Kali ini Judulnya "Portal"

Senin, 25 April 2011

Portal itulah istilah yang kami buat2 saat perjalanan pulang menuju malang dari jogja di tengah kesunyian malam yang sepi nan menyeramkan,.

Read More

DHOWABIT HUBUNGAN IKHWAN-AKHWAT

Kamis, 14 April 2011


1.Meluruskan dan menjaga niat dalam berda’wah
2.Mengamalkan ghodul bashor(menjaga pandangan)
3.Tidak kholwat(berduaan dengan lawan jenis)

Read More

Tidak ada sesuatu yang tidak teratur!!

Rabu, 06 April 2011

Matematika benar-benar ilmu yang menerapkan kelogisan dan kepastian jawaban,, maksudnya apa?, silahkan di simak... --> ternyata setelah kudapat materi tentang penerapan Kurva dari Pak Bayu, Dosen Ilkom yang mengajariku matakuliah Grafika Komputer, ada suatu kalimat yang disampaikan beliau di sela-sela mengajarnya,, kira-kira redaksinya seperti ini "segala sesuatu di dunia dan alam semesta ini semuanya teratur, tidak ada sesuatupun di dunia ini yang tidak teratur alias tidak berpola.

Read More

Deep Poster Indonesia 2011

Kamis, 31 Maret 2011

Akhirnya keluar juga pengumuman lomba deep poster indonesia 2011.... hmhh.. leganya..
Deep Poster Indonesia 2011 merupakan lomba poster tahunan yang diselenggarakan oleh kementrian kelautan dan perikanan republik indonesia yang bekerja sama dengan CORE MAP 2, yg merupakan organsisasi yang bergerak dalam pemeliharaan dan pelestarian terumbu karang. DPI telah berlangsung selama 4 kali, yakni mulai tahun 2008, 2009, 2010, dan 2011,, acara lomba poster inidiselenggarakan untuk membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeliharaan terumbu karang bagi nelayan dan masyarakat pada umumnya melalui media poster, peserta di berikan kebebasan berkarya dan membuat konsep ajakannya dalam bentuk poster yang dimana poster itu sasaranya adalah nelayan dan masyarakat luas pada umumnya akan baik buruknya tindakan kita terhadap terumbu karang indonesia yang saat ini sering di beritakan kurang dilestarikan.

Read More

Mabit Forkalam FMIPA UB

Rabu, 30 Maret 2011


Alhamdulillahirobbil ‘alamin.. betapa syukur saya melihat ramainya MNI (Mushola Nurul Ilmi) yang saat malam itu begitu ramai dipenuhi oleh para calon-calon penerus perjuangan dakwah di forkalam,, betapa senangnya saya melihat para mahasiswa 2010 yang cukup banyak dan antusias menghadiri kegiatan mabit malam itu, ditambah pula oleh ikhwah2 lain angkatan 2009, 2008, dan 2007 yang ikut meramaikan kegiatan malam itu. jadi teringat masa-masa saat masih di SMA dulu, di saat pertama kalinya saya mengikuti mabit di mushola nurul ilmi SMA Negeri 1 Praya yang nama musholanya kebetulan sama dengan mushola di fakultas tempat saya berada sekarang.

Read More

Nikmat dibalik rasa Sakit

Selasa, 29 Maret 2011


Ada sebuah kisah tentang seorang anak yang luar biasa, anak kecil yang masih berusia belasan tahun, ia memiliki kelaianan bahwa tidak dapat merasakan yang namanya sakit, sehingga suatu ketika saat disekolah ia di hukum guru akibat ulahnya yang membuat guru tersebut marah, lalu disuruhnya anak tersebut untuk menyodorkan kedua tangannya karena sang guru tadi akan menghukum dengan memukulnya menggunakan rotan, si anak dengan santai menyodorkan kedua tangannya lalu tanpa basa-basi si guru memukulkan rotannya kepada si anak beberapa kali, namun anak tersebut sambil senyum-senyum memandangi wajah gurunya yang begitu bernafsu memukuli tangannya.

Read More

Tatkala bimbang, maka kembalilah ketujuan awalmu...

Minggu, 27 Maret 2011

Biasanya pernah terlintas di saat-saat tertentu di pikiran kita baik saat kesibukan yang luar biasa banyak dan juga di saat lagi nganggur sesuatu yang aneh...., apa itu??, jawabannya yaitu >> “apa sebenarnya tujuan saya melakukan semua ini??”, melakukan semua apa?, ya melakukan segala sesuatu di muka bumi ini... yah meskipun kita sebagai seorang muslim memiliki jawaban yang kongkrit dan jelas untuk pertanyaan di atas namun bakalan tetap saja akan muncul tanda tanya di otak,, untuk apa??.

Sering dalam kegiatan sehari-hari kita khususnya mahasiswa terkadang lupa dikarenakan kesibukkan rutinitas keseharian yang begitu banyak, tugas numpuk, praktikum ngantri, PR segudang, quiz udah siap-siap menerjang, proker organisasi yang terus menunggu dan lain sebagainya yang membuat keseharian selalu padat, lantas kita berpikir,,, semua kesibukan ini untuk apa kulakukan?? Untuk duniakah? Untuk agama Allahkah? Atau untuk kedua-duanya?, pilihan yang pasti di ambil pastilah untuk kedua-duanya, untuk agama Allah sekaligus untuk dunia juga, okelah saya sepakat dengan jawaban yang ini,, namun terkadang meskipun dia seorang ikhwah kadang juga merasa bimbang di tengah-tengah aktivitasnya untuk melakukan semua kegiatan atau amalan itu,, oleh karena itu apabila kita lupa dalam meniatkan segala aktivitas keseharian kita hanya untuk Allah dan lantas kita bimbang akan perbuatan kita tersebut, maka kembalilah ketujuan awalmu, kembalikan niatan yang tadinya terlupakan untuk segera di niatkan, bahwasanya kuliah, mengerjakan tugas, ikut quiz, praktikum, dan menjalankan amanah proker organisasi kita niatkan sepenuhnya hanya untuk Allah, untuk agama Allah, untuk dakwah Allah, karena dengan begitu semua aktivitas kita akan berlaku di akhirat kelak, tidak hanya berlaku di dunia.. Wallahu’alam bishowab.

Read More

Menjadi Orang yang selalu Bersyukur

Sabtu, 26 Maret 2011

Hidup ini tidaklah lain hanyalah sebuah perjalanan pendek, seperti cerita pendek yang titik tamatnya terkadang sad ending ataupun happy ending, seperti itulah pula kehidupan ini titik akhirnya akan kita temui antara khusnul khotimah ataupun su’ul khotimah (nau’udzubillah).

Dalam menjalani kehidupan pasti akan ada banyak yang terjadi, baik itu kegembiraan ataupun kesedihan, dan hal tersebut merupakan kewajaran, tidak ada manusia yang selama hidupnya selalu gembira, adakalanya ia akan merasa sedih dan putus asa dan hal itu wajar, namun jangan berlama-lama dalam kedua hal tersebut. Senantiasalah kita bersyukur atas segala yang telah Allah pilihkan buat kita baik itu susah maupun senang,, bisa kita lihat banyak dalam kehidupan sehari-hari orang itu hanya bersyukur di kala kebahagiaan mendatangi, dan selalu berkeluh kesah di saat kesulitan menghinggapi.. oke itu biasa terjadi, namun janganlah kita jadi orang-orang biasa seperti itu, buatlah diri kita berbeda dari orang lain, karena hakikat syukur itu tidak hanya di ucapkan tatkala orang mendapat kebahagiaan saja, namun tetap di ucapkan dalam segala keadaan dan kondisi yang terjadi karena itu merupakan keputusan Allah, Alhamdulillah dalam bahasa indonesianya Segala Puji bagi Allah, kita mengucapkan pujian kepada Allah dalam segala situasi karena Allah akan senantiasa pantas untuk di puji meskipun kesusahan menimpa kita.

Ada kisah yang pernah saya baca dari majalah Qiblati tentang kesabaran seorang ibu yang anak semata wayangnya mengalami berbagai penyakit beruntun dalam kurun waktu sekitar 5 bulan (klo g salah), sang ibu beberapa kali diberitahukan oleh dokter bahwasanya anaknya tidak akan selamat, padahal tiapkali mendekati kesembuhan tiba-tiba ada saja penyakit baru yang menimpa anak itu, misalnya awalnya kena kangker di bagian tertentu dari tubuhnya, lantas akan segera sembuh tiba-tiba muncul lagi penyakit lain seperti tumor ganas di otak lalu ketika tumor itu akan segera sembuh maka muncul lagi penyakit lain yang lebih parah sehingga membuat dokternya sendiri putus asa dan mengatakan pada sang ibu bahwa anaknya sudah tidak bisa diselamatkan, tapi apa tanggapan sang ibu ketika tiap kali dokter tadi memberitahu tiap penyakit yang di derita anaknya?? Beliau hanya mengucapkan “Alhamdulillah”, Subhanallah ucap saya... ketika penyakit lain menyerang anaknya dan lagi dokter itu memberitahukan kepada sang ibu,, sang ibu tetap hanya menjawab “Alhamdulillah” lalu pergi.. sehingga akhir cerita karena kebesaran dan rahmat Allah luar biasa dan tak dapat di duga oleh dokter tadi anak sang ibu akhirnya sembuh total, bahkan berlarian mendahului ibunya,.. saat bertamu kerumah sang ibu, si dokter bertanya kepada suami sang ibu tadi, “bagaimanakah keseharian istrimu?” suaminya menjawab “semenjak aku menikahinya aku tidak pernah melihatnya berdusta, menggunjing dan mengeluh, namun ia senantiasa bersyukur dan sabar kepada Allah”,, lalu ditambahkan “anakku ini saja merupakan anak semata wayang dari istriku yang di anugrahi Allah semenjak 11 tahun pernikahan kami”

Subhanallah.. begitu luar biasa sang ibu tadi, sulit untuk di ceritakan betapa luar biasa tinggi sikap sabar dan syukurnya,, dan semoga senantiasa kita juga sebagai orang-orang yang ingin lebih dekat dengan Allah agar selalu mencoba bersyukur dalam tiap kondisi dan situasi baik itu susah maupun senang.. amin ya robbal alamin.

(sebelumnya saya mohon maap apabila ada kekeliruan dalam redaksi kisah ibu yang saya ceritakan di atas, karena cerita yang saya utarakan itu merupakan cerita yang saya coba ingat2 dari majalah Qiblati yang pernah saya baca,,, wallahu’alam)

Read More

4 Pilar Tawakkal

Jumat, 25 Maret 2011

Ada orang bertanya kepada Hatim Al-Asham,
“Atas dasar apa Anda bertawakkal?”, Hatim menjawab, “atas empat hal:
Aku tahu bahwa rezekiku tidak akan dimakan orang lain, maka tentramlah jiwaku;
Aku tahu bahwa amalku tidak akan bisa dikerjakan orang lain, maka akupun disibukkannya;
Aku tahu bahwa kematian akan datang dengan tiba-tiba, maka segera aku menyiapkannya;
Aku tahu bahwa diriku tidak akan lepas dari pengawasan Allah, maka aku merasa malu Kepada-Nya.”

Muhammad bin Suqah berkata,
“Ada dua hal yang apabila kita hanya disiksa dengan dua hal itu, tentu sudah layak disebut bahwa kita telah menerima adzab.

Pertama, orang yang mendapatkan tambahan rezeki di dunia, lalu ia bergembira sejadi-jadinya. Allah tidak pernah menyaksikan orang tersebut bergembira seperti itu, yang disebabkan oleh bertambahnya sesuatu pada agamanya.

Kedua, orang yang mendapatkan kekurangan dalam urusan dunia, lalu merasa sedih sejadi-jadinya. Allah tidak pernah melihat ia bersedih sehebat itu, manakala ada bagian dari agamanya yang berkurang.”

Read More

Futur

Kamis, 24 Maret 2011

Artikel kali ini barangkali agak sedikit mirip dengan artikel sebelumnya yang pernah saya posting yang berjudul “Militansi Dakwah”, namun insyaAllah pada artikel yang satu ini tidak akan terlalu banyak memaparkan dalil ataupun nash-nash yang mengarah kepada hal futur.

Sebelum berbicara lebih jauh, barangkali dari pembaca ada yang belum tahu pengertian dari futur?,, futur dalam istilah arab berarti kembali, kembali dalam artian lebih jelas adalah kembali ke arah saat masih jauh dari nilai-nilai islam, saat masih ragu akan kesempurnaan islam dan saat dimana keilmuan tentang agama masih kurang

Futur sering di istilahkan kepada seorang ikhwah yang kembali kepada jalan saat masa jahiliyahnya setelah ia mengetahui, merasakan, serta bergabung dalam jamaah islam, futur sering juga di ucapkan tatkala seorang ikhwah sedang merasa dirinya jenuh dalam dakwah dan aktivitas islamnya, sehingga melepaskan dirinya dari kegiatan-kegiatan islam yang biasa dilakukannya, namun tidak secara sepenuhnya melepaskan, tapi hanya beberapa saat saja. Selain itu, futur juga di artikan sebagai menurunnya semangat iman alias iman lagi loyo (lemah iman) sehingga aktivitas keseharian dalam menjalankan agama jadi lebih terasa berat.

Siapapun dia pasti pernah merasakan yang namanya lemahnya iman, entah itu yang hanya sekedar gairah perjuangan dakwahnya menurun, semangat jihadnya berkurang, bahkan hingga aktivitas sunnahnya ditinggalkan,, ada berbagai macam jenis lemahnya iman seseorang, dan saat itu kita sendiri dapat merasakan saat-saat lemahnya iman dari diri kita, namun itu bukanlah sebuah alasan, ketika diri ini merasa iman itu lagi kendor maka kita memakluminya dengan beralasan bahwasanya wajar bila iman itu kendor.. bila mengacu pada sabda Rasulullah SAW bahwasanya iman itu turun naik, terkadang tinggi, dan terkadang juga rendah maka akan kita maklumi kejadian lemahnya iman tadi, namun bukan berarti di saat iman kita lemah lantas kita membiarkannya saja berlalu dan mengikuti kehendak hawa nafsu yang jelas-jelas akan menjerumuskan... meskipun perasaan kita tahu bahwa iman kita lagi kendor maka paksalah tubuh ini untuk tetap melakukan semua kegiatan rutin dalam menjalankan agama Allah, meskipun dalam keadaan berat dan susah, paksalah diri ini meskipun niat tidak sepenuhnya untuk menjalankan rutinitas tersebut, paksalah diri ini meskipun batin menolak melakukannya, paksalah diri ini meskipun tidak disertai rasa semangat seperti biasanya,, karena apabila semua hal tersebut mampu kita lakukan maka nanti akan kita rasakan sendiri bahwa hasil paksaan tadi akan merubah kualitas diri kita selevel demi selevel ke arah yang lebih baik,, insyaAllah.. Wallahu’alam bisshowab.

Read More
 
Bloggerized by Blogger Template