Data Dosen ILKOM FMIPA UB
Sabtu, 12 Februari 2011
Bismillah, Agan-agan..
Ni yang membutuhkan Nama, NIP serta no.telepon Dosen Ilkom.
Boleh di manfaatkan, tapi jangan di spam :D
Semoga bermanfaat Gan..:D
>>> MENUJU INSAN BERIMAN DAN BERKUALITAS
Sabtu, 12 Februari 2011
Diposting oleh
Requaza
Label: info-info, Universitas Brawijaya
Kamis, 06 Januari 2011
Diposting oleh
Requaza
Label: Cerita~ku, Kisah-Hikmah, Nasihat Islam
Rabu, 05 Januari 2011
Diposting oleh
Requaza
Menunggu merupakan suatu hal yang dibenci kebanyakan orang, menunggu adalah momen dimana kegiatan seseorang berhenti disebabkan suatu kegiatan lain yang belum terlaksana ataupun sedang tertunda. Orang kebanyakan membenci menunggu karena membuat waktunya berkurang untuk hal yang kosong. Ada jeda dalam waktu menunggu dimana orang tersebut tidak beraktifitas, contoh; menunggu teman berangkat ke kampus, menunggu panggilan giliran, menunggu orang lain disaat rapat atau pertemuan dsb… sehingga sering membuat seseorang yang menunggu merasa kerugian, baik itu waktu maupun kesempatan. Namun ada kebiasaan yang sebaiknya dilakukan agar waktu menunggu itu tidak terbuang percuma,, apa itu?, c’mon cekidot
Selalu membawa buku dan membiasakan diri membaca. Mungkin ini terdengar biasa-biasa saja kalau waktu menunggu di isi dengan hanya membaca, tapi berbeda halnya bagi orang yang memang pelit terhadap waktu, mereka akan merasa sangat rugi kalau waktunya terbuang percuma hanya untuk menunggu, oleh karena itu pastinya mereka akan berupaya mengisi waktu menunggunya dengan hal-hal yang mendatangkan manfaat, dan biasanya hal itu adalah dengan membaca…
Coba kalian piker saja kalau jeda menunggu hanya bengong saja, ya jelas rugi banget, so sediakan buku kemanapun kamu bepergian, karena hal itu bisa bermanfaat dikala kamu dalam moment “menunggu”.
Ada beberapa manfaat yang kamu dapat tatkala menunggu bersama buku:
1. Yang jelas kamu bakalan dapet ilmu dari buku itu
2. Waktu menunggumu tidak terbuang sia-sia dengan hanya bengong
3. Tidak merasa jengkel kepada orang yang ditunggu, bahkan mungkin kamu akan merasa berterima kasih karena kamu akhirnya dapat ilmu baru dari buku yang kamu baca
4. Buku yang sebelumnya g pernah dibaca akhirnya akan dibaca juga, yak arena di saat-saat kamu punya waktu luang, kamu g pernah sempetin waktu untuk membaca buku itu,, nah saat menunggu itulah akhirnya buku itu sempat terbaca
Barangkali sedikit itu aja tips menghilangkan jenuh di kala menunggu, harapannya jangan sampe’ waktumu terbuang percuma gara-gara hal kecil. Ingat manfaatkan waktu itu sebaik mungkin karena hakikatnya waktu itu tidak akan terulang, waktu itu mahal jadi jangan sia-siakan untuk hal-hal yang kosong dan tidak bermanfaat. Oke.. jadilah orang yang pelit terhadap waktu.
(ini j saya buat di kala saya sedang menunggu seseorang,, yah daripada nganggur ngarang2 j deh..xixixi)
Label: Tips n Trik
Selasa, 04 Januari 2011
Diposting oleh
Requaza
Militansi tidak di ukur dari besar dan banyaknya amanah, tidak pula di ukur dari banyaknya seorang jundi mengikuti sebuah organisasi. Ukuran militansi itu sejauh mana keikhlasan, kejujuran yang ada pada diri seorang jundi atau kader dakwah. Keteguhan untuk melaksanakan tugas sebagai seorang muslim dengan sebaik-baiknya. Serta kesiapan melangkah bersama jama’ah dakwah. Kita bisa berkaca pada apa yang telah dilakukan oleh para sahabat dan sohabiah. Para generasi terbaik islam, para muasis dakwah kita. Allahu Akbar!.. firman Allah dalam Al-Quran Surat An Nisaa’ ayat 95 yang artinya:
“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar” (An Nisaa’:95)
Al Qu’uud: Duduk-duduk (tidak militant), suatu penyakit yang menimpa seorang kader yang membuatnya terhambat mencapai tujuan. Kadang ia datang dengan tiba-tiba, yang membuat kader tersebut menghentikan langkahnya, atau terlambat, lalu ia tidak memperhatikan jama’ahnya.
Sebab-sebab Al-Qu’uud:
1. Maksiat kepada Allah
2. Kelonggaran dalam melakukan hal-hal yang diperbolehkan
3. Bercokolnya dunia dalam hati
4. Tidak ada niat untuk melanjutkan amanah sampai akhir dan atau tidak bekerja sesuai niat
5. Hidup diantara orang-orang yang suka berpangku tangan
6. Tidak yakin akan janji Allah dan RasulNya akan kemenangan dakwah
7. Kendala perjalanan dan ketidakpastian dalam menghadapinya
8. Perpindahan posisi ke prajurit setelah sebelumnya menjadi panglima
9. Tertipu janji-janji kebathilan
10. Tidak menghormati kader lain
11. Membebani diri dengan kewajiban di luar kemampuan
12. Tidak memaapkan kekeliruan orang lain
13. Menduga bahwa dalam perilaku Al-Qu’uud bisa menemukan kenyamanan
14. Tidak ada tanggapan dari orang lain
15. Tidak waspada akan dampak dari Al-Qu’uud
Dampak Al-Qu’uud
1. Berduaan dengan Syaithan
2. Berlipat gandanya dosa
3. Kehinaan dan kerendahan
Cara mengatasi Al-Qu’uud
1. Memperhatikan ciptaan Allah
2. Menyadarkan orang-orang yang berpangku tangan akan tanggung jawabnya kepada Allah
3. Selalu berdo’a dan bertobat
4. Menghilangkan dalam hati kecintaan pada dunia
5. Senantiasa ingat akan siroh orang-orang yang mengalaminya
6. Merenungkan realitas Al-Qaa’idiin
7. Memerangi nafsu agar bersatu ia dalam nafas jihad
8. Memutuskan persahabatan dengan Al-Qaa’idiin, kecuali untuk dakwah
9. Ingat janji Allah akan kemenangan islam
10. Waspadai segala bentuk kendala perjalanan
11. Segera melakukan tugas-tugas dakwah
12. Melakukan upaya diri untuk mengerti orang lain
13. Muhasabah diri
14. Lapang dada dalam pergantian posisi
15. Teruslah berdakwah walau tidak mendapat respon
“gunakanlah fatwa ibnu umar dalam dirimu, dan gunakanlah fatwa ibnu Abbas untuk orang lain”
Tausiah dari salah seorang sahabatku…Azzamer
Label: Nasihat Islam
Senin, 03 Januari 2011
Diposting oleh
Requaza
Sesuai dengan judul yang tertulis di atas, bahwa kesabaran itu membawa hikmah kepada masing-masing individu, ini benar dan sangat luar biasa dimana tatkala kesabaran itu diraih dan berhasil kita rasakan maka tunggulah hikmah yang akan kita dapatkan, dan biasanya hikmah itu akan sejalan dengan harapan kita di masa lalu dimana harapan itu benar2 dan sangat kita damba-dambakan, tapi akan saya jelaskan sedikit mengenai kesabaran itu sendiri, teman teman tentu sudah tau apa itu sabar bukan? Ya sabar itu sendiri adalah menerima dengan ikhlas apapun yang terjadi terhadap diri kita dengan mengharap ridho Ilahi, sementara pengertian dari ikhlas adalah rela dan bersedia secara totalitas dengan mengharap ridho Ilahi..
hmm kok selalu di akhiri ‘dengan mengharap ridho Ilahi’ terus sih?? Lha iya karena apapun yang kita lakukan, apapun yang kita niatkan secara luas dan universal itu untuk mendapat ridho Ilahi semata, gak ada selain dari yang itu karena kalau ada selain dari yang itu maka perbuatannya itu mubazir alias sia-sia, oke kita kembali kedalam topik utama tadi mengenai arti sabar, namun sebelumnya dari awal akan saya persempit arti sabar yang kita maksud disini, karena sabar itu cangkupannya ada dua yakni sabar karena penderitaan dan sabar karena kenikmatan, tapi disini yang akan kita bahas adalah sabar yang berkaitan dengan penderitaan.
Sabar karena penderitaan itu sudah tentu menyakitkan, banyak orang yang berdo’a “ya Allah bebaskanlah hambamu ini dari penderitaan ini” agar segera dibebaskan dari suatu penderitaan yang menyakitkannya, tentulah do’a itu diharapkan karena siapa lagi yang mau menderita terus-terusan, tapi ada sedikit orang yang berdo’a “ya Allah kuatkan dan sabarkan hamba dari cobaan ini” sedikit sekali yang berdo’a seperti itu, nah dapat kita simpulkan bahwa dari kedua do’a di atas bahwa do’a yang pertama mengharapkan agar segera dilepaskan dari penderitaannya itu dan mendapatkan kedamaian, sementara do’a yang kedua tidak ingin penderitaan itu dilepaskan darinya melainkan agar di kuatkan saja, agar kualitas tingkat kesabarannya itu lebih tinggi dari sebelumnya.
Jadi sungguh berbeda dua do’a di atas yang satu merasa sudah tidak kuat lagi ibaratnya naik kelas ia berhenti dan keluar di kelas 2 misalnya karena tidak tahan mata pelajarannya, sementara yang satunya lagi mengharap diberi tambahan kekuatan dan tetap diberi beban ujian ibaratnya naik kelas ia bersedia menerima pelajaran yang lebih berat asalkan di naikkan ke kelas atau jenjang yang lebih tinggi, jadi intinya peningkatan kualitas keimanan itulah yang menjadi patokan dari perbedaan dua do’a di atas. Nah oleh karenanya apabila ada sebuah musibah atau apapun itu yang menuntut kesabaran kita maka harapkanlah dengan berdo’a dikuatkan oleh Allah agar dapat menahan sakitnya penderitaan itu, jangan agar segera dibebaskan secepatnya dari ujian yang baru saja Allah turunkan kepada kita, karena hikmah dari kesabaran itu akan muncul di fase akhir sebuah judul kesabaran yang anda terima dan hikmah itu tentunya akan membawa kebahagiaan yang belum pernah anda rasakan sebelumnya.
Hikmah yang akan anda rasakan itu selain membawa kebahagiaan akhir alias happy ending juga membawa kemuliaan anda disisi Allah, lantas InsyaAllah akan meninggikan derajat kita disisinya kelak sehingga tidak hanya kebahagiaan dunia tetapi juga akhirat, wallahu’alam,,, amin.
Label: Nasihat Islam
Minggu, 02 Januari 2011
Diposting oleh
Requaza
Tau tidak?, bahwa mata bisa menipu otak, yah ini ada beberapa contoh dimana mata kita memberi laporan yang berbeda, dimana suatu gambar yang dilihat oleh mata, yang kemudian dikirimkan ke otak, namun berita dari gambar yang dilihat mata tidaklah sesuai dengan yang sebenarnya.. contoh aja gambar yang satu ini, coba kamu lihat apakah kotak yang ada ditengah itu persegi lurus?, pasti yang kamu lihat tidak bukan,, nah seperti itulah contohnya,, adapun gambar lainnya, silahkan klik readmore.. cekidotLabel: Science
Sabtu, 01 Januari 2011
Diposting oleh
Requaza
coba kamu lihat foto di samping ini... ini foto hasil jepretan saya menggunakan sebuah kamera punya temen sekontrakan,, (namanya Iqbal), ini di ambil dari kamar saya di AZZAM. menurutmu kapan saya mengambil gambar ini? pagi hari ato siang hari?,, jawaban yang benernya tu adalah malam hari di kala mendung dan hujan rintik2,, percaya g?, klo mau tau buktinya, ayo lihat aja penjelasan lengkapnya,, klik readmore
jadi gambar itu memang saya ambil saat malam hari, tapi kenapa terlihat seperti pagi hari? alasannya karena pada malam itu lagi mendung dan baru saja berhenti dari hujan yang besar, nah setelah itu saya lihat ada kilatan2 cahaya dari balik awan yang ada disana sangat terang sekali, seperti sorotan lampu neon raksasa yang kedap-kedip, saya lihat itu sangat unik ya langsung aja saya abadikan dalam foto. itu foto kesekian kalinya lho makanya baru bisa dapat terambil gambar yang terang seperti itu, karena kilatan cahayanya tu g hanya sekali dua kali, namun kira2 berselang 30 detik lah,, ini ada gambar yang gagal saya ambil saat kilatan itu muncul
nah jadi seperti yang kamu lihat di atas, sebetulnya seperti itulah gelapnya malam waktu itu, dan itu saja dapat kilatan cahaya makanya ada terlihat sedikit.. eh jangan berpikir klo motret gambar2 ini pke blitz ato efek2 tertentu dari kameranya itu ya,, ini murni kok motretnya dengan mode 'auto', jadi gak pake efek sama sekali... hmmm,, gimana, percayakan?
Jumat, 31 Desember 2010
Diposting oleh
Requaza
Diposting oleh
Requaza
ini nih kilat yang baru saja saya potret ketika malam tahun baru 2011, kilat ini saya ambil dari kamar saya di AZZAM lantai 2.. sekitar pukul 18.30 ba'da maghrib menggunakan kamera Canon SX120 IS,, sebenarnya kalo diliat langsung menggunakan mata telanjang sungguh sangat luar biasa indahnya, namun sayang mata kamera tidak setajam mata manusia yang bisa melihat kilauan cahaya kilat ini dengan sempurna, meskipun bisa saya abadikan dengan kamera, namun tidak sebaik penglihatan mata secara murni.. sebenarnya kilatan yang ada itu panjang loh.. kira2 bisa dari ujung gambar sampai ujung lainnya, namun karena kilatnya cepet banget dan kameranya juga gak apik2 bgt,, yah hanya seperti itu j deh maksimalnya..
Rabu, 29 Desember 2010
Diposting oleh
Requaza
Suatu ketika di masa jahiliyahku,.. seperti itu teman-teman ikhwahku mengataiku, aku adalah anak yang loyal, mudah bergaul dan suka banyak bicara alias menjadi tukang lawak di kelas sehingga seluruh teman bahkan guruku akan mengatakan sepi di kelas bila tanpa kehadiranku, saat itu aku biasa berbicara dengan wanita, bercanda dengan mereka bahkan sering pula aku bersentuhan dan hal itu terasa biasa-biasa saja.
Aku juga bisa dikatakan playboy karena banyak gadis yang kupacari saat itu hingga sahabatku sendiri, namun suatu ketika ada seorang temanku yang benama Tohri, dia anak yang soleh dan rajin Sering ke musholla di saat istirahat, hal itu kuanggap begitu aneh karena dia berbeda dengan anak seusia kami pada umumnya, kebetulan Tohri ini teman kelasku jadi akupun tahu bagaimana prestasinya di kelas cukup cerdas dan kritis, banyak hal yang misterius dari dirinya karena Tohri memang tipe orang yang tertutup dan jarang bergaul namun hal itulah yang membuatku merasa curiga dengan anak yang satu ini, aku sudah berpikir yang tidak-tidak terhadapnya, aku berniat memata-matainya apabila ada hal aneh yang dilakukan Tohri ingin ku adukan pada wali kelas tentang keanehan dirinya.
Suatu ketika saat aku membuntutinya ke musholla kulihat di dalam Tohri sedang berdiri tegap seperti sedang melaksanakan sembahyang,
“lagi apa si tolol itu disana??, kok jam segini shalat, shalat apa dia?, wah harus di laporkan nih, ini sepertinya sesat”. Aku menimpali.
Sesaat sebelum aku beranjak berlari melaporkan hal itu ternyata empat orang anak dari kelas lain sudah berdiri di belakangku
“mau lapor apaan Fras?, apa yang sesat?”, tanya salah seorang anak tersebut.
“itu kamu lihat saja di dalam, Tohri lagi melakukan ritual sesat!”, ucapnya dengan nada sinis
“sembarangan kamu, atas dasar apa kamu sebut-sebut orang lagi berbuat sesat?!, eh Fras kamu jangan asal ngomong ya, akh Tohri lagi shalat Dhuha, shalat sunnat yang di anjurkan Rasulullah” ucap seorang yang membawa mushaf di tangannya.
****************************************************************************
Entah darimana datangnya perasaan ini, tetapi yang jelas ini merupakan hidayah Allah. Pertama kalinya hatiku tergugah untuk berubah setelah sekian lama ku bergelimangan dosa, kini saatnya ku bertaubat, dari sini kumantapkan hatiku untuk menjadi bagian musholla ini dan ku bertekad meninggalkan segala macam maksiat yang pernah kulakukan.
****************************************************************************
Seperti biasa kelasku selalu ribut pada jam-jam kosong, namun kali ini sesuai janji hatiku bahwa aku tak akan banyak bicara dan melakukan kegiatan sia-sia seperti yang biasa kulakukan dulu
“sayang...” seorang wanita datang menghampiriku
“gimana malam minggu ini? Kita ngedate yuk,” wanita itu merangkul pundakku dan duduk di bangku sebelahku.
“ooh.. kamu Mit, ngapain sih?” kuturunkan tangannya yang menggantung di pundakku
****************************************************************************
Bell istirahat siang berbunyi, aku langsung keluar berjalan menuju musholla. Di musholla aku bertemu dengan beberapa anak yang belum kukenal, saat itu jumlah kami berenam.
“assalamualaikum...” ucapku terhadap teman-temanku yang berada di dalam ruangan musholla tersebut.
“waalaikumussalam..” ucap mereka serentak membalas salamku.
“mari akh silahkan gabung, langsung saja kita lagi ngadai diskusi nih..” ucap Tohri orang yang paling kukenal di antara mereka semua.
Aku merasa asing saat itu karena masih belum beradaptasi sepenuhnya dengan lingkunganku yang baru, insyaAllah ini lingkungan yang baik.
“baiklah kalau begitu akan kujelaskan pada Frasetyo terlebih dahulu mengenai rencana kita semua, karena mungkin dia masih belum tau akan hal ini, gini Fras kita semua disini berencana ingin membangun suatu organisasi islam agar kedepannya musholla ini ramai dengan kegiatan-kegiatan islami, coba saja perhatikan musholla ini begitu kumuh dan kotor, tidak terawat, apa kita sebagai seorang muslim membiarkan begitu saja tempat ibadah kita memiliki keadaan seperti ini, ini kan sungguh ironis” Tohri menatapku lalu menyapu pandangannya
“untuk itulah disini kita semua bergerak penuh bersama-sama untuk dapat membangun organisasi islam ini dengan harapan mampu meningkatkan ghiroh ukhuwah dan memperbaiki keadaan sekolah kita ini menjadi lingkungan nan islami”
“insyaAllah aku dari OSIS akan turut campur sepenuhnya memperjuangkan diterimanya organisasi ini Tohri.” Sahut seorang anak yang bernama Zainuri,
dan baiknya lagi kebetulan ia merupakan ketua OSIS yang memiliki paras baik dan santun, dan ia pun begitu mendukung adanya rencana dan kegiatan dari organisasi ini.
Meskipun saat itu forum yang kami buat masih bersifat rahasia dengan jumlah tujuh orang, namun kami semua memiliki semangat dan gairah iman yang sedang menggelora akibat buruknya tingkah laku teman-teman kami, sehingga semangat itu muncul di tengah-tengah porak-porandanya iman para siswa di sekolah.
Setelah satu jam masalah-masalah tadi di rumbukkan, akhirnya di putuskan sebuah kemufakatan bahwa nama dari organisasi islam yang telah kami rencanakan adalah REMUSH NURI singkatan dari Remaja Musholla Nurul Ilmi, yang berarti remaja islam dengan cahaya ilmu. Begitu pula dengan pembentukan kepengurusan, Tohri menjadi ketuannya sedangkan aku menjadi wakil ketuanya. Setelah itu kami mengajukannya kepada kepala sekolah melalui OSIS dan alhamdulillah kepala sekolah menerimanya dengan senang hati.
Seiring berjalannya kegiatan dakwah kami dan timbulah simpatisan dari siswa-siswa lainnya maka semakin bertambah saja anggota dari organisasi islam tersebut, padahal baru beberapa bulan berdiri namun memiliki jumlah anggota yang cukup banyak, meskipun ada dari beberapa anggota yang kelakuannya tidak sesuai dengan ideologi organisasi semisal berpacaran hal itu kami maklumi dan memang hal itulah fungsi organisasi ini untuk secara perlahan meluruskan.
Untuk mengisi kegiatan tiap minggunya awalnya kita meminta tolong pada pada da’i muda yang ada di sekitar untuk mau mengisi waktunya memberikan siraman rohani kepada para anggota-anggota REMUSH NURI, hal itu berjalan dengan lancar dengan jadwal kegaiatan yang telah di atur.
“dug..dug...dug...” suara dentuman alat musik begitu melengking terdengar.
“eh suara apa itu? Selain itu kok kelas pada sepi ya” aku berbicara sendiri sambil menoleh ke segala arah menscan keberadaan orang-orang.
Tak taunya hasil scan mataku mengarah kepada beberapa orang wanita berjubah dari organisasi Remush Nuri sedang merapikan bukunya
“Ukhti antum tau ada apa ini kok sepi?, terus di gazebo suaranya ribut banget, kayaknya ada band y?”, firasatku bahwa sepinya kelas ini mungkin karena adanya perayaan atau acara hiburan di sekolahku, namun aku masih terheran sambil bertanya pada mereka dengan keadaan bingung.
“anta betul akh, di gazebo besar lagi ada band, sekarang g belajar karena emang ada acara festival musik sih yang ana denger.” Kelihatan jelas dari raut wajahnya bahwa ia benci dengan hal tersebut
“haah... sejak kapan, kalau begitu aku coba lihat kesana ukht.” Akupun langsung menuju gazebo besar, di kejauhan ku perhatikan segerombolan pria berdiri seolah mengawasi jalannya festival, setelah kudekati ternyata mereka adalah para Ikhwah dari organisasi Remush Nuri yang sedang memantau aksi band di atas panggung.
Betapa kecewanya kami menyaksikan apa yang dilakukan orang-orang tak bermoral di atas sana, dua wanita muda berpakaian seksi berjoget erotis di atas panggung, sungguh pemandangan yang mengumbar-umbar syahwat, kami sempat kaget lalu membaca istighfar sambil berlalu menjauhi tempat kezaliman tersebut
“mengapa kepala sekolah bisa sampai mengijinkan wanita-wanita bejat itu ada di atas panggung, kupikir ini hanya festival anak band, ternyata keadaannya jauh lebih buruk lagi,.” Tohri bergumam sesekali menghela nafasnya dan beristighfar atas peristiwa yang ia saksikan.
“akhi, ana tau akar permasalahan ini.” Ucap Zainuri tiba-tiba memecah keheningan di antara kami.
“seminggu yang lalu memang pembina OSIS telah mengatakan akan adanya acara festival ajang musik kreasi di gazebo besar, hal itu di informasikan kepada pengurus OSIS agar dapat membantu sebagai panitia untuk lancarnya kegiatan ini, ana juga sempat memberontak dan melakukan alasan penolakan namun pak Darmo malah memarahiku dan mengatakan hal yang tidak-tidak padaku, bahkan dia berkata ‘kamu jangan sok tau, baru jadi ketua OSIS udah berani tentang gurumu’, saat itu aku hanya terdiam saja mendengar pak Darmo menceramahiku, hingga aku tak mau ikut terlibat dalam urusan acara tersebut, menurut hematku juga barangkali kepala sekolah belum tau kegiatannya sampai seperti ini” ucap Zainuri panjang lebar.
“kalau begitu sekarang kita sama-sama berkumpul di musholla sebagai ajang empati dan penolakan kita terhadap kegiatan laknat itu.” Ucap Tohri dengan berani.
Setelah itu kami mencoba mengumpulkan anggota-anggota ikhwan yang lainnya, tetapi hanya membuat kecewa saja, kebanyakan dari mereka malah mendukung kegiatan musik dengan alasan hiburan dan kreatifitas, hanya beberapa dari anggota yang benar-benar ikhlas dan istiqamah yang mendukung rencana kami semua.
“baiklah kalau begitu, sekarang aku mau pinjam wireless ke wakasek untuk kegiatan kita ini, Zul kamu juga ikut temani aku” ucap Zainuri
Sesampainya di pintu ruang wakasek, “ pak maap, kami mau pinjam wireless boleh?”
“hmmhh?? Untuk apa?” pak Darmo yang kebetulan sebagai wakasek sarana
“untuk kegiatan REMUSH di musholla pak” Zainuri tersenyum,
“kalian ini tidak mengerti, sekolah sedang melaksanakan acara di gazebo, lantas sekarang mau buat acara sendiri, apa maksud kalian? Tolong hargai kegiatan sekolah yang ada dan kalian sukseskan acaranya. Bapak tidak izinkan kalian untuk meminjam wireless, jadi sekarang ajak semua teman-teman kalian untuk memeriahkan acara di gazebo sana” pak Darmo berbicara dengan emosi
Kami berdua kembali dengan perasaan luka, tidak menyangka mendapat perlakuan kasar dari seorang guru padahal dimana kami ingin melakukan kegiatan yang positif.
**************************************************************************
Dengan perlahan kami mulai memprogramkan tiap-tiap rencana yang telah kami mufakatkan dan mulai menyiarkannya kepada teman-teman dekat kami terlebih dahulu secara tertutup. Mirip saat Rasulullah melakukan dakwahnya yang sembunyi-sembunyi di kalangan orang-orang yang belum masuk islam. Begitu pula kami, tiap orang dari kami memprogramkan diri untuk mampu membawa satu atau dua orang teman-teman terdekatnya untuk mau di ajak ke musholla, melaksanakan shalat dhuha, mengaji atau pun kegiatan lainnya yang bermanfaat. Kami bahagia melihat respon teman-teman dekat kami tersebut di terima positif hingga mereka terbiasa melakukannya sendiri secara istiqamah.
Label: Cerpen
RSS Feed
Twitter