikan dirinya tampil dalam kehidupan bermasyarakat lebih maju dan lebih bermutu.
Maka kalau ingin memiliki pribadi yang unggul, tangguh dan prestatif, pastikan untuk tidak salah dalam memilih pergaulan. Sebab salah dalam memilih pergaulan lingkungan, salah dalam memilih sistem, berarti telah salah dalam memilih kesuksesan. Ingatlah pepatah "Bergaul dengan tukang minyak wangi akan kebawa wangi, bergaul dengan pandai besi akan kebawa bau bakaran".

3. BERDAYA SAING POSITIF
Dalam setiap kesempatan dan lingkungan, kita harus memiliki naluri berdaya saing positif. Kalau tidak, pasti kita akan berat menghadapi hidup ini. Majalah "Panji" pernah memberitakan bahwa beberapa tahun lagi Universitas-Universitas luar negri, seperti Oxford, Harvard, UCLA, Stanford dan Universitas beken lainya, akan masuk ke Indonesia. Kenyataan ini akan membuat miris beberapa perguruan tinggi. Sikap ini nampaknya dipicu oleh kenyataan adanya kesenjangan kualitas Perguruan Tinggi dalam negri dan Perguruan Tinggi luar negri.

Bagi Perguruan Tinggi yang tidak memiliki mental berdaya saing positif, akan membuat mereka panik, kalang kabut karena takut kesaingan. Melihat kenyataan yang sama atau lebih darinya, maka akan dianggap sebuah ancaman yang seolah-olah akan menghancurkanya.Namun bagi yang memiliki mental bersaing yang positif, hal itu justru akan di tanggapi dengan senang hati, seolah-olah dia mendapatkan sparing partner yang akan memacunya lebih berkualitas lagi. Sebab mereka yang tidak diberi pesaing, kadang-kadang tidak membuat mereka maju.

Pepatah mengatakan bahwa "lebih baik menjadi juara dua di antara juara umum, dari pada jadi juara satu dari yang lemah, atau juara utama dari yang bodoh". Karena yang terpenting bukan jadi juaranya, tapi bagai mana caranya kita memompa kemampuan optimal dalam menjalani kehidupan. Lebih baik juara dua di antara juara dari pada juara umum di antara yang kalah. Sahabat-sahabat sekalian, kita janganlah sebel jika melihat orang lain lebih baik dari kita, karena orang-orang yang suka iri hati, sebel dongkol kepada prestasi orang lain, biasanya tidak akan unggul. Berani bersaing secara sehat dan positif adalah kunci menuju gerbang kesuksesan.

4. MAMPU BERSINERGI (BERJAMAAH).
Steven R. Covey, mencantumkan sinergi sebagai salah satu dari tujuh kebiasaan yang efektif. Dalam bersinergi atau berjamaah akan tercermin perbedaan nilai tiap individu, yang kalau kita mampu mengelolanya akan melahirkan team work yang solid, dimana nilai hasilnya akan jauh lebih besar, lebih dahsyat atau lebih unggul dibandingkan kalau dilakukan sendiri-sendiri. Makin besar kekuatan sinerginya dalam setiap kali berinteraksi dengan yang lain, maka akan semakin besar pula kemampuan yang di hasilkan , itulah diantara kunci menjadi unggul. Jadi kalau ingin menjadi unggul, nikmati hidup berjamaah, karena seorang yang pintar jika bertemu orang yang pintar akan bertambah pintar. Untuk itu berjamaahlah, tapi berjamaah yang positif, karena berjamaah itu ada kalanya saling melemahkan dan saling melumpuhkan. Maka, lakukanlah branchmarking (studi banding) ke institusi lain sebagai perbandingan, dan ini sangat penting. Hal ini agar pemikiran kita terus berkembang tidak mandek atau di situ-situ terus.. Oleh karena itu jangan pernah meremehkan orang lain, setiap bertemu orang harus jadi sarana perubahan dan penambahan wawasan kita. Jangan merasa pintar sendiri, merasa yang terbaik, yang terbagus, maka sebenarnya kita telah menjadi yang terbloon.

5. MANAJEMEN KALBU
Tidak bisa tidak, bagi pribadi yang ingin unggul dan prestatif maka dia harus mampu mengendalikan suasana hatinya, karena orang itu tergantung suasana hatinya. Kalau hatinya merasa gembira, maka dia gembira. Kalau hatinya sedang sedih maka sedih pula dirinya, kalau hatinya lagi dongkol, ngambek , maka seperti itulah dirinya. Semua tergantung pada suasana hatinya, maka bagi orang yang tidak mampu mengendalikan/mengelola hatinya akan merasa repot dalam menghadapi hidup ini. Rosululloh SAW bersabda "ingatlah dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya, tetapi bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama hati",(HR. Bukhari – Muslim).

Oleh : K.H. ABDULLAH GYMNASTIAR

Read More

Senam Sehat, Konsultasi Kesehatan Gratis, dan Lomba Membuat EsKrim

Kamis, 29 Juli 2010

Minggu, 23 Mei 2010, Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya bersama-sama dengan mahasiswa Fakultas kedokteran Universitas Brawijaya melakukan banyak kegiatan sosial di lapangan Rektorat Universitas Brawijaya, kegiatan-kegiatan tersebut di antaranya adalah senam bersama, pembagian susu segar gratis bagi yang ikut senam, konsultasi kesehatan gratis, donor darah gratis.. hehe ya iyalah masa’ donor darah aja harus bayar, kalo seperti itu siapa yang mau mendonorkan darahnya``, serta lomba buat eskrim khusus dari staf EM sendiri. Untuk kegiatan senam bersama di kordinatori secara langsung oleh EM sendiri, kegiatan tersebut dilakukan di tengah-tengah lapangan rektorat dengan menggunakan beberapa speaker sebagai musik senam, karena pada saat itu juga hari minggu, kebetulan banyak mahasiswa maupun orang-orang luar yang berolahraga disekitaran lapangan rektorat, jadi tidak hanya dari mahasiswa dan anggota EM sendiri yang senam tetapi juga orang-orang luar itu ikut berpartisipasi dalam kegiatan senam pagi itu dengan motivasi mendapatkan susu segar gratis. Senam yang dilakukan pagi itu berlangsung selama sekitar 30 menit, dan ternyata cukup banyak juga peserta luar yang berpartisipasi, malahan lebih banyak orang-orang luar sendiri sehingga panitia yang membagikan tiket susu gratis pun sampai kewalahan membagikan tiket kepada peserta senam, tapi untung saja susu yang tersedia lebih banyak dari peserta yang ada, apa jadinya kalau pesertanya yang lebih banyak dari susu yang tersedia, betapa malunya barangkali panitia ya,, hehe.
Setelah kegiatan senam berlangsung, peserta senam langsung dibagikan susu yang stannya berada di depan perpustakaan pusat UB, sekaligus pula disana tempat stan untuk konsultasi kesehatan gratis dan donor darah yang di motori oleh para mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Brawijaya, terlihat bahwa banyak sekali peserta yang antusias mengikuti program konsultasi kesehatan gratis karena disana mereka dapat bertanya seputar kesehatan mereka dan informasi-informasi mengenai tips gaya hidup sehat ala remaja dan dewasa, bagi yang bersedia memberikan darahnya atau mendonorkan darahnya, mahasiswa fakultas kedokteran yang sudah bekerja sama dengan rumah sakit terdekat juga memberikan stan khusus yakni di bagian barat gedung perpustakaan pusat, tepatnya di dalam ruangan yang dimana disana telah disediakan tempat pembaringan bagi yang mau mendonorkan darahnya, untuk mendonorkan darah peserta harus di periksa kesehatannya terlebih dahulu untuk mengetahui apakah ada penyakit atau virus yang terbawa pada darahnya, agar darah yang akan di donorkan tetap steril. Dan bagi peserta yang telah bersedia maka akan di berikan makan gratis dan susu hangat gratis untuk memulihkan kondisi badannya yang lemas akibat darah yang telah ia sumbangkan.
Pada waktu yang bersamaan dengan kegiatan konsultasi kesehatan dan donor darah yang di motori mahasiswa fakultas kedokteran di perpustakaan pusat, para staf dan pengurus eksekutif mahasiswa juga melakukan kegiatan di barat gedung Cafetaria UB, disana mereka menyediakan beberapa meja untuk melakukan perlombaan membuat eskrim, untuk kegiatan yang satu ini khusus pesertanya adalah dari kalangan eksekutif mahasiswa sendiri, dan kelompok dalam perlombaan kali ini di bagi menurut departemen yang di ikutinya di EM sendiri. Kegiatan lomba membuat eskrim diwarnai dengan kecerian dari para staf dan pengurus yang ikut membuat eskrim, masing-masing departemen tidak mau kalah dalam hal berkreasi dan membuat keunikan dari eskrim yang dibuatnya, dengan citarasa mereka sendiri akhirnya selesailah acara ramai tersebut, dan alhamdulillah departemen saya sendiri yakni RISTEK mendapat juara kedua, karena memang eskrim yang kami buat benar-benar lezat dan cantik, namun sayang saya tidak dapat merasakannya sedikitpun di karenakan saat itu para staf dan pengurus EM lagi lapar-lapar, jadinya tidak kebagian.

Read More

Pelatihan Teknologi RISTEK EM

Sabtu, 16 April 2010 RISTEK EM Universitas Brawijaya melakukan pelatihan teknologi umum yang bertempat di gedung Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam Universitas Brawijaya, kegiatan tersebut di motori oleh divisi teknologi RISTEK, teknologi yang diperkenalkan saat pelatihan tersebut adalah memperkenalkan roket air dan mobil gokart buatan mahasiswa fakultas teknik mesin Universitas Brawijaya, teknologi-teknologi yang diperkenalkan tersebut tidaklah sembarang alat biasa, namun alat-alat yang mereka ciptakan itu adalah alat-alat atau teknologi yang telah meraih banyak gelar juara dalam perlombaan-perlombaan. Hal pertama yang diperkenalkan yaitu roket air, dimana sesuai dengan namanya roket tersebut berkaitan dengan air, dalam kata lain fungsinya sangat berhubungan dengan air.
Roket air yang sejak tahun 2002 lalu diperkenalkan oleh para alumnus mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya itu sudah jauh berkembang ketimbang saat pembentukan awalnya, ini dikarenakan kreatifitas mahasiswa sendiri yang mengembangkan lebih jauh akan kesempurnaan alat tersebut hingga Universitas-universitas lain di seluruh indonesia namun khususnya lingkungan sekitar jawa. Hingga saat ini roket air menjadi sebuah teknologi yang terkenal sehingga sering dijadikan ajang perlombaan para mahasiswa-mahasiswa kreatif yang gemar dengan roket air ini.
Cara kerja roket air ini adalah dengan memanfaatkan tekanan udara yang ada dalam air yang dimasukkan melalui selang-selang di dalam roket yang telah di kondisikan, lalu air yang ada di dalam tabung ledakan roket diberi udara hingga air yang ada di dalam tabung mengalami gejala fisika hidrostatik yang membuat udara dan air bertekanan tinggi, sehingga tinggal menunggu beberapa detik sebelum katup selang dibuka maka barulah terjadi ledakan didalam tabung roket yang menyebabkan roket terhempas ke atas sejauh tekanan yang dihasilkan.
Kini roket air tidak hanya sebatas permainan roket yang diperlombakan saja, namun sudah jauh berkembang untuk meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat khususnya petani yang ingin melakukan penyemaian pupuk secara otomatis tanpa secara manual, karena kini telah banyak dikembangkan oleh mahasiswa sendiri roket yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian dan lain sebagainya.
Teknologi lainnya yang diperkenalkan adalah mesin balap Gokart buatan mahasiswa fakultas teknik mesin, mereka membuat mobil balap tersebut dengan kreatifitas mereka sendiri, dilandaskan dengan ilmu yang mereka miliki atas perkuliahan yang sudah mereka jalani maka pada akhirnya mereka berhasil membuat sebuah mobil balap gokart dari awal kerangka hingga berbentuk sempurna, itulah hasil yang paling dibanggakan anak-anak teknik adalah karena dapat membuat sebuah mobil gokart dengan peralatan sederhana dan biaya murah-meriah dengan bahan bakar ramah lingkungan. Dari mesin yang digunakan sendiri adalah sebuah aki, dimana dalam pengisian bahan bakarnya hanya dengan memberikannya tegangan listrik selama beberapa jam, dan mobil balap gokart siap untuk dipakai berkeliling selama 4 hingga 5 jam nonstop, selain itu mobil ini tidak memiliki alat buangan alias knalpot sehingga tidak menimbulkan efek polusi udara karena mesin penggeraknya sendiri bergerak selayaknya mobil-mobil Tamiya kecil yang menggunakan dinamo dan bergerak berdasar tenaga baterai, dalam kata lain mobil gokart ini adalah mobil Tamiya namun dengan ukuran dan kapasitas tenaga yang jauh lebih besar.
Meskipun banyak kelebihan dari mobil gokart itu sendiri, namun tetap saja ada sisi lemahnya atau kekurangannya, diantara kelemahan mobil gokart tersebut adalah kecepatan maksimum yang dihasilkan adalah 40 km/jam, karena mobil gokart tersebut hanya bisa dibebani dengan tenaga satu buah aki kendaraan bermotor sehingga putaran dari kincir untuk menggerakkan roda jadi lebih sedikit sulit, tetapi seandainya dapat bisa dibuat agar mobil tersebut menahan beban 2 aki kendaraan bermotor kemungkinan kecepatan mobil tersebut akan semakin besar.
Mobil gokart tersebut juga pernah diperlombakan di ajang pameran teknologi kendaraan ramah lingkungan di jogjakarta dan berhasil meraih juara 2 dikarenakan bahan dan biaya produksi dari kendaraan tersebut yang tergolong murah ketimbang gokart-gokart dari universitas lain.
Ketua kordinator pembuat mobil gokart dari fakultas teknik mesin ini pernah melakukan usulan kepada pihak rektorat untuk mensukseskan kendaraan ramah lingkungan di Universitas Brawijaya, usulan mereka adalah agar kendaraan-kendaraan lain di ganti dengan mobil gokart secara khusus di lingkungan kampus, namun sayangnya pihak rektorat masih belum bisa menerima alasan mereka untuk mensukseskan kendaraan tersebut mengingat biaya dan efektifitasannya dalam keseharian.
Kegiatan pelatihan teknologi RISTEK tidak diwarnai dengan hanya kedua teknologi di atas, namun berbagai teknologi secara umum dijelaskan oleh para pemateri yang telah mengetahui secara jelas tentang alat-alat teknologi tersebut, dan kegiatan ini adalah merupakan sebuah sharing pengetahuan akan teknologi-teknologi yang tengah berkembang di lingkungan kita sekarang ini agar kita tidak menjadi mahasiswa-mahasiswa yang gaptek, namun perlu dan harus tahu akan teknologi yang sudah berkembang ini, dan khususnya teknologi-teknologi karya teman-teman kita di Universitas Brawijaya.
Penutup kegiatan pelatihan teknologi RISTEK ini diceriakan dengan diberikannya para peserta pelatihan yang datang untuk dapat mencoba kendaraan gokart buatan mahasiswa fakultas teknik mesin tersebut, peserta dipersilahkan mencoba menggunakannya berkeliling di depan fakultas MIPA hingga merasa bosan, dan tidak sedikit para peserta yang penasaran untuk mencobanya,, anehnya bukan peserta laki-laki yang begitu penasaran melainkan para peserta wanita yang sudah tidak tahan untuk mencoba kendaraan tersebut, sehingga kebanyakan yang mencobanya hanya peserta wanita.

Read More

Apakah Do'a bisa merubah Ketentuan??

Senin, 26 Juli 2010

Pertanyaan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin ditanya : "Apakah do'a berpengaruh merubah apa yang telah tertulis untuk manusia sebelum kejadian?"

Jawaban.

Tidak diragukan lagi bahwa do'a berpengaruh dalam merubah apa yang telah tertulis. Akan tetapi perubahan itupun sudah digariskan melalui do'a. Janganlah anda menyangka bila anda berdo'a, berarti meminta sesuatu yang belum tertulis, bahkan do'a anda telah tertulis dan apa yang terjadi karenanya juga tertulis. Oleh karena itu, kita menemukan seseorang yang mendo'akan orang sakit, kemudian sembuh, juga kisah kelompok sahabat yang diutus nabi singgah bertamu kepada suatu kaum. Akan tetapi kaum tersebut tidak mau menjamu mereka. Kemudian Allah mentakdirkan seekor ular menggigit tuan mereka. Lalu mereka mencari orang yang bisa membaca do'a kepadanya (supaya sembuh). Kemudian para sahabat mengajukan persyaratan upah tertentu untuk hal tersebut. Kemudian mereka (kaum) memberikan sepotong kambing. Maka berangkatlah seorang dari sahabat untuk membacakan Al-Fatihah untuknya. Maka hilanglah racun tersebut seperti onta terlepas dari teralinya. Maka bacaan do'a tersebut berpengaruh menyembuhkan orang yang sakit.


Dengan demikian, do'a mempunyai pengaruh, namun tidak merubah Qadar. Akan tetapi kesembuhan tersebut telah tertulis dengan lantaran do'a yang juga telah tertulis. Segala sesuatu terjadi karena Qadar Allah, begitu juga segala sebab mempunyai pengaruh terhadap musabab-nya dengan izin Allah. Maka semua sebab telah tertulis dan semua musabab juga telah tertulis.

Read More

Mengubah dengan Kekuatan Tauladan

Selasa, 20 Juli 2010

Mudah-Mudahan kita semua tidak menjadi contoh keburukan bagi orang lain. Mudah-mudahan anak-anak kita tidak mencontoh perilaku buruk yang pernah khilaf kita, para orang tuanya lakukan. Dan mudah-mudahan pula anggota lingkungan masyarakat kita tidak menjadikan kita sebagai salah satu figur keburukan, akibat perilaku buruk yang kita lakukan.
Alangkah ruginya dalam hidup yang cuma sekali-kalinya ini dan orang lain meniru keburukan kita, naudxubillah. Ingatlah bahwa jika kita berperilaku buruk dan tidak bermoral, maka ketika orang berbicara, akan berbicara tentang keburukan kita. Apalagi jika orang lain mencontoh perilaku buruk itu, berarti kita juga akan memikul dosanya.
Namun seandainya justru orang atau masyarakat di sekitar kita yang berperilaku kurang baik, maka sudah sewajarnya bila kita menekadkan diri untuk mengubahnya menuju arah kebaikan. Lalu, bagaimana cara mengubah orang menjadi lebih baik secara efektif ?

Salah satu caranya adalah dengan kekuatan suri tauladan atau menjadi contoh terlebih dahulu. Jika ingin mengubah orang lain, maka pertanyaan pertama yang harus dilakukan adalah sudah pantaskah kita menjadi contoh kebaikan akhlak bagi orang lain? Sudahkah kita menjadi suri tauladan bagi apa yang kita inginkan ada pada diri orang lain itu?


Rasulullah SAW gemilang menyeru ummat ke jalan-Nya, mengubah karakter ummat dari zaman kegelapan menuju jalan penuh cahaya yang ditempuh hampir 23 tahun. Salah satu pilar strategi keberhasilannya adalah karena Rasul memiliki kekuatan suri tauladan yang sungguh luar biasa. Yakinlah bahwa cara paling gampang mengubah orang lain sesuai keinginan kita adalah dengan cara menjadikan diri kita sebagai media atau contoh yang layak ditiru.
Karenanya, jangan bercita-cita memiliki anak yang santun, lembut, kalau kesantunan dan kelembutan itu tidak ada dalam diri orang tuanya. Jangan bercita-cita punya anak yang tahu etika, kalau cara mendidik yang dilakukan orang tuanya tidak menggunakan etika. Sangat mustahil akan terwujud ketika para pimpinan ingin anggotanya berdisiplin, padahal disiplin itu bukan bagian dari diri pimpinannya. Contoh sederhana, mengapa P4 gagal menjadi pedoman hidup yang jadi acuan bangsa Indonesia ? Karena tidak ada contoh tauladannya. Siapa sekarang pemimpin bangsa ini yang paling Pancasilais ? Susah mencarinya. Seumpama mata air di pegunungan yang sudah keruh tercemar. Kalau dari sumbernya sudah keruh, walau yang di bawah di bening-beningkan juga tidak akan bisa. Di hilir menjadi keruh karena di hulunya juga keruh.
Orang tua ingin anak-anaknya tidak merokok padahal ternyata orang tuanya perokok berat, bagaimana mungkin ? Para guru ingin murid-muridnya tidak mengganja, padahal ganja itu awalnya dari rokok, dan ternyata para guru merokok di depan murid-muridnya. Jangan-jangan kita yang menjerumuskan mereka ?
Di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta ada sebuah contoh menarik tentang mengapa anak-anak menjadi seorang perokok atau pengganja. Di salah satu dindingnya tergantung sebuah potret seorang ibu yang sedang menimang-nimang bayinya, dan ternyata si ibu ini melakukannya sambil merokok. Tidak bisa tidak. Perilaku si Ibu ini merupakan contoh bagi si bayi yang ada dipangkuannya.


AH, sahabat. Sayang sekali kita terlalu banyak menuntut pada orang lain, padahal sebenarnya yang paling layak kita tuntut adalah diri kita sendiri. Para guru bertanggung jawab kalau para murid akhlaknya menjadi jelek. Karena mungkin akhlak Pak Gurunya dan Akhlak BU Gurunya kurang baik. Lihat moral para mahasiswa yang bejat, kumpul kebo, mengganja, dan sebagainya. Tidak usah heran, lihatlah akhlak para dosennya, moral para dosennya yang mungkin tidak jauh berbeda. Santri di pondok-pondok jadi turun ibadahnya, jelek akhlaknya, jarang tahajutnya, lihat saja akhlak para ustadnya. Di kantor karyawan sering datang terlambat, kinerjanya tidak optimal, kasus kehilangan meningkat, lihat saja akhlak pimpinannya. Pimpinan mencuri, karyawan pun akan mencontohnya dengan mencuri pula.
Oleh karena itu, pertanyaan yang harus selalu kita lakukan adalah sudahkah diri kita ini menjadi contoh kebaikan atau belum ? Omong kosong kita bicara masalah disiplin atau masalah aturan, kalau ternyata kita sendiri belum membiasakan diri untuk berdisiplin atau taat aturan. Sehebat apapun kata-kata yang terlontar dari mulut ini, perilaku yang terpancar dari pribadi kita justru akan jauh berpengaruh lebih dahsyat daripada kata-kata.
Bersiap-siaplah untuk menderita bagi seorang ayah yang tidak bisa menjadi contoh kebaikan bagi anak-anaknya. Bersiaplah untuk memikul kepahitan bagi seorang ayah yang tidak dapat menjadi suri tauladan bagi keluarga dan keturunannya. Bersiap-siaplah untuk menghadapi perusahaan yang ruwet dan rumit kalau seorang atasan tidak menjadi contoh bagi karyawannya. Bersiaplah menghadapi kepusingan jikalau seorang pimpinan tidak menjadi contoh bagi yang dipimpinnya.


Ingat, jangan mimpi mengubah orang lain sebelum diawali dengan mengubah diri sendiri. Allah SWT, dengan tegas menyatakan kemurkaannya bagi orang yang menyuruh berperilaku apa-apa yang sebenarnya tidak ia lakukan.
"Sungguh besar kemurkaan di sisi ALLAH bagi orang yang berkata-kata apa-apa yang tidak diperbuatnya" (QS Ash Shaaf 21 : 3).
Bukan tidak boleh berkata-kata, tapi kemuliaan akhlak pribadi akan jauh lebih memperjelas kata-kata kita.
Dan menjadi contoh juga tidak akan efektif kecuali contoh itu penuh keikhlasan. Karena ada pula yang memberi contoh tapi riya, ingin dipuji, ingin dinilai orang lain hebat, ingin dihormati, dan ingin dihargai. Kalau tujuannya seperti ini, tidak akan berarti apa-apa. Hati hanya bisa disentuh oleh hati lagi. Contoh yang tidak ikhlas tidak akan dicontoh oleh orang lain. Contoh yang karena pujian, over acting tidak akan masuk kepada hati orang lain. Contoh haruslah dilakukan dengan ikhlas. Jangan berharap atau bahkan berpikir untuk dipuji dan dihormati.
Nah Sahabat. Selalulah tanya pada diri ini contoh apa yang akan kita tunjukkan dalam hidup yang sekali-kalinya ini. Apakah contoh tauladan kebaikan ? Ataukah malah sebaliknya contoh tauladan keburukan ? Naudzhubillah.
Apakah contoh pribadi yang matang ataukah malah pribadi yang kekanak-kanakan? Karenanya menjadi suatu keharusan bagi seorang ayah, seorang ibu, seorang pemimpin, dan bagi siapa pun untuk memberikan contoh terbaik dari dirinya. Hidup cuma sekali dan belum tentu panjang umur. Akan menjadi suatu yang sangat indah jikalau kenangan dan warisan terbesar bagi keluarga dan lingkungan sekitar adalah terpancarnya cahaya pribadi kita yang layak di tauladani oleh siapa pun. Semuanya tiada lain adalah buah dari mulianya akhlak.

dikutip dari tausiyah K.H. Abdullah Gymnastiar
Ketua Ponpes Daarut-Tauhiid - Bandung
Bandung, 29 Oktober 1999

Read More
 
Bloggerized by Blogger Template