Uji Hipotesis Satu dan Dua Parameter


PRAKTIKUM VII & VIII
Uji Hipotesis Satu dan Dua Parameter
Asisten : 1. Windari Gilang
2. Feby Indriana Y
Nama : Ade Sumantri
NIM : 0910960021
LABORATORIUM STATISTIKA
JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MIPA
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
2010
BAB I
DASAR TEORI
Pengertian Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan tentative yang merupakan dugaan mengenai apa saja yang sedang kita amati dalam usaha untuk memahaminya.
Asal dan Fungsi Hipotesis
Hipotesis dapat diturunkan dari teori yang berkaitan dengan masalah yang akan kita teliti. Jadi, Hipotesis tidak jatuh dari langit secara tiba-tiba. Misalnya seorang peneliti akan melakukan penelitian mengenai harga suatu produk maka agar dapat menurunkan hipotesis yang baik, sebaiknya yang bersangkutan membaca teori mengenai penentuan harga.
Fungsi Hipotesis
Hipotesis merupakan kebenaran sementara yang perlu diuji kebenarannya oleh karena itu hipotesis berfungsi sebagai kemungkinan untuk menguji kebenaran suatu teori. Jika hipotesis sudah diuji dan dibuktikan kebenaranya, maka hipotesis tersebut menjadi suatu teori. Jadi sebuah hipotesis diturunkan dari suatu teori yang sudah ada, kemudian diuji kebenarannya dan pada akhirnya memunculkan teori baru.
Jenis-Jenis Hipotesis,
Menurut tingkat abstraksinya hipotesis dibagi menjadi 3 antara lain :
1) Hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan-kesamaan dalam dunia empiris: Hipotesis jenis ini berkaitan dengan pernyataan-pernyataan yang bersifat umum yang kebenarannya diakui oleh orang banyak pada umumnya, misalnya “orang jawa halus budinya dan sikapnya lemah lembut”, “jika ada bunyi hewan tenggeret maka musim kemarau mulai tiba, “ jika hujan kota Jakarta Banjir”. Kebenaran-kebenaran umum seperti di atas yang sudah diketahui oleh orang banyak pada umumnya, jika diuji secara ilmiah belum tentu benar.
2) Hipotesis yang berkenaan dengan model ideal: pada kenyataannya dunia ini sangat kompleks, maka untuk mempelajari kekomplesitasan dunia tersebut kita memerlukan bantuan filsafat, metode, tipe-tipe yang ada. Pengetahuan mengenai otoriterisme akan membantu kita memahami, misalnya dalam dunia kepemimpinan, hubungan ayah dalam mendidik anaknya. Pengetahuan mengenai ide nativisme akan membantu kita memahami munculnya seorang pemimpin.
3) Hipotesis yang digunakan untuk mencari hubungan antar variable, hipotesis ini merumuskan hubungan antar dua atau lebih variable-variabel yang diteliti. Dalam menyusun hipotesisnya, peneliti harus dapat mengetahui variabel mana yang mempengaruhi variable lainnya sehingga variable tersebut berubah.
Menurut bentuknya, Hipotesis dibagi menjadi tiga antara lain :
1) Hipotesis penelitian / kerja: Hipotesis penelitian merupakan anggapan dasar peneliti terhadap suatu masalah yang sedang dikaji. Dalam Hipotesis ini peneliti mengaggap benar Hipotesisnya yang kemudian akan dibuktikan secara empiris melalui pengujian Hipotesis dengan mempergunakan data yang diperolehnya selama melakukan penelitian. Misalnya: Ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress.
2) Hipotesis operasional: Hipotesis operasional merupakan Hipotesis yang bersifat obyektif. Artinya peneliti merumuskan Hipotesis tidak semata-mata berdasarkan anggapan dasarnya, tetapi juga berdasarkan obyektifitasnya, bahwa Hipotesis penelitian yang dibuat belum tentu benar setelah diuji dengan menggunakan data yang ada. Untuk itu peneliti memerlukan Hipotesis pembanding yang bersifat obyektif dan netral atau secara teknis disebut Hipotesis nol (H0). H0 digunakan untuk memberikan keseimbangan pada Hipotesis penelitian karena peneliti meyakini dalam pengujian nanti benar atau salahnya Hipotesis penelitian tergantung dari bukti-bukti yang diperolehnya selama melakukan penelitian. Contoh: H0: Tidak ada hubungan antara krisis ekonomi dengan jumlah orang stress.
3) Hipotesis statistik: Hipotesis statistik merupakan jenis Hipotesis yang dirumuskan dalam bentuk notasi statistik. Hipotesis ini dirumuskan berdasarkan pengamatan peneliti terhadap populasi dalam bentuk angka-angka (kuantitatif). Misalnya: H0: r = 0; atau H0: p = 0
Pengujian Hipotesis
Hipotesis yang sudah dirumuskan kemudian harus diuji. Pengujian ini akan membuktikan H0 atau H1 yang akan diterima. Jika H1 diterima maka H0 ditolak, artinya ada hubungan antara cara memberikan instruksi terhadap bawahan dengan tinggi – rendahnya pemasukan perusahaan.
Dua jenis kekeliruan yang kadang dibuat oleh peneliti, yaitu: Menolak Hipotesis yang seharusnya diterima. Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan alpha (a). Menerima Hipotesis yang seharusnya ditolak. Kesalahan ini disebut sebagai kesalahan beta (b)
Jika Rumusan masalah anda “adakah hubungan jam produksi terhadap volume produksi” Maka Hipotesis penelitian anda seharusnya “ada hubungan jam produksi terhadap volume produksi” Maka Hipotesis Operasional anda Ho: “tidak ada hubungan jam produksi terhadap volume produksi” H1: “ada hubungan jam produksi terhadap volume produksi” Jika setelah dilakukan pengujian, ternyata Ho ditolak, artinya penelitian terbukti secara nyata (empiris) Ho diterima, artinya penelitian anda tidak nyata secara empiris
Contoh Uji Hipotesis
Sebuah perusahaan tertarik untuk mengetahui bahwa nilai pemrograman mahasiswa TI yang akan digunakan untuk, maka ia harus mengasumsikan bahwa nilai pemrograman mahasiswa TI tidak lebih baik dari yang lainnya.
•H0 yang diambil adalah nilai pemrograman mahasiswa TI adalah lebih besar atau sama dengan 75. H1 yang di ambil adalah nilai pemrogramanmahasiswaTI adalahlebihkecildari75.
Contoh Uji Hipotesis 2
Seorang peneliti dibidang TI tertarik pada sebuah algoritma komputer cerdas yang baru memiliki tingkat error yang lebih kecil dari algoritma yang saat ini digunakan.
H0 adalah tingkat error algoritma yang baru lebih kecil ε (tingkat error yang dianggap baik). H1 adalah tingkat error algoritma yang baru tidak lebih kecil dari ε.
Uji Hipotesis terhadap Rata-rata
Uji hipotesis dilakukan terhadap rata-rata, dimana hipotesis yang di ambil adalah hipotesis rata-rata dari suatu populasi
Uji hipotesis rata-rata ini ada dua macam, yaitu uji hipotesis dengan varians populasi diketahui dan uji hipotesis dengan varians populasi tidak diketahui
Uji hipotesis Rata-rata dengan varians diketahui
Uji hipotesis Rata-rata dengan varians tidak diketahui
Uji hipotesa terhadap varians
Interpretasi Pengujian Hipotesis
Tahap Pengujian Hipotesis:
1. Perumusan Hipotesis Nol (H0) dan Hipotesis 1 (H1)
2. Penetapan derajat toleransi kesalahan = derajat error yang dapat diterima = α (alpha)
3. Pengolahan Data dengan Perangkat Lunak Statistika (misalnya minitab)
BAB II
METODOLOGI
2.1 Percobaan 1
1. Menu Stat di klik, kemudian Basic statistics – 1-sample t
2. Pada dialog 1-sample t, dimasukkan C1 pada sampel in column, dan data yang di ketahui pada tempatnya masing-masing.
3. Setelah itu pada tombol option - convidence level di isi dengan 0.95 dan pada alternative dengan gretherthan kemudian tekan OK untuk melakukan analisis.
2.2 Percobaan 2
1. Klik stat- basic statistics- 1 proportion. Isi number o trial dan number of event masing-masing 38 dan 18 (18 diperoleh dengan ketentuan nilai C apabila <65).
2. Setelah itu option-isi convidence level dengan 0.95 dan pada test proportion dengan 0.25 serta alternative dengan not equal- ok-ok
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Data Hipotesis 1
3.2 Data Hipotesis 2
3.3 Percobaan Hipotesis 1
Hipotesis yang di uji adalah
a. Ho : µ = 60 versus H1 : µ > 60
b. Ho: p1 = 0.25 versus H1 : p1 <0.25
c. Ho : σ2 = 225 versus H1 : σ 2 <225
Diketahui Banyaknya sampel ( Number of trials ) = 38, Banyaknya kejadian (Number of events ) didapat dari data sampel yang ada, mahasiswa akan mendapat nilai C apabila nilainya < 65, jadi jumlah kejadian sukses adalah 18.
· tarafnyata (α) dan nilai z tabelnya
α = 5% = 0.05
Z0.05 =1.68709 (pengujian sisi kanan)
· kriteriapengujian
untuk H0 : μ= μ0 dan H1 : μ>μ0
H0 diterima jika Z0 ≤Zα
H0 diterima jika Z0>Zα
H0 diterima jika Z0 ≤1.68709
H0 diterima jika Z0>1.68709
ujistatistik
=
Karena Z0 =3.30 > Z0.05=1.68709
maka H0 ditolak, jadi dengan rata-rata 60 tidak bisa memperbaiki nilai statistika mahasiswa.
H0 : p = 0.25 vs H1 : p<0.25
3.4 Percobaan Hipotesis 2
a. Ho : µ1 = µ2 versus H1 : µ1 ≠ µ2
b. Ho : σ21 = σ 22 versus H1 : σ 21 ≠ σ22
c. Ho : p1 = p2 versus H1 : p1 ≠ p2
Dari data minitab dapat dilihat bahwa fakultas “AA” dengan jumlah mahasiswa sebanyak 38 mempunyai rata – rata 64.0 untuk nilai mata kuliah statistika dengan simpangan bakunya sebesar 13.3. Sedangkan untuk fakultas “BB” dengan jumlah mahasiswa sebanyak 38 orang memiliki rata – rata 69.7 dengan simpangan bakunya sebesar 12.1. Oleh karena itu dari data tersebut juga dapat dibaca :
Ø Selisihdarinilai rata – rata “AA” dannilai rata – rata ”BB”
Ø Penduganilaidarinilaiselisihnyasebesar-5.73684
Ø Dari selangkepercayaan 95% didapatharga Ha – Hbdiantara(-14.09578, 2.62210)
Ø Harga µA - µB = 0 denganharga t-value = -1.39 dan p-value sebesar0.172
3.5 Interpretasi
Dari hasil perhitungan no.1 diperoleh nilai p-value lebih kecil dari pada nilai α Sehingga kesimpulan yang dapat diambil adalah menolak hipotesis awal H0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai Statsistika mahasiswa Fakultas AA pada semester pendek lebih besar dari 60 sehingga system pengajaran yang digunakan oleh dosen pada fakultas tersebut lebih bagus dan dapat memperbaiki nilai Statistika mahasiswa.
Sedangkan hasil dari perhitungan yang diperoleh untuk no 2, didapat bahwa terima Ho, karena besarnya p-value lebih kecil daripada 0.05 . Sehingga didapat bahwa proporsi mahasiswa yang mendapatkan nilai lebih rendah dari 65 atau mendapat nilai C adalah kurang dari 0.25. jadi system pengajaran yang digunakan oleh dosen tersebut mampu menurunkan proporsi mahasiswa yang mendapatkan nilai C atau di bawah nilai C.
BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Dari permasalahan yang diungkapkan di atas tentang mata kuliah statistika mahasiswa fakultas AA yang diambil pada semester pendek yaitu 65 48 83 80 64 79 68 59 67 74 68 64 92 53 56 76 61 58 48 60 88 73 52 57 58 47 58 91 73 72 77 40 79 66 8 4 64 59 80 sehingga dilakukan perbaikan system pengajaran dengan beberapa hipotesis. Yang pertama dalam memperbaiki nilai statistika mahasiswa kedua menurunkan proporsi mahasiswa yang mendapatkan nilai C. system pengajaran yang digunakan oleh dosen pada fakultas tersebut dapat memperbaiki nilai Statistika mahasiswa, dari hpotesis tersebut di dapat kesimpulan bahwa system pengajaran yang digunakan oleh dosen tersebut mampu menurunkan proporsi mahasiswa yang mendapatkan nilai C atau di bawah nilai C. Penentuan diterima atau ditolaknya suatu hipotesis dapat dilihat dari nilai P-Value dan tingkat kesalahannya. Jika P-Value lebih besar dari tingkat kesalahan maka hipotesis awal ditolak dan hipotesis alternatif yang diterima.
Dari hasil penghitungan minitab, diketahui bahwa terdapat perbedaan dalam mean, standar deviasi dan se mean. Dimana diketahui bahwa hasil penghitungan mean, standar deviasi dan se mean pada fakultas AA lebih besar dari pada fakultas BB. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa respon mahasiswa terhadap pemahaman materi kuliah berbeda atau tidak sama (Fakultas AA Lebih merespon dari pada Fakultas BB).
4.2. Saran
Pada saat melakukan pengambilan data sebaiknya dilakukan secara teliti dan berhati-hati untuk mencegah timbulnya data pencilan yang dapat mempengaruhi keakuratan data yang telah diperoleh.
DAFTAR PUSTAKA
Walpole,Ronald E. 1995. Pengantar Statistika. Jakarta : Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama
Cramer, Duncan.1998.Fundamental statistics for social research: step-by-step calculations and computer techniques using SPSS for Windows. Routledge:Michigan
Johson, R. A. 1997. Statistical Concept and Metods. New York.
Hasan, Iqbal. 2008. Pokok-pokok Materi Statistik 2 (Statistik Ifferensif). PT. Bumi Aksara: Jakarta.
Myers, Walpole,dkk. 2002. Probability and Statistic for Engineers and Sciaentists. Prentice Hall: New Jersey.
0 komentar:
Posting Komentar